Friday, 3 May 2019

Resensi Buku - Hidup yang Lebih Berarti



Banyak kisah yang menarik dan membuat semangat hidup saya mulai bangkit kembali setelah sekian waktu tertidur dalam buaian manja. Setelah membaca buku ini, beberapa kisah pun menjadi favorit saya karena banyak sekali pelajaran kehidupan yang dapat dipetik, semangat juangnya yang sangat menyentuh hati serta menyadarkan saya bertapa buah kesuksesan itu dapat diraih bukan dengan berbagai kesenangan hidup tetapi dengan air mata, pengorbanan serta daya juang yang tak pernah mengalah pada kegagalan. Buku ini sangat disarankan untuk dibaca oleh kaum muda seperti saya,  yang di masa sekarang ini sedang mengalami krisis moral dan kepercayaan diri, hidup hedonis serta menurunnya daya juang saat mengalami kegagalan dan lebih mendekatkan pada hal – hal yang membawanya pada tindakan kriminal yang merugikan masa depannya dan orang lain.

Inspirator dalam buku ini sangat universal dan beragam dari jenis kelaminnya, rentang usia dan pekerjaannya. Semuanya terasa menyatu dalam semangat juangnya mengejar matahari, seperti kisah Suwono yang merupakan pensiunan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo yang berhasil mengubah limbah manusia menjadi pupuk organik (dapat dibaca pada halaman 25-36), ada juga kisah Munadji yang seorang pensiunan guru agama di kota Salatiga yang sukses berbisnis pohon ara / pohon tin (dapat dibaca pada halaman 103 – 106). Kedua sosok ini penuh semangat untuk menginspirasi orang lain lewat karyanya meskipun usianya mulai senja.

Dalam buku ini ada pula, kisah pemberdayaan terhadap mantan “pekerja” lokalisasi Dupak Bangunsari serta kisah dari seseorang yang tidak lulus SD yang berhasil mengkordinasi 3.505 petani dengan omset Rp 31,5 M. Kedua sosok ini, menurut saya adalah malaikat tanpa sayap yang mau membaktikan dirinya untuk menjadi jembatan kesuksesan bagi sesamanya yang kurang beruntung. Kisah terakhir yang menginspirasi saya dari Syarief  Hidayatullah, ia adalah seorang muda yang energik, penuh visi dan misi hidupnya dan unik. Kesuksesan dapat ia gengam di kedua puluh lima usianya  yang membawa kesejahteraan yang luar biasa bagi sesamanya khususnya masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Ia membaktikan dirinya untuk desanya dengan mengelolah sumber daya alam yang sudah tersedia berupa lahan pertanian yang subur serta saluran irigasi yang baik.
Syariefmampu menunjukkan kualitas dirinya dengan keberhasilannya mengembangkan jambu kristal dengan hasil panen rata-rata 200 hingga 250 kg / bulan. Secara tidak langsung, ia berhasil mengembangkan potensi lokal untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya, membuka lapangan kerja yang baru serta ikut mensukseskan program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan. Ia merupakan sosok muda yang patut diteladani bukan hanya oleh pemuda di desanya tetapi juga saya dan semua orang muda di Indonesia yang mulai kehilangan jati dirinya akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com