Monday, 29 April 2019

Resensi Buku : Self Driving


“the survival of the fittest”
Judul Buku              : Self Driving

Penulis                    : Rhenald Kasali
Penerbit                   : Mizan
Terbit                       : 2014
Jumlah Halaman      : 270 lembar
Meminjam istilah Charles Darwin “the survival of the fittest” yang bermakna makhluk hidup yang mampu bertahan bukanlah yang terkuat fisiknya, namun yang mampu bertahan hidup atas kondisi apapun yang mendera. Mengetahui hal tersebut membuat saya semakin bergegas untuk harus membaca buku ini. Buku ini juga linear dengan gerakan Revolusi Mental yang digagas Presiden Jokowi melambungkan harapan akan adanya perbaikan di semua sektor negara kita. Dimana dalam buku ini pun mengarah terhadap semua kekayaan sumber daya alam (SDA) yang kita miliki tidak akan banyak berdayaguna jika manusia yang menggarap dan menjalankannya hanya bermental penumpang. Lihatlah negara-negara sekitar yang tanpa dianugerahi SDA melimpah namun punya hampir segalanya untuk memajukan kehidupan mereka seperti Singapura. Etos kerja dan mental “pengemudi” merupakan bekal untuk hidup yang lebih baik. Buku Self Driving yang ditulis oleh Prof.Rhenald Kasali mengajak semua orang mulai dari orang sekolahan hingga CEO untuk ikut dalam gerakan revolusi mental tersebut, dengan harapan adanya perubahan dari mental “penumpang” menjadi mental “pengemudi”.
Membuat mental seseorang berubah dari seorang penumpang yang cenderung pasif, tidak berani mengambil resiko, sudah puas dengan keadaan sekarang, menyerahkan masalah pada atasan atau orang lain, terlalu membanggakan apa yang telah dicapai sehingga menjadi seorang dengan mental pengemudi yang cirinya adalah seorang inisiator, tokoh perubahan, dan mampu menjadi seorang tokoh panutan bagi banyak orang bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh kemauan kuat dan beberapa tahapan proses (juga latihan) yang harus dijalani. Di buku bersampul merah yang saya anggap melambangkan passion atau semangat (sehingga lewat buku ini penulis memacu pembaca untuk berani berubah), banyak hal dijelaskan dengan terperinci untuk kita pelajari dan aplikasikan dalam kehidupan keseharian. Di samping gagasan-gagasan mencerahkan yang diberikan penulis disertakan artikel-artikel penunjang yang mampu memberi gambaran yang lebih baik bagi pembaca. Sejauh yang saya baca semua hal ditulis dengan sangat menarik dan aplikatif.
          Prof memberi contoh pada kondisi sekarang. Misal seorang Guru besar Ilmu Teknik (Sipil) yang pintarnya 5 senti hanya asyik membaca berita saat mendengar Jembatan Kutai Kartanegara ambruk atau terjadi gempa di padang. Guru besar yang pintarnya 2 meter segera berkemas dan berangkat meninjau lokasi, memeriksa dan mencari penyebabnya. Mereka menulis karangan ilmiah dan memberikan simposium kepada generasi baru tentang apa yang ditemukan di lapangan.

          Contoh lain adalah keteladanan KH Ahmad Dahlan. Ketika kaum muda baru tertarik berwirausaha di abad ke 21, Ahmad Dahlan sejak muda sudah dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil berdagang batik. Namun, berbeda dengan sebagian besar wirausaha yang steril terhadap perjuangan bangsa, ia justru terlibat dalam organisasi Budi Utomo, Serikat Islam, dan organisasi kepemudaan pada masanya. Pada umur 15 tahun, misalnya, ia pergi haji dan tinggal di Makkah selama lima tahun. Di sana, ia berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran para pembaru Islam. Sejak itulah tekadnya menjadi pembaru begitu kuat. Ia berhasil melepaskan bangsa ini dari aneka belenggu mitos dan kemiskinan. Itu sebabnya pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian besar dalam gerakan yang dipimpinnya, yakni. Muhammadiyah, Social Enterprise terbesar dan tertua di Indonesia Seperti salah satu poin di dalam buku ini mengenai disiplin. Saya menyadari buku sebagus apapun jika kita tidak mengaplikasikannya akan mubazir. Hal-hal aplikatif bisa kita jalani dengan terlebih dahulu kita menyelesaikan membaca buku ini. 

          Kalau kalian adalah anak SMA, Mahasiswa Baru, sedang kuliah semester berapa pun dan tingkatan apa pun atau fresh graduate, beli deh buku ini. Karena bagi saya buku ini mampu membuat pikiran saya terbuka sejak baca buku ini. Sadar bahwa sebenernya ilmu tuh banyaknya bukan di kuliah, tapi di luar kuliah. Gimana caranya belajar dari hal-hal sekitar kita.


SELF DRIVING  sederhananya soal memimpin diri kita, tapi memimpin melalui pemikiran-pemikiran, kita diajak berpikir terbuka dengan cara yang asik. Buku yang sangat baik ini isinya ditujukan untuk para pemimpin, para pengajar, namun dapat juga dibaca oleh kita yang masih muda. Tentunya dengan kemauan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Salam Perubahan. 


Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com