Tuesday, 1 January 2019

Resensi Buku : Merindu Baginda Nabi


2018 Memberikan warna baru tentang hadirnya sebuah Novel yang mengulas realita kehidupan dan kerinduan baginda nabi yang terangkum dalam 178 halaman , di karang oleh seorang novelis sejati , komitmen besar dari tiap karya ciptanya adalah membangunkan jiwa dari setiap pembaca , ia biasa di sapa kang abik (Habiburrahman El-Shirazy).

Sebuah novel berjudul "Merindu Baginda Nabi" memberikan sentilan halus akan mulianya sifat kerendahan hati , tak mau di panggil Kyai walau sederet kontribusi besar membangun desa dari pesantren telah ia lakoni , sapaan hangat masyarakat padanya pak Nur ,adalah ayah asuh dari seorang gadis istimewa ,yang memiliki masa kelam ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri. Keteladanan dan kasih sayang Pak Nur dan Bu salamah memberikan peranan besar atas kesuksesan akhlak dan pendidikan anak asuhnya Syarifatul Bariyah. 

Sebuah pesan menarik di sampaikan halus tepat sebelum keberangkatan rifa (sapaan Syarifatul Bariyah) ke San Jose , Amerika Serikat ,karna dinyatakan lolos sebagai delegasi untuk mengikuti kegiatan Exchange Youth For World Peace . 

“Nduk, bertakwalah kepada Allah , di mana saja kamu berada.  Dan ingat, jangan sampai kau membuat malu Baginda Nabi!  Ingat, jangan sampai kau membuat malu Baginda Nabi!” 

Pesan singkat yang mendesir hati rifa untuk menjaga akhlaknya sebagai representasi seorang muslimah. Begitupun saya sebagai pembaca , takjub , karna tak banyak orang tua yang berpesan demikian untuk kepergian seorang anak yang akan meninggalkannya. Kemulian akhlaknya memberikan warna baru bagi keluarga asuhnya tak lain karna  rifa paham sekali tentang makna pesan ayahnya .

Lalu pesan singkat mencambuk tentang pola berfikir saya , mendalami Kebesaran Allah , dan Keagungannya dalam sifat Ar-Rahman Ar-rahiim, pesan tersebut terkutip dari penggalan kalimat hal.86.

“Kalau Allah bersamamu, apalagi yang kamu khawatirkan?”

Di akhir novel tersebut menampar saya dengan rasa iri  , air matanya menetes tentang tanda akan kerinduannya pada baginda nabi , ia pak nur ayah asuh rifa , berkata dengan ketulusan "Nduk abah ingin sowan ke makam baginda nabi" , terpecah sebuah misteri karna belakangan ayahnya menyendiri dan matanya berkaca menatap haru .  Ajal tak pernah di nanti , pak nur meninggal dalam keadaan nikmat di masjid Nabawi.

Novel ini memberikan asupan iman kita untuk memperkokoh keyakinan akan keesaan Allah , dan kecintaan yang mendalam pada baginda Nabi akan terealisasi pada bentuk kesuksesan luar biasa , kesuksesan fiddunya wal akhirah.

Resensi ini ditulis oleh Andi Firmansyah. Mahasiswa Ekonomi Syariah IPB angkatan 2017. IG : @andifirmansyah
Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com