Tuesday, 1 January 2019

Resensi Buku : How to Win Friends and Influence People in The Digital Age


How to Win Friends and Influence People in The Digital Age”

  A.      Resume
                Buku ini merupakan salah satu buku tentang manajemen manusia dan kepemimpinan terbaik yang pernah ada. Hampir menyentuh usia yang ke-80 pada 2018, buku yang ditulis oleh Dale Carnegie ini membuktikkan kualitas dan keampuhan isinya. Karya klasik yang dianggap sebagai buku motivasi paling sukses sepanjang masa dan sudah terjual sebanyak 30 juta eksemplar di seluruh dunia ini telah membawa jutaan pembaca mendaki anak tangga kesuksesan dalam bisnis serta kehidupan pribadi.

                 Isi buku fenomenal ini bersumber dari sosok Dale Carnegie, seorang berkebangsaan Amerika yang dikenal dengan pemberdaya potensi manusia. Bayangkan saja, Dale Carnegie mencatat sejarah dengan mengadakan kelas public speaking pertamanya pada tahun 1912 atau 106 tahun yang lalu. Dia ingin membentuk manusia menjadi individu yang percaya diri, menarik, sekaligus berpengaruh untuk lingkungan sekitarnya. Dari situ juga buku ini dibuat, agar memberikan pembekalan ilmu lebih dalam tentang bersosialisasi, membangun hubungan dan interaksi dengan orang lain, sekaligus mengopitmalkan semua potensi di era digital ini.


Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai ketergantungan satu sama lain atau lebih dikenal dengan istilah makhluk sosial. Dan dalam kumpulan manusia-manusia selalu ada (satu) orang yang berpengaruh, sifat itu berada di sosok seorang pemimpin: seseorang yang bisa memberi manfaat dan pengaruh ke sekelilingnya. Indikasi sederhananya adalah hubungan antar sesama semakin harmonis dan tidak adanya kesenjangan. Salah satu kunci utama seorang pemimpin mewujudkan itu adalah dengan kemampuannya dalam hal komunikasi.

Untuk menjadi orang yang berilmu sesederhana membaca buku sebanyak-banyaknya, tapi jika ingin menjadi orang yang berpengaruh, jadilah pendengar yang baik. Berpengaruh artinya kita mempunyai pesan (positif) yang disampaikan dan apa yang sudah kita berikan
diterapkan oleh lawan komunikasi kita. Kunci utama memang menjadi pendengar yang baik terlebih dulu, mendengarkan apa yang sedang digelisahkan oleh orang-orang di sekitar kita.

Semacam sebuah sistem, ada input-process-output. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita sudah mendapat banyak input yang selanjutnya kita proses untuk memberikan output berupa solusi kepada orang lain. Ketika kita menjadi pendengar yang baik, kita akan bisa memberikan solusi yang baik pula. Hal-hal itulah yang diajarkan pada buku ini.

Buku ini seperti tutorial praktis berkomunikasi dengan orang lain. Kita juga diingatkan dengan pelajaran dasar ketika kita masih mengenakan seragam merah putih. Buku ini membahas ketulusan, tenggang rasa, toleransi, dan segala hal baik yang harus kita lakukan kepada orang lain supaya orang lain juga melakukan hal yang sama kepada kita.


  B.      Kesan

Kesan pertama saya ketika melihat buku ini sangatlah tertarik dan ingin segera membeli serta membacanya. Warna yang mencolok ditambah desain hologram semakin menambah kesan menarik dari buku ini. Pun karena saya pribadi juga menekuni dunia organisasi dan kepemimpinan, saya sangatlah ingin untuk menjadi seorang pemimpin sejati yang dapat memberikan kebermanfaatan dan impact yang besar bagi lingkungan sekitar. Hal-hal yang saya cari tersebut ternyata sangat gamblang dijelaskan dalam buku karya Dale Carnegie ini. Langkah-langkah penjabaran yang konkret namun dijelaskan dengan simpel, menambah keasyikan dan keseruan menyerap ilmu dengan membacanya.

Beberapa poin yang saya temukan dan catat dari How to Win Friends and Influence People in The Digital Age ini adalah :
  1. Yang Perlu Dilakukan Dalam Keterlibatan: yaitu bagaimana memulai untuk berinteraksi dan terlibat dengan orang lain. 3 hal utama yang perlu diperhatikan adalah untuk mengubur bumerang (hal yang bisa berbalik menyerang diri), menegaskan hal-hal yang baik dan menyentuh keinginan inti.
  2. Memberikan Kesan yang Bertahan Lama: yaitu dengan cara menunjukkan minat terhadap orang lain, tersenyum, berkuasa dengan nama (mengedepankan nama mereka), menyimak lebih lama, membahas apa yang penting bagi mereka dan membuat mereka merasa lebih baik.
  3. Mendapatkan dan Menjaga Kepercayaan Orang Lain: yaitu dengan cara menghindari argumen, jangan pernah berkata “kau salah”, mengakui kesalahan dengan cepat dan sungguh-sungguh, mengawali dengan sikap ramah, mengakses afinitas (ketertarikan untuk saling terikat), membiarkan orang lain mendapat pengakuan, terlibat secara empatik, menggugah sifat mulia, membagi perjalanan dan memberikan tantangan.
  4. Menuntun Perubahan Tanpa Penolakan atau Kebencian: yaitu dengan cara mengawali dengan positif, mengakui kekurangan sendiri, menyampaikan kesalahan tanpa menarik perhatian, mengajukan pertanyaan daripada memberi perintah secara langsung, memperingan kesalahan, fokus pada kemajuan, menyematkan reputasi baik pada orang lain dan terus terhubung pada pijakan yang sama.

Walaupun terkadang individu dapat menjaga sebuah hubungan yang produktif dan progresif tanpa kehadiran secara fisik dalam frekuensi yang sewajarnya, tidak ada orang di dunia ini yang bisa menjaga pengaruh progresif tanpa kedekatan dalam konteks hubungan. Upaya-upaya terhebat adalah upaya yang saling tergantung dan interaktif. Dan pada akhirnya, seni mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain dalam era digital ditentukan oleh aktivitas menjalin hubungan dan terus berhubungan dalam pijakan yang sama.

  C.      Data Buku

ISBN                                      : 9789792282504
Penerbit                                 : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit                        : 12 Maret 2012
Penulis                                   : Dale Carnegie
Genre                                     : Nonfiksi, Pengembangan Diri
Tebal                                      : 350 Halaman
Pembatas Buku                     : Tidak Ada
Estimasi Waktu                      : 24 Jam
Membaca
Rating                                    : 10/10

Resensi ini ditulis oleh Langit Biru. Mahasiswa Sekolah Bisnis IPB angkatan 2017. IG : @langitbiru71
Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com