Monday, 31 December 2018

Resensi Buku : Tuan Direktur

Sebab orang yang tamak kepada harta itu kerap kali lupa akan kehormatan dirinya, lupa akan keutamaannya, bahkan tidak peduli. Muka mereka menjadi tebal. Hati mereka kesat seperti batu. Mereka merasa tidak tidak senang. Sebab hati mereka merasa tidak puas.”
Nasihat tersebut dilontarkan oleh pak Yasin, seorang tua dari pinggir kota yang memiliki rumah sewa di daerah kumuh.

Apa makna sebenarnya dari kekayaan? Mungkinkah seorang yang minim harta bisa merasakan bahagia? Pertanyaan tersebut akan menemukan jawabannya di buku Tuan Direktur karangan Buya Hamka. Meski pertama kali terbit di tahun 1939 buku ini tetap relevan di masa modern. Mengangkat isu tentang hubungan buruh dengan majikan sebagai alur utama, buku ini berhasil menanamkan nilai selagi tetap memberikan cerita yang menarik. Buku ini cocok dibaca oleh masyarakat umum karena bahasanya yang luas dan sederhana, buku ini juga menggambarkan kondisi masyarakat modern dengan cukup apik dan menunjukan bagaimana seharusnya masyarakat modern bersikap.

Bercerita tentang kisah dari Tuan Direktur, seseorang yang kehilangan segalanya akibat ketamakannya. Juga kisah dari Fauzi dan pak Yasin, pemuda yang jernih hatinya dan seorang tua yang meletakan dunia pada genggamannya. Kisahnya sederhana tapi sarat makna.
Bagimu yang ingin membaca bacaan ringan, buku ini bisa menjadi salah satu opsi yang patut diperhitungkan.

Resensi ini ditulis oleh Muhammad Naufal Affif. Mahasiswa Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB angkatan 2016. IG : @mnafif12
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com