Sunday, 30 December 2018

Resensi Buku : Cashflow Quadrant

CASHFLOW QUADRANT
Robert T. Kiyosaki
PT Gramedia Pustaka Utama

           

Cashflow Quadrant merupakan salah satu buku dari trilogi yang dirancang oleh Robert T. Kiyosaki, seorang mantan tentara Amerika. Buku ini merupakan edisi kedua setelah buku yang pertama yaitu Rich Dad Poor Dad. Saat pertama diterbitkan buku ini menjadi salah satu best seller yang ada di Amerika dan menjadi salah satu acuan dari proses pembelajaran dalam berbisnis.

Di awal pembahasan buku, Robert T. Kiyosaki mengarahkan arah berfikir kepada “Apa tujuan hidup anda?" dan menemukan jalannya. Selain itu, beliau juga menguraikan tentang sistem pendidikan yang ada di dunia saat ini, yang menurut beliau ada beberapa kesalahan dalam pola pendidikan tersebut. Banyak hal yang menyebabkan pola berfikir seseorang menjadi stagnan hanya karna pendidikan yang turun-temurun. Ada beberapa elemen yang diuraikan dalam pribadi seseorang diurutkan berdasarkan lingkarannya, dimana lingkaran tersebut adalah tahapan penting dalam proses pendidikan. Dimulai dari lingkaran terluar yaitu pendidikan fisik, mental, emosional dan spiritual. Menurut beliau, tidak semua elemen tersebut bisa didapatkan di sekolah formal, sehingga banyak siswa ataupun mahasiswa yang berprestasi di sekolah, tapi tidak berhasil di dunia nyata, terutama di dunia tempat uang memegang kendali.

Selanjutnya buku ini mengajak kita untuk membaca sekaligus memposisikan diri kita sudah berada dimana kita saat ini. Melalui metode kuadran yang ditetapkan, ada 4 cara mengkategorikan orang berdasarkan asal uang yang mereka hasilkan. Kuadran-kuadran tersebut diantaranya E untuk employee, S untuk small business atau self-employed, B untuk Big business dan I untuk investor. Setiap kuadran memiliki ciri, pola berfikir, dan tujuannya masing-masing.

Di kuadran E, menjelaskan tentang orang-orang yang memiliki mindset tentang bekerja untuk uang. Mereka mencari pekerjaan yang aman dan terjamin, dengan bayaran yang tinggi dan tunjuangan yang besar. Pada umumnya, orang-orang pada kuadran ini, berharap lebih pada pemegang kekuasaan dan bergantung pada pengendali keuangan. Di kuadran S, orang sudah mulai berfikir untuk menghasilkan uang dengan usahanya sendiri, tetapi pada realisasinya orang pada kuadran S sulit mempercayakan orang lain atau sulit untuk mendelegasikan tugas tugasnya. Sehingga pada kuadran ini, semakin besar penghasilan yang didapat maka orang tersebut akan bekerja lebih banyak dari sebelumnya. Kuadran E dan S berada pada sisi kiri. Selanjutnya, kuadran B merupakan orang-orang yang mungkin berlawanan dengan kuadran E dan S, dimana mereka memiliki bisnis sendiri dan mulai memiliki sistem yang tersusun rapih. Mereka bisa mendelegasikan tugas untuk keperluan bisnis mereka. Salah satu tokoh yang cocok dengan kuadran ini adalah Henry Ford. Terakhir adalah kuadran I, yaitu orang-orang yang bisa melihat uang yang kebanyakan orang lain tidak melihatnya. Ini merupakan tingkatan akhir dari orientasi kehidupan tentang keuangan. Pada kuadran ini, orang mulai menginvestasikan kekayaannya pada orang-orang yang berada pada kuadran B. Dengan kejeliannya, orang-orang di kuadran ini bisa memprediksi bagaimana kadaan keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang. Tujuan akhir dari kuadran ini memiliki pendapatan yang semakin hari semakin besar dan pendapatan pasif tanpa mereka harus bekerja atau memikirkan sistem bisnisnya. Pada umumnya pula, orang-orang pada kuadran ini merupakan alumni atau lintas dari kuadran B. Pada sisi kanan yaitu kuadran B dan I, merupakan orang-orang yang sudah mandiri dari keterikatan finansial dan waktu.

Setelah memahami tentang kuadran-kuadran yang ada, buku ini menjelaskan dan mengarahkan tentang perubahan pribadi. Poin utamanya adalah siapa diri anda seharusnya daripada apa yang harus anda lakukan. Kebanyakan orang-orang yang ada di dunia ini berada pada sisi kiri kuadran dimana mereka terikat dengan keadaan finansial dan waktu. Kebanyakan dari mereka ingin menyebrang pada sisi kanan kuadran tetapi kebanyakan tidak dibekali dengan ilmu yang cukup sehingga banyak pula yang malah mengalami masa dimana mereka jatuh sejatuh-jatuhnya. Contohnya orang-orang yang berada pada sisi kiri yang berada pada kuadran E, mereka memiliki penghasilan atas pekerjaan mereka. Kemudian mereka mulai berfikir untuk menanamkan sebagian dari penghasilan mereka pada unit-unit bisnis yang membutuhkan modal tanpa bisa melihat apakah bisnis itu akan tumbuh dengan baik, yang berimbas pada membaiknya keadaan finansial mereka. Pada kenyataannya mereka hanya membuang uang mereka pada sesuatu yang tidak memiliki kepastian sehingga mereka tidak sama sekali menyebrang pada sisi kanan kuadran melainkan lebih memperburuk keadaaan pada sisi kiri kuadran.


Setelah memahami akan berada di kuadran mana kita seharusnya berada, buku ini mengarahkan pembaca bagaimana meraih kesuksesan pada sisi kanan kuadran Cashflow. Diiringi dengan kisah nyata seorang Robert T. Kiyosaki dengan Ayah kayanya, akan membantu kita sebagai pembaca dalam memilih jalan kita sendiri menuju kebebasan keuangan. Disepanjang buku ini, Robert T. Kiyosaki terus menekankan tentang pentingnya kecerdasan keuangan. Kalau ingin berada di sisi kanan kuadran kita harus lebih pandai dalam melihat uang yang kasat mata dibanding yang ada disisi kiri kuadran.

Di era informasi yang banyak menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan ganjaran keuangan dari pada sebelumnya, saya berharap bisa lebih jeli dan cerdas dalam mengelola keuangan. Banyak ilmu yang saya bisa dapatkan dan pelajari dari buku ini baik dari teori tentang Cashflow Quadrant ataupun dari kisah seorang Robert T. Kiyosaki bersama dengan istrinya. Semua isi buku ini memberikan kesan tersendiri bagi saya disetiap bab, halaman dan barisnya. Bagian satu yaitu berfokus pada perbedaan inti antara orang-orang di keempat kuadran yang berbeda, bagian dua berfokus pada perubahan pribadi dan bagian tiga berfokus pada cara mencapai kesuksesan di sisi kanan kuadran.


Resensi ini ditulis oleh Muhammad Azman. Mahasiswa Sekolah Bisnis IPB angkatan 54. IG : @muhammadazmann
Share:

1 comment:

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com