Wednesday, 5 December 2018

Stop Body Shaming

"Kamu kog gendut sih?"

"Ihhh cuman tulang sama kentut doang!!"

Mungkin dua kalimat ini adalah dua dari sekian banyak kalimat miris yang cukup populer. Kebanyakan dari kita tidak punya kepekaan, dengan brutal menghakimi seseorang dengan kalimat yang seharusnya tidak terucap. Nggak bisa ngebayangin kalau kita bertanya “kog kurusan sih?”, disaat orang yang kita tanya tengah berjuang melawan penyakit. Atau bisa jadi terlontar kata “kog kucel bat sih?”, disaat orang yang kita tanya tengah berjuang melawan depresi. Atau mungkin “kog gendutan?” disaat dia sebenarnya sedang berjuang melawan gangguan hormonal. Dan ini hal yang paling miris yang aku rasakan, disaat orang bercanda dengan kalimat “ihhh cuman tulang sama kentut doang!” atau “ihh keg tengkorak berjalan kau kutengok”, nggak bisa ngebayangin kalimat-kalimat itu terlontar disaat yang kita hakimi sedang berjuang melawan semua situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya.

Kadang kita lupa bahwa ada obrolan yang lebih menarik dari itu. Mungkin kalimat “hai, apa kabar?” atau “you look so nice” itu sudah mulai menjadi hal yang membosankan dan cenderung kuno bagi kids zaman now. Bukan bermaksud menstereotip semuanya, namun sebagian besar hal seperti itu tampaknya memang telah luntur.

Body shaming saat ini bukan hanya sekadar pandangan saja, namun lebih dari itu telah menjadi hiburan bagi orang lain ; mereka senang karena memiliki hal yang lebih baik dari orang lain dan dengan seenak hati mengejek kekurangan orang lain.

Kebanyakan masyarakat kita membuat definisi “sempurna” mereka sendiri tanpa peduli apakah standar itu sebenarnya berlaku ke semua orang atau tidak. Bentuk tubuh bukanlah parameter kecantikan atau ketampanan seseorang guys. 
Hasil gambar untuk body shaming
(sumber: www.voa-islam.com)

Kebanyakan masalah body shaming yang terjadi adalah mengenai bentuk tubuh. Namun banyak orang mungkin tidak setuju dengan #stopbodyshaming, karena mereka beranggapan bahwa dengan body shaming orang yang mereka BERCANDAIN akan sadar untuk berubah menjadi lebih sehat dan proporsional atas berat badannya. But, STOP BODY SHAMING IS MUST. Karena kita tidak pernah tahu kondisi seseorang di balik tubuhnya. Body shaming bukanlah suatu cara seseorang untuk menyadarkan orang lain. Body shaming nggak bisa sama sekali dijadiin pembenaran buat orang lain tersadar. Kalau kalian orang yang baik dan peduli, seharusnya kalian memberi solusi “how to diet” atau kasih tau bahaya lessweight atau overweight dan beri semangat untuk sama-sama memperbaiki, BUKAN dengan cara body shaming. Semua orang pastinya juga ingin tubuh yang ideal guys. Kuy sama-sama memperbaiki dan mengingatkan dengan cara yang peduli, bukan menghakimi.

Let’s speak up. Ketika jadi korban body shaming, kita perlu kasih tahu bahwa tindakan mereka brutal,  nggak sama sekali lucu, dan malah melukai.

Come on guys!!!, dunia ini sudah terlalu sempit untuk mengurus kekurangan orang lain.  Stop body shaming guys. menjadi berbeda itu bukan masalah, justru menyenangkan. Dengan kamu tidak melakukan body shaming, kamu sudah menyelamatkan dirimu dan orang lain.


Salam, 
dari si “tengkorak berjalan” :-(
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com