Monday, 31 December 2018

Resensi Buku : Bahagia di Masa Sulit

Penulis : Adrew Matthews

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah ayat 155)

Setiap manusia pasti kan mendapatkan cobaan atau ujian dalam hidupnya. Karna sejatinya hidup ini adalah ujian, yang jika kita lulus menghadapi ujian tersebut maka Allah akan menaikan derajat kita. Namun hampr semua orang menganggap bahwa ujian adalah masa paling sulit dalam hidup, sehingga tidak jarang orang mengeluh, bahkan ada yang ingin mengakhiri hidup ketika menghadapi ujian. .

Inilah jawaban dari semua pertanyaan itu. Adrew Matthews menulis buku berjudul “Bahagia di Masa Sulit” yang telah diterbitkan dalam 35 bahasa di 60 negara. Buku yang sangat apik (bagus) berisi tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupan ini, menjalani permainan hidup dengan bahagia, bersyukur dan puas. Buku ini menjawab semua kebutuhan manusia di seluruh dunia, berkenaan dengan “formula bahagia di masa sulit”. Apalagi semakin bertambahnya zaman, maka semakin pula bertambahnya permasalahan hidup.

Di setiap babnya, pembaca akan menemukan karikatur-karikatur indah, menggambarkan bagian yang sedang dibahas. Dari segi isi, setiap bab akan selalu muncul kisah-kisah nyata dari seluruh dunia, yang dikirim langsung lewat e-mail oleh para pelaku kejadian. Sehingga dari situ pembaca akan paham, bahwa ternyata ada orang yang memiliki problem melebihi saya (pembaca). Namun mereka masih bertahan hidup dan sekarang mereka menginspirasi orang lain. Kenapa saya (pembaca) tidak ? Dilihat dari segi bahasa, bahasa yang digunakan ringan dan mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini, praktis dan mudah untuk dipahami serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bahagia dalam segala hal. Adalah hal yang bisa kita dapatkan.

Buku “Bahagia di Masa Sulit” terdiri atas 12 bab. Bab 1 menjelaskan bagaimana cara kita menghadapi serta menerima keadaan. Banyak dari kita yang sekarang bangkrut, kehilangan pekerjaan, kehilangan orang tercinta atau mungkin sedang sakit. Kemudian kita berkata, “Aku tidak tahu harus melakukan apa. Mengapa hidup ini begitu sulit ? Atau kalau bukan karena ini (masalah) saya pasti akan bahagia.” Maka penulis memberikan beberapa tips yaitu; (1) Kita harus menerima keadaan. Karena menerima keadaan adalah sumber dari kekuatan (Hal. 2). (2) Orang-orang yang paling bahagia tidak peduli, apakah hidup ini adil atau tidak. Mereka hanya memusatkan perhatian pada apa yang mereka miliki (Hal. 11). (3) Dalam kehidupan sehari-hari orang lain tidak akan mengubah hidup kita. Namun sebenarnya kitalah yang mengubahnya (Hal. 21).

Bab 2 menerangkan bagaimana kita menaklukkan masalah. Bagaimana satu pikiran negatif menarik pikiran negatif lainnya. Sehingga ketika memiliki masalah dan tidak memikirkan solusinya seperti apa. Maka tidak akan selesai suatu masalah itu. Sebaliknya malah bertambah (Hal. 28).  Bagaimana kita menerima masalah yang terjadi. Sehingga masalah itu akan selesai dan jalan keluar akan didapat (Hal 40). Bab 3 menjelaskan tentang kekuatan pikiran dan mengelolanya. Bagaimana pikiran kita menarik segala hal yang dipikirkan. Karena apa yang kita pikirkan itu yang kita dapatkan. Itulah yang dinamakan dengan hukum ketertarikan (Hal. 49). Bab 4 dan 5 menjelaskan orang yang ingin menjadi bahagia itu harus mencintai dirinya sendiri. Kemudian juga harus pandai memaafkan kesalahan orang lain. Walaupun yang salah bukan diri kita pribadi.

Bab 6 dan 7 menjelaskan tentang uang dan kekayaan. Dimana dua hal tersebut merupakan dua faktor dasar yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Namun permasalahan yang terjadi sekarang, mereka mencari dua hal tersebut. Tapi melupakan yang namanya “kebahagiaan.” Sehingga banyak kita melihat, orang gila gara-gara harta, orang berperilaku seperti hewan hanya karena uang dan kekayaan. “Kita menjadi sangat terikat dengan apa yang kita percaya. Seringkali, kita lebih memilih merasa benar daripada bahagia. Atau lebih memilih merasa benar daripada kaya (Hal 105).”

Bab 8, 9, 10 dan 11. Penulis menerangkan tahap-tahapan mencapai kebahagiaan dalam segala kondisi dan situasi. Pertama melakukan terobosan dan memusatkan perhatian pada apa yang kita inginkan. Kemudian menciptakannya (Hal. 133).Kedua bersyukur (Hal. 151). Dalam Islam dijelaskan, ketika kita bersyukur maka nikmat itu akan ditambah. Namun ketika kita tidak bersyukur, maka nikmat itu akan menjadi adzab atau bencana. Ketiga merelakan atau puas dengan apa yang kita dapatkan sekarang. Ketika apa yang kita inginkan belum atau tidak bisa tercapai. Relakanlah sekarang juga ! Kemudian mulailah dengan merasa bahagia sekarang juga dan selamanya (Hal. 161). Keempat meminta bantuan kepada orang lain dan kepada Tuhan (Hal. 171). Karena manusia adalah makhluk sosial.

Bab 12, Adrew menutup dengan sub judul “Pentingnya menjadi bahagia.” Sub judul yang merupakan konklusi dari buku ini. Bahagia itu sangatlah penting, karena itu adalah hak setiap manusia. Karena bahagia akan menjadikan diri kita bisa berbagi, berhasil dan sukses dalam menjalani kehidupan ini (Hal. 181).

Sekarang bila kondisi kita belum bahagia. Atau tidak pernah bahagia. Berarti ada kesalahan yang terjadi dalam diri kita. Bukan kesalahan dari dunia. Karena “bahagia” itu adalah hak. Maka kita harus mendapatkannya. Bila masih belum mendapatkan yang namanya “kebahagiaan.” Maka segeralah miliki, baca dan aplikasikan intisari yang terdapat dalam buku ini. Selamat bahagia selamanya.

Resensi ini ditulis oleh Usman Abdul Muluk. Mahasiswa Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB angkatan 2017. IG : @usmanabdulmuluk14
Share:

Resensi Buku : Tuan Direktur

Sebab orang yang tamak kepada harta itu kerap kali lupa akan kehormatan dirinya, lupa akan keutamaannya, bahkan tidak peduli. Muka mereka menjadi tebal. Hati mereka kesat seperti batu. Mereka merasa tidak tidak senang. Sebab hati mereka merasa tidak puas.”
Nasihat tersebut dilontarkan oleh pak Yasin, seorang tua dari pinggir kota yang memiliki rumah sewa di daerah kumuh.

Apa makna sebenarnya dari kekayaan? Mungkinkah seorang yang minim harta bisa merasakan bahagia? Pertanyaan tersebut akan menemukan jawabannya di buku Tuan Direktur karangan Buya Hamka. Meski pertama kali terbit di tahun 1939 buku ini tetap relevan di masa modern. Mengangkat isu tentang hubungan buruh dengan majikan sebagai alur utama, buku ini berhasil menanamkan nilai selagi tetap memberikan cerita yang menarik. Buku ini cocok dibaca oleh masyarakat umum karena bahasanya yang luas dan sederhana, buku ini juga menggambarkan kondisi masyarakat modern dengan cukup apik dan menunjukan bagaimana seharusnya masyarakat modern bersikap.

Bercerita tentang kisah dari Tuan Direktur, seseorang yang kehilangan segalanya akibat ketamakannya. Juga kisah dari Fauzi dan pak Yasin, pemuda yang jernih hatinya dan seorang tua yang meletakan dunia pada genggamannya. Kisahnya sederhana tapi sarat makna.
Bagimu yang ingin membaca bacaan ringan, buku ini bisa menjadi salah satu opsi yang patut diperhitungkan.

Resensi ini ditulis oleh Muhammad Naufal Affif. Mahasiswa Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB angkatan 2016. IG : @mnafif12
Share:

Sunday, 30 December 2018

Resensi Buku : Cashflow Quadrant

CASHFLOW QUADRANT
Robert T. Kiyosaki
PT Gramedia Pustaka Utama

           

Cashflow Quadrant merupakan salah satu buku dari trilogi yang dirancang oleh Robert T. Kiyosaki, seorang mantan tentara Amerika. Buku ini merupakan edisi kedua setelah buku yang pertama yaitu Rich Dad Poor Dad. Saat pertama diterbitkan buku ini menjadi salah satu best seller yang ada di Amerika dan menjadi salah satu acuan dari proses pembelajaran dalam berbisnis.

Di awal pembahasan buku, Robert T. Kiyosaki mengarahkan arah berfikir kepada “Apa tujuan hidup anda?" dan menemukan jalannya. Selain itu, beliau juga menguraikan tentang sistem pendidikan yang ada di dunia saat ini, yang menurut beliau ada beberapa kesalahan dalam pola pendidikan tersebut. Banyak hal yang menyebabkan pola berfikir seseorang menjadi stagnan hanya karna pendidikan yang turun-temurun. Ada beberapa elemen yang diuraikan dalam pribadi seseorang diurutkan berdasarkan lingkarannya, dimana lingkaran tersebut adalah tahapan penting dalam proses pendidikan. Dimulai dari lingkaran terluar yaitu pendidikan fisik, mental, emosional dan spiritual. Menurut beliau, tidak semua elemen tersebut bisa didapatkan di sekolah formal, sehingga banyak siswa ataupun mahasiswa yang berprestasi di sekolah, tapi tidak berhasil di dunia nyata, terutama di dunia tempat uang memegang kendali.

Selanjutnya buku ini mengajak kita untuk membaca sekaligus memposisikan diri kita sudah berada dimana kita saat ini. Melalui metode kuadran yang ditetapkan, ada 4 cara mengkategorikan orang berdasarkan asal uang yang mereka hasilkan. Kuadran-kuadran tersebut diantaranya E untuk employee, S untuk small business atau self-employed, B untuk Big business dan I untuk investor. Setiap kuadran memiliki ciri, pola berfikir, dan tujuannya masing-masing.

Di kuadran E, menjelaskan tentang orang-orang yang memiliki mindset tentang bekerja untuk uang. Mereka mencari pekerjaan yang aman dan terjamin, dengan bayaran yang tinggi dan tunjuangan yang besar. Pada umumnya, orang-orang pada kuadran ini, berharap lebih pada pemegang kekuasaan dan bergantung pada pengendali keuangan. Di kuadran S, orang sudah mulai berfikir untuk menghasilkan uang dengan usahanya sendiri, tetapi pada realisasinya orang pada kuadran S sulit mempercayakan orang lain atau sulit untuk mendelegasikan tugas tugasnya. Sehingga pada kuadran ini, semakin besar penghasilan yang didapat maka orang tersebut akan bekerja lebih banyak dari sebelumnya. Kuadran E dan S berada pada sisi kiri. Selanjutnya, kuadran B merupakan orang-orang yang mungkin berlawanan dengan kuadran E dan S, dimana mereka memiliki bisnis sendiri dan mulai memiliki sistem yang tersusun rapih. Mereka bisa mendelegasikan tugas untuk keperluan bisnis mereka. Salah satu tokoh yang cocok dengan kuadran ini adalah Henry Ford. Terakhir adalah kuadran I, yaitu orang-orang yang bisa melihat uang yang kebanyakan orang lain tidak melihatnya. Ini merupakan tingkatan akhir dari orientasi kehidupan tentang keuangan. Pada kuadran ini, orang mulai menginvestasikan kekayaannya pada orang-orang yang berada pada kuadran B. Dengan kejeliannya, orang-orang di kuadran ini bisa memprediksi bagaimana kadaan keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang. Tujuan akhir dari kuadran ini memiliki pendapatan yang semakin hari semakin besar dan pendapatan pasif tanpa mereka harus bekerja atau memikirkan sistem bisnisnya. Pada umumnya pula, orang-orang pada kuadran ini merupakan alumni atau lintas dari kuadran B. Pada sisi kanan yaitu kuadran B dan I, merupakan orang-orang yang sudah mandiri dari keterikatan finansial dan waktu.

Setelah memahami tentang kuadran-kuadran yang ada, buku ini menjelaskan dan mengarahkan tentang perubahan pribadi. Poin utamanya adalah siapa diri anda seharusnya daripada apa yang harus anda lakukan. Kebanyakan orang-orang yang ada di dunia ini berada pada sisi kiri kuadran dimana mereka terikat dengan keadaan finansial dan waktu. Kebanyakan dari mereka ingin menyebrang pada sisi kanan kuadran tetapi kebanyakan tidak dibekali dengan ilmu yang cukup sehingga banyak pula yang malah mengalami masa dimana mereka jatuh sejatuh-jatuhnya. Contohnya orang-orang yang berada pada sisi kiri yang berada pada kuadran E, mereka memiliki penghasilan atas pekerjaan mereka. Kemudian mereka mulai berfikir untuk menanamkan sebagian dari penghasilan mereka pada unit-unit bisnis yang membutuhkan modal tanpa bisa melihat apakah bisnis itu akan tumbuh dengan baik, yang berimbas pada membaiknya keadaan finansial mereka. Pada kenyataannya mereka hanya membuang uang mereka pada sesuatu yang tidak memiliki kepastian sehingga mereka tidak sama sekali menyebrang pada sisi kanan kuadran melainkan lebih memperburuk keadaaan pada sisi kiri kuadran.


Setelah memahami akan berada di kuadran mana kita seharusnya berada, buku ini mengarahkan pembaca bagaimana meraih kesuksesan pada sisi kanan kuadran Cashflow. Diiringi dengan kisah nyata seorang Robert T. Kiyosaki dengan Ayah kayanya, akan membantu kita sebagai pembaca dalam memilih jalan kita sendiri menuju kebebasan keuangan. Disepanjang buku ini, Robert T. Kiyosaki terus menekankan tentang pentingnya kecerdasan keuangan. Kalau ingin berada di sisi kanan kuadran kita harus lebih pandai dalam melihat uang yang kasat mata dibanding yang ada disisi kiri kuadran.

Di era informasi yang banyak menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan ganjaran keuangan dari pada sebelumnya, saya berharap bisa lebih jeli dan cerdas dalam mengelola keuangan. Banyak ilmu yang saya bisa dapatkan dan pelajari dari buku ini baik dari teori tentang Cashflow Quadrant ataupun dari kisah seorang Robert T. Kiyosaki bersama dengan istrinya. Semua isi buku ini memberikan kesan tersendiri bagi saya disetiap bab, halaman dan barisnya. Bagian satu yaitu berfokus pada perbedaan inti antara orang-orang di keempat kuadran yang berbeda, bagian dua berfokus pada perubahan pribadi dan bagian tiga berfokus pada cara mencapai kesuksesan di sisi kanan kuadran.


Resensi ini ditulis oleh Muhammad Azman. Mahasiswa Sekolah Bisnis IPB angkatan 54. IG : @muhammadazmann
Share:

Monday, 24 December 2018

Elon Musk : Si Tony Stark dari Abad 21

Elon Musk lahir di Kota Pretoria, Afrika Selatan pada tanggal 28 Juni 1971. Elon Musk adalah pria jenius di abad 21 karena memiliki ide gila namun dia berhasil mewujudkannya. Karena ide gilanya itu, maka saya sebut Elon Musk adalah Tony Stark di dunia nyata yang hidup di abad 21. Tony stark sangat ahli dan cinta terhadap teknologi, begitupun Elon Musk. Elon Musk memanfaatkan teknologi dengan baik untuk kebermanfaatan orang banyak.

http://wallpapersdsc.net

Masa kecil Elon Musk terbilang cukup menyedihkan dan penuh penderitaan. Elon Musk yang berusia 9 tahun harus menerima perceraian orang tuanya. Di sekolah, Elon Musk dikenal sebagai anak yang pemalu dan pendiam. Penampilannya juga kerap dianggap culun oleh teman-temannya. Karena hal tersebutlah Elon Musk di bully oleh teman-temannya. Elon Musk menjadi sering menyendiri dan banyak menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Karena kebiasaan membaca buku itu awal mula Elon Musk menjadi pria jenius dan berhasil melahirkan karya-karya besar.

Musk memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Ketertarikannya terhadap dunia teknologi  sudah ditunjukkannya sejak ia berumur 9 tahun. Ketika tinggal bersama ayahnya, ia mempunya komputer pertamanya, yaitu Commodore VIC-20. Kecintaan Musk terhadap komputer mendorongnya mempelajari banyak hal yang bisa ia ciptakan dengan komputer. Ia kemudian mempelajari bahasa pemrograman melalui buku-buku.

Hasil kerja kerasnya dalam mempelajari bahasa pemrograman membuat Musk kecil berhasil membuat game diusianya yang ke-12 tahun. Tepatnya pada tahun 1984, Elon Musk berhasil membuat game yang bernama Blastar. Blastar merupakan video game mengenai ruang angkasa. Game tersebut juga awal mula kesuksesan Musk remaja.

Musk remaja lulus dengan meraih 2 gelar, yakni Bachelor of Economy of Science dari University of Pennsylvania School of Arts and Science. Setelah itu, Musk sempat melanjutkan pendidikan tingkat doktoral di Stanford University. Namun, Musk memutuskan untuk menjalani masa studinya hanya beberapa hari di universitas tersebut. Musk fokus untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang.
Musk berpendapat bahwa setidaknya ada lima hal yang akan mempunyai pengaruh besar dan kehidupan manusia yang akan datang, yakni internet, energi terbarukan, eksplorasi ruang angkasa, kecerdasan buatan (artificial intellegence), dan program kode genetik manusia. Diantara kelima ide bisnis tersebut, internet merupakan bisnis pertama yang diterjuni Musk. Bisnis pertamanya yaitu Zip2. Bisnis ini dirintis dengan modal USD 28.000 dari ayahnya. Pada masa itu, internet memang sedang berkembang dengan pesat. Namun, pada awalnya Musk kesulitan untuk mendapatkan konsumen yang ingin memakai temuannya itu. Namun Musk tidak putus asa dan terus bekerja keras sampai mendapatkan pelanggan. Di tahun 1999, Zip2 di jual ke Compaq dengan harga USD 341 Juta. Dari penjualan itu, 
Musk mendapatkan bagian sebanyak USD 22 juta.

Di tahun 2001, Musk kemudian mendirikan PayPal dan menjadi CEO atas perusahaan tersebut. PayPal merupakan penyedia jasa pembayaran online terbesar di dunia. Tak sedikit yang meyakini jika PayPal suatu saat nanti akan menjadi perushaan yang mendunia, dengan jumlah pengguna yang sulit dihitung jumlahnya. Dan benar saja, tepat di bulan Maret tahun 2000, tercatat telah ada 1 juta pengguna layanan PayPal diseluruh dunia. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah, mengingat banyaknya pengguna yang memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran lewat PayPal.

Di bawah kepemimpinan Elon Musk yang kala itu dipercaya menjadi CEO, PayPal terus mengalami perkembangan dan menjelma sebagai perusahaan baru yang dierhitungkan. Pada tahun 2002, PayPal di akuisisi oleh Ebay karena melihat peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan melihat perkembangan PayPal yang begitu cepat.
Setelah PayPal, Elon Musk tidak berhenti berkarya. Dia memutuskan ingin membuat project menjelajah Antariksa dengan Space X.
“If one can figure out how to effectively reuse rockets just like airplanes, the cost of access to space will be reduced by as much as factor of a hundred.”-Elon Musk
Begitulah tanggapan Elon Musk ketika pertama kali ditanya mengenai alasan di balik pembuatan roket ciptaannya. Musk percaya bahwa roket juga dapat digunakan secara efektif seperti pesawat terbang, yang mampu mengudara dan mendarat secara berulang-ulang.

SpaceX berhasil menciptakan Falcon 1 dan Falcon 9. Di tahun 2008, Falcon 1 menjadi kendaraan luncur berbahan bakar cair pertama yang diluncurkan secara pribadi oleh SpaceX. Pada 23 Desember 2018 SpaceX secara resmi dikontak oleh NASA dengan nilai mencapai 1,6 miliar dolar Amerika. Kesepakatan tersebut tercapai setelah SpaceX berhasil menerbangkan 12 roket dan wahana antariksa Dragon yang merupakan kapsul berisi suplai rutin bagi awak ISS seperti sistem navigasi, perlengkapan medis, dan pengukur gas atmosfer.

Tesla merupakan sebuah perusahaan otomotif yang khusus mengembangkan mobil sport bertenaga baterai yang memiliki kecepatan tinggi. Tesla merupakan perusahaan keempat Elon Musk yang diberi nama yaitu Tesla Motors Inc, dengan biaya sebesar USD 7,5 juta pada April 2004. Produk perdana Tesla yaitu Tesla Roadster. Tesla Roadster merupakan mobil seri perdana yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 221 mil atau setara dengan 365 km dalam sekali pengisian baterai.

Selain memproduksi Tesla Roadster yang berjenis mobil sport, Tesla juga memproduksi mobil jenis lain seperti sedan. Sedan produksi Tesla yang awalnya diberi nama White Star ini kemudian dipasarkan dengan nama baru yang lebih sederhana yaitu ‘Tesla Model S’. Kabin mobil dilengkapi dengan dashboard sistem layar sentuh dan beberapa fitur lain yang tidak kalah canggih. Mobil ini mampu menempuh jarak 300 km untuk sekali pengisian baterai.

Tesla model X merupakan nama yang diberikan pada produk ketiga yang dikeluarkan oleh perusahaan Tesla. Mobil ketiga rancangan Tesla ini diprediksi akan menjadi produk yang lebih menguntungkan bagi perusahaan dibanding dengan dua produk pendahulunya. Tesla berencana akan membuat panel surya dengan sistem solar-photovoltaic untuk dipasang pada atap mobil yang diproduksinya.
‘’People work better when they know what the goal is and whay. It is important that people look forward to coming to work in the morning and enjoy working.’’-Elon Musk
Dan itu lah ide-ide dan impian hebat Elon Musk yang ia dapat wujudkan dan dapat bermanfaat untuk banyak orang. Semua berawal dari keinginan membaca buku. Buku merupakan hal terpenting untuk membuka wawasan dan melihat dunia.
Share:

Wednesday, 5 December 2018

Stop Body Shaming

"Kamu kog gendut sih?"

"Ihhh cuman tulang sama kentut doang!!"

Mungkin dua kalimat ini adalah dua dari sekian banyak kalimat miris yang cukup populer. Kebanyakan dari kita tidak punya kepekaan, dengan brutal menghakimi seseorang dengan kalimat yang seharusnya tidak terucap. Nggak bisa ngebayangin kalau kita bertanya “kog kurusan sih?”, disaat orang yang kita tanya tengah berjuang melawan penyakit. Atau bisa jadi terlontar kata “kog kucel bat sih?”, disaat orang yang kita tanya tengah berjuang melawan depresi. Atau mungkin “kog gendutan?” disaat dia sebenarnya sedang berjuang melawan gangguan hormonal. Dan ini hal yang paling miris yang aku rasakan, disaat orang bercanda dengan kalimat “ihhh cuman tulang sama kentut doang!” atau “ihh keg tengkorak berjalan kau kutengok”, nggak bisa ngebayangin kalimat-kalimat itu terlontar disaat yang kita hakimi sedang berjuang melawan semua situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya.

Kadang kita lupa bahwa ada obrolan yang lebih menarik dari itu. Mungkin kalimat “hai, apa kabar?” atau “you look so nice” itu sudah mulai menjadi hal yang membosankan dan cenderung kuno bagi kids zaman now. Bukan bermaksud menstereotip semuanya, namun sebagian besar hal seperti itu tampaknya memang telah luntur.

Body shaming saat ini bukan hanya sekadar pandangan saja, namun lebih dari itu telah menjadi hiburan bagi orang lain ; mereka senang karena memiliki hal yang lebih baik dari orang lain dan dengan seenak hati mengejek kekurangan orang lain.

Kebanyakan masyarakat kita membuat definisi “sempurna” mereka sendiri tanpa peduli apakah standar itu sebenarnya berlaku ke semua orang atau tidak. Bentuk tubuh bukanlah parameter kecantikan atau ketampanan seseorang guys. 
Hasil gambar untuk body shaming
(sumber: www.voa-islam.com)

Kebanyakan masalah body shaming yang terjadi adalah mengenai bentuk tubuh. Namun banyak orang mungkin tidak setuju dengan #stopbodyshaming, karena mereka beranggapan bahwa dengan body shaming orang yang mereka BERCANDAIN akan sadar untuk berubah menjadi lebih sehat dan proporsional atas berat badannya. But, STOP BODY SHAMING IS MUST. Karena kita tidak pernah tahu kondisi seseorang di balik tubuhnya. Body shaming bukanlah suatu cara seseorang untuk menyadarkan orang lain. Body shaming nggak bisa sama sekali dijadiin pembenaran buat orang lain tersadar. Kalau kalian orang yang baik dan peduli, seharusnya kalian memberi solusi “how to diet” atau kasih tau bahaya lessweight atau overweight dan beri semangat untuk sama-sama memperbaiki, BUKAN dengan cara body shaming. Semua orang pastinya juga ingin tubuh yang ideal guys. Kuy sama-sama memperbaiki dan mengingatkan dengan cara yang peduli, bukan menghakimi.

Let’s speak up. Ketika jadi korban body shaming, kita perlu kasih tahu bahwa tindakan mereka brutal,  nggak sama sekali lucu, dan malah melukai.

Come on guys!!!, dunia ini sudah terlalu sempit untuk mengurus kekurangan orang lain.  Stop body shaming guys. menjadi berbeda itu bukan masalah, justru menyenangkan. Dengan kamu tidak melakukan body shaming, kamu sudah menyelamatkan dirimu dan orang lain.


Salam, 
dari si “tengkorak berjalan” :-(
Share:
Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com