Sunday, 8 July 2018

Istimewa di Dunia Nyata

Semua bisa jadi orang penting di dunia maya.
Sumber : internet; megalomania
Dunia maya adalah dunia di mana seorang kucing kecil, bisa berubah menjadi harimau yang ganas luar biasa.

Di saat yang sama, di dunia nyata. Terdapat negeri yang mempunyai cita luhur untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya, di negeri tersebut justru terjadi kerusakan masif. Pemudanya kehilangan sosok panutan, mereka kehilangan sosok ayah. Ayah yang seharusnya mencontohkan 'ego' dan menanamkan karakter malah mencukupkan diri sebagai pemberi nafkah.
Beriringan dengan krisis ayah, negeri tersebut juga kehilangan jati dirinya. Hukum warisan dari negeri jauh di Barat, produk lokal yang tergusur negeri dari utara, dan budaya pop yang berkiblat ke negeri kecil di semenanjung Asia Timur secara efektif menggempur para pemuda di negeri di mana nyiur melambai.

Diperparah dengan masalah berikut, yaitu kebutuhan diri merasa istimewa. Sebabnya banyak, tapi hasil akhirnya seringkali menjadi tidak istimewa.
Berapa banyak yang tersihir oleh ilusi bernama tren?
Kita paham, yang mengaku istimewa tidak pernah istimewa. Yang istimewa juga tidak perlu pengakuan.
Namun, itulah hebatnya ilusi. 

Suatu tren berpakaian yang dianggap istimewa, justru menjadi tidak istimewa disaat semua menggunakan gaya yang sama. Lebih lagi tren di dunia maya, di dunia tanpa batas ini lah banyak tren bermunculan. Beberapa diantaranya adalah ice bucket challenge dan mannequin challange.

Hasilnya, seperti yang bisa dilihat. Banyak pemuda negeri tersebut memuja harimau dengan meniru habis-habisan si harimau, yang sebenarnya hanya kucing kecil di dunia nyata. 

Apakah mengikuti tren itu buruk? Belum tentu.
Masalahnya adalah, ada generasi yang tidak sadar sedang dimangsa tren 'istimewa' dan hidup di dunia maya.

Lantas, kita harus apa?
Yang pasti, berhenti berpangku tangan dan menyalahkan keadaan. 
Jadilah konsisten dan berlombalah berbuat baik dan benar. 
Yang istimewa tidak pernah minta untuk diistimewakan, dan karena itulah mereka istimewa!

Share:
Lokasi: Kampus IPB Dramaga, Jl. Raya Dramaga, Babakan, Dramaga, Babakan, Dramaga, Bogor, Jawa Barat 16680, Indonesia academics blog
academics blog

1 comment:

  1. Terima kasih atas pencerahannya!sangat menginspirasi.

    ReplyDelete

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com