Sunday, 17 June 2018

Langkah Awal Untuk Memulai Perubahan

Hi Inspirer! Pada kesempatan kali ini, aku ingin membagikan isi dari Motivation Letter ku pada saat seleksi tahap 1 Beasiswa Rumah Kepemimpinan. Barangkali dapat bermanfaat dan dapat memotivasi para Inspirer. Ini juga merupakan langkah awal untuk memulai suatu perubahanku. Selamat membaca!

Sedikit bercerita tentang diri saya. Saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Dimana anak pertama dituntut untuk menjadi contoh atau panutan bagi adik-adiknya. Saya berusaha sebaik mungkin untuk menjadi kakak yang bisa memberikan contoh bagi adik-adik saya. Terbukti saya meraih NEM UN tertinggi pada saat sekolah dasar, diterima di salah satu SMP terbaik di Jakarta Selatan, yaitu SMPN 131 Jakarta, diterima di SMA terbaik di Depok, yaitu SMAN 1 Depok, dan bisa berkuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor. 
Saya memiliki prinsip, yaitu seorang pembelajar yang masih bodoh dan akan terus merasa bodoh. Prinsip itu selalu mengingatkan saya untuk tidak pernah puas atas pencapaian yang saya raih. Karena selama hidup, kita belajar banyak hal. Belajar bukan hanya pelajaran eksak saja. Tetapi belajar dari hal-hal yang terjadi disekitar saya. Saya juga cenderung orang yang suka berorganisasi. Karena dengan berorganisasi, saya belajar banyak hal. Belajar tentang bagaimana cara me-manage waktu, belajar tentang kerjasama tim, belajar bagaimana memahami perasaan orang lain dan masih banyak lagi. 
Hal itu yang mendorong saya untuk mendaftar beasiswa rumah kepemimpinan. Saya ingin terus belajar sesuatu yang baru jika seandainya saya masuk beasiswa rumah kepemimpinan. Saya mendapat banyak informasi bahwa di rumah kepemimpinan, para pesertanya dididik untuk mempunyai jiwa kepemimpinan, mampu memiliki pemikiran kreatif dan inovatif, serta berakhlak yang baik. Rumah kepemimpinan juga bisa dibilang tempat berkumpulnya orang-orang baik yang siap untuk membawa perubahan terhadap bangsa Indonesia ke arah lebih baik. Itu yang selalu saya harapkan, bisa berkumpul dengan orang-orang baik untuk membawa perubahan terhadap bangsa Indonesia agar lebih baik lagi kedepannya. Ada pepatah yang berkata, jika kau berteman dengan seorang penjual parfum, dirimu akan terkena wanginya. Menurut saya, pepatah itu benar dan saya cukup sepakat dengan hal ini. Mencari teman yang baik bisa menjadi sebuah keuntungan bagi diri kita. Memang pada dasarnya kita bisa belajar dengan siapa saja, bisa dari orang yang baik maupun yang tidak baik, bisa dari orang yang sukses, mau pun orang yang gagal. Namun, tentu saja berteman dengan orang-orang lebih baik membuat kita lebih aman. 
Saya merasa bahwa saya layak menerima beasiswa rumah kepemimpinan karena saya memiliki sifat yang ingin terus belajar dan open minded. Menurut saya, para generasi muda perlu memiliki sifat ingin terus belajar dan tidak mudah puas atas pencapaian yang telah diraihnya. Sifat yang tidak mudah puas itu mendorong para generasi muda untuk terus berkarya dan semakin meningkatkan kapasitas dirinya. Lalu di era milenial seperti sekarang, pentingnya kita untuk memiliki sifat open minded atau pemikiran terbuka ini lah yang mendorong kita untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Tentunya harus didasari dengan jati diri dan pendirian yang kuat. Dan saya merasa, saya memiliki kedua sifat tersebut. 
Terbukti pada saat saya SMA, saya mengikuti organisasi disekolah yang bernama Majelis Perwakilan Kelas atau biasa yang disingkat MPK. Pada saat saya kelas 10, saya ditunjuk untuk menjadi wakil ketua MPK. Menurut saya, amanah itu bukanlah suatu hal yang patut untuk dibanggakan. Tetapi, itu merupakan suatu musibah dan harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat. Namun, karena sudah dipercaya oleh banyak orang, saya harus menjalankannya dengan sebaik-baikmya. Di kelas 11, saya dipercaya untuk mengemban amanah menjadi ketua MPK. Suatu amanah yang besar, namun itu juga merupakan kepercayaan teman-teman terhadap saya. Saya belajar banyak hal ketika itu. Mulai dari cara menyeimbangkan akademis dan organisasi, public speaking, kerjasama tim, yang terpenting adalah saling memahami dan menguatkan.
Tidak hanya pada saat SMA saja. Di IPB pun saya melanjutkan kegemaran saya yaitu mengikuti organisasi BEM PPKU. Saya dipercayai untuk mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa. Organisasi seperti sudah melekat pada diri saya. Karena saya berpikir dengan ikut organisasi, kesempatan saya untuk menyebarkan kebaikan akan semakin terbuka lebar. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat untuk orang lain. Dan saya mencoba untuk menerapkan hal itu di hidup saya. Bermanfaat bagi sekitar dimana pun dan kapan pun saya berada.
Itu isi dari Motivation Letter yang aku buat saat seleksi tahap 1 Beasiswa Rumah Kepemimpinan. Dan Alhamdulillah aku berhasi lolos seleksi Beasiswa Rumah Kepemimpinan. Semoga yang diharapkan di isi Motivation Letter ku bisa terrealisasikan. :)



Share:
Lokasi: Surakarta, Surakarta City, Central Java, Indonesia academics blog
academics blog

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com