Friday, 29 June 2018

Belajar untuk Mencari Nilai atau Ilmu?


Pernahkah kalian terlintas di benak kalian untuk apa selama ini kita belajar? Lalu, ketika sudah belajar, apakah kita akan sukses? Apakah pekerjaan kita nanti sesuai dengan apa yang kita pelajari di bangku sekolah atau perkuliahan? Pemikiran seperti itu sempat terlintas di pikiranku. Untuk itu, mari kita sama-sama bahas!

https://www.plukme.com/

Menurutku, apa yang kita pelajari dari SD sampai di bangku perkuliahan itu merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga untuk kita dapat meng-upgrade diri kita agar menjadi pribadi yang berakal, berwawasan, dan berwibawa dengan ilmu yang kita dapat. Bahkan, tidak banyak orang yang memiliki kesempatan yang sama seperti kita yang bisa merasakan belajar dari SD sampai perguruan tinggi. Masih banyak yang tidak bersekolah, tidak bisa menyelesaikan SD nya, tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan lain-lain. Padahal, mereka tentu sangat ingin merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan. Bisa bersekolah, mendapatkan teman baru, bersosialisasi mengenai pelajaran atau bahkan bisa merasakan duduk di bangku perkuliahan. Tetapi, kenapa mayoritas orang malah menyia-nyiakan kesempatan yang berharga itu? Bukankah seharusnya kita bersyukur?

Oke, kita kembali ke pertanyaan di judul diatas. Belajar itu untuk mencari nilai atau untuk mencari ilmu? Menurut saya, belajar itu harus berorientasi dengan ilmu yang kita pelajari. Karena dengan kita berorientasi dengan ilmu yang kita dapat, kita akan belajar untuk ikhlas dalam mempelajari sesuatu hal yang baru. Memang belajar itu tidak gampang, sangat banyak godaan dan hambatannya. Untuk itu, perlu kita belajar untuk sabar dan ikhlas ketika kita belajar sesuatu hal yang baru.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” — Imam Syafi’i
Begitulah yang dikatakan oleh Imam Syafi’i dan Aku sepakat dengan hal itu. Memang ketika kita ingin meng-upgrade diri kita, tentu kita harus belajar untuk berjuang dalam mengahadapi godaan dan tantangannya. Jika kita lemah terhadap diri kita sendiri, maka dunia akan keras kepada kita. Namun, jika kita keras kepada diri kita, maka dunia akan lemah dihadapan kita. Ya, mulailah untuk menguatkan pundak ketika sedang berjuang. Entah itu berjuang untuk menjalankan amanah, atau pun berjuang untuk sesuatu hal yang ingin digapai.

Lalu, kenapa kita tidak terlalu berorientasi kepada nilai? Bukankah Lulus juga harus mendapatkan nilai yang bagus? Jika ingin mendaftar beasiswa juga nilainya harus bagus? Ya, itu semua benar. Namun, ketika kita terlalu berorientasi kepada nilai, makna dari belajar itu lah yang kita tidak dapat. Karena jika kita terlalu berorientasi dengan nilai, maka segala carapun bisa kita lalui untuk mendapatkan nilai yang bagus. Entah itu mencontek, membeli kunci jawaban, dan perbuatan curang yang lainnya. Tentu hakikat belajar yang pada awalnya seakan kita sedang berjihad, dengan cara itu terasa ternodai makna dari belajar itu. Bukannya kita dapat pahala, malah dosa yang kita dapat.

Toh, jika kita mendapat nilai yang bagus tetapi dari hasil yang tidak halal, kita juga akan sulit kedepannya. Karena ilmu yang kita dapatkanlah yang akan kita terapkan. Lalu, ketika nilai bagus, tetapi ilmu yang kita dapat minim, apakah bisa nanti menerapkan di dunia kerja? Apakah bisa menerapkan ilmu yang didapat sesuai bidang di dunia pekerjaan?

Lagi pula, jika kita sudah berorientasi pada ilmu yang  kita dapat, kita sudah berjuang keras dalam belajar tetapi masih dapat mendapat nilai yang kecil, mungkin kita di tuntut untuk lebih keras lagi dalam berjuangnya. Mungkin cara belajar kita yang masih belum efektif dan mungkin kita masih salah dalam proses belajarnya. Tetapi yang saya pahami bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil :)

Semoga menjadi bahan renungan untuk aku dan kalian!

Share:
Lokasi: Bogor, Kp. Parung Jambu, Bogor City, West Java, Indonesia academics blog
academics blog

1 comment:

  1. keren!sangat membuka pemikiran saya. terus menginspirasi!

    ReplyDelete

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com