Saturday, 28 April 2018

Kekecewaan yang Berakhir Rasa Syukur #2


Aku pun langsung menghubungi kedua orang tuaku. Dan mereka memberikan pemahaman yang sangat luar biasa menurutku. Mereka bilang 
“Disetiap doa yang kita mohon, memintalah untuk diberikan yang terbaik, jangan meminta yang spesifik. Kenapa? Karena Allah lah yang tahu masa depan setiap mahkluknya dan Allah sebaik-baik perencana. Maka ketika bagi kita itu yang terbaik, belum tentu bagi Allah itu yang terbaik.”
Dari perkataan itu aku belajar banyak hal terutama tentang makna bersyukur. Setelah diberi pemahaman oleh orang tuaku, aku menemukan sebuah quote yang membuat aku semakin yakin untuk terus bersyukur.

"Saya minta sesuatu pada Allah, jika Allah memberinya padaku, aku gembira sekali saja. Namun, jika Allah tidak memberinya padaku, aku gembira sepuluh kali lipat. Sebab, yang pertama itu pilihan ku, sedangkan yang kedua itu pilihan Allah -Ali Bin Abi Thalib"

Akhirnya, aku mencoba menjalani dengan ikhlas apa yang sudah aku dapatkan. Dan ketika awal masuk Asrama. Sempat terbesit di pikiranku bahwa apakah aku harus mengambil SBMPTN lagi tahun depan? Namun aku memilih untuk menjalani terlebih dahulu berkuliah di IPB. Fyi, di IPB, tahun pertama mahasiswa baru diwajibkan untuk berasrama. Karena yang berkuliah di IPB, banyak yang dari daerah-daerah. Dari Aceh hingga Papua pun ada. Aku berpendapat bahwa IPB merupakan miniatur indonesia. Karena kita bisa bertemu dengan orang-orang dari berbagai macam daerah. Aku belajar banyak hal disini. Mulai dari budaya, bahasa, hingga adat dari berbagai macam daerah.

Menurutku, tahun pertama kita diwajibkan untuk berasrama agar kita mengenal lebih dekat dengan teman-teman kita yang dengan latar belakang yang sangat beragam. Selain itu juga, dengan sistem asrama, kita dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan budaya dan bahasa dari berbagai macam daerah. Aku sempat membayangkan, apa jadinya jika ditahun pertama kita tidak asrama? Mungkin yang ada kita hanya akan bergaul dengan sesama daerah kita saja. Kita bergaul dengan teman-teman SMA saja. Dan asrama lah salah satu solusi dari permasalahan tersebut.

Dan karena di asrama juga, aku menemukan bahwa orang-orang daerah memiliki pemikiran yang kreatif dan daya juang yang tinggi. Di IPB aku baru mengenal apa yang namanya Startup. Dan ternyata, di IPB pun sudah merajalela yang namanya Startup. Disini juga banyak yang sudah memulai bisnis. Hal itu pun yang mengubah pemikiranku. Aku pun jadi terpacu untuk membuat Startup dengan dikelilingi teman-teman yang memiliki pemikiran yang kreatif ini. Alhasil, aku dan teman-temanku berhasil membuat startup kecil-kecilan yang bernama younginspirer.id.

Selain orang-orangnya yang memang memiliki pemikiran yang kreatif dan semangat juang yang tinggi, di IPB juga terkenal dengan suasana islaminya yang kental. Di IPB banyak sekali ku jumpai wanita-wanita yang sudah menutup auratnya. Mayoritas pun sudah memakai kerudung. Dan suasananya pun tenang dan tentram sekali.

Aku sangat bersyukur berkuliah di IPB. Dikelilingi orang-orang yang mempunyai pemikiran kreatif dan daya juang yang tinggi, lingkungan IPB yang islami dan penuh ketenangan, dan Kualitas dosen-dosen IPB yang tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri yang lain. Aku sempat membayangkan, apa jadinya jika aku tidak berkuliah di IPB? Akankah aku bertemu dengan teman-teman yang kreatif dan berorientasi untuk membuat karya demi memajukan Indonesia? Akankah aku terjaga jika tidak berkuliah di IPB? Apakah aku akan menjadi sosok yang hedonisme jika berkuliah di tempat lain?

http://wilayah1.ilmpi.org

Semuanya tidak ada yang tahu kecuali Allah yang tahu akan masa depan setiap makhluknya. Untuk itu, kita hanya perlu percaya dan bersyukur atas pilihan yang telah Allah berikan. Karena setiap pilihan yang diambil, pasti selalu ada hikmah didalamnya. Jalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Jangan jadikan kekecewaan membuat diri kita terhambat akan segalamya.Tetapi, ubahlah rasa kekecewaan tersebut dengan rasa syukur.


Jika belum membaca part 1 Kekecewaan yang Berakhir Rasa Syukur #1
Share:
Lokasi: Bogor, Kp. Parung Jambu, Bogor City, West Java, Indonesia academics blog
academics blog

1 comment:

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com