Saturday, 21 April 2018

Kekecewaan yang Berakhir Rasa Syukur #1


Hi Inspirers! Pada kesempatan kali ini, aku mau sharing tentang perjuanganku dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Institut Pertanian Bogor.


https://walkingbyfaith.tv

Perjuanganku dimulai sejak kelas 12 SMA. Karena kelas 10 dan 11 nya harus fokus di organisasi, jadi baru mulai ngambis sejak kelas 12 SMA. Di awal kelas 12 ini, aku benar-benar ingin fokus ke akademis. Terbukti dari setiap guru yang menjelaskan pelajaran di depan kelas, aku selalu perhatikan betul-betul. Tugas-tugas yang diberikan pun selalu dikerjakan dan dengan sungguh-sungguh. Namun seiring berjalannya waktu, semangat yang membara itu pun mulai padam. Banyak jam kosong yang seharusnya bisa diisi dengan belajar, malah terpengaruh untuk bermain keluar kelas dengan teman-teman.

Sejujurnya, aku sangat mengincar SNMPTN pada saat itu. Karena yang aku tau, SBMPTN itu berat dan seleksinya pun sangat ketat. Aku juga sudah berusaha untuk menyeimbangkan akademis dan organisasi pada kelas 10 dan 11. Namun, rangking paralel aku masih berada di tengah-tengah. Tetapi aku juga bukannya tidak belajar untuk SBMPTN. Di awal kelas 12, aku sudah berniat untuk mencicil materi-materi SBMPTN. Namun, masih sering tergoda ketika diajak teman untuk bermain.

Pada saat menjelang SNMPTN dibuka, alhamdulillah aku masih mendapat kuota untuk mendaftar SNMPTN. Aku langsung berdiskusi dengan orang tuaku untuk menentukan pilihan yang mau aku apply di SNMPTN. Lalu aku memutuskan untuk menaruh Teknik Metalurgi di Universitas Indonesia. Hanya satu pilihan yang aku taruh di pilihan SNMPTN. Dengan harapan bahwa ketika aku hanya mencantumkan satu di pilihan SNMPTN, maka panitia SNMPTN bisa melihat keseriusanku.

Setelah memilih pilihan di SNMPTN, aku juga tetap belajar materi untuk SBMPTN. Tetapi berharap juga agar masuk lewat SNMPTN saja. Karena jujur memang masih takut untuk menghadapi SBMPTN. Setelah beberapa minggu, hari pengumuman SNMPTN pun tiba. Pada saat itu, ayahku yang membukakan pengumumannya. Dan aku dikabarkan tidak lolos SNMPTN. Jujur, rasa kecewa pun muncul pada saat itu. Padahal nilai ku lebih tinggi daripada teman ku yang mendapat SNMPTN Kedokteran di Universitas Padjajajran. Yang berarti bahwa jika aku memilih di kedokteran Unpad, aku bisa saja sudah menjadi mahasiswa di Universitas Padjajaran. Namun, rejekiku tidak disitu dan passion ku pun bukan di kedokteran. Jadi buat apa juga aku memilih jurusan yang tidak sesuai passionku. Yang ada malah menuntut ilmu dengan terpaksa jika aku memilih jurusan yang tidak sesuai passionku.

Ada jalur lain selain lewat SNMPTN, yaitu jalur PPKB. Dan sekolahku banyak dikasih kuota lewat jalur ini untuk masuk Universitas Indonesia. Aku bisa saja mengambil jalur PPKB, namun aku tidak ingin membebankan orang tua ku. Karena yang aku tahu, lewat jalur PPKB membutuhkan biaya uang pangkal yang tidak sedikit. Jadi aku memutuskan untuk fokus SBMPTN yang pada awalnya aku takut.

Akhirnya aku pun fokus belajar SBMPTN. Rasa takut yang pada awalnya muncul, aku buang jauh-jauh dan semangat membara itu pun muncul kembali. Karena yang aku tau bahwa ini lah gerbangku untuk menuju masa depan. Aku tidak mau gagal di kesempatan terakhir ini. Dan dari prinsip itu lah yang membuatku semangat untuk bisa lolos SBMPTN.

Hari demi hari pun aku lewati dengan belajar SBMPTN. Aku tipe orang yang suka belajar lewat Audio Visual. Lebih suka melihat video-video tentang materi-materi SBMPTN. Karena lebih mudah diserap ketika diterangkan dibanding harus membaca. Jadi, temukan cara belajarmu dengan baik. Agar hasilnya pun maksimal.

Ketika pembukaan tes STAN, aku pun disuruh mendaftar oleh orang tuaku. Ya, walaupun aku tidak ada niatan untuk masuk STAN, tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Aku pun hanya belajar lewat TPA SBMPTN. Karena yang aku tahu, tes tahap 1 STAN soalnya tidak jauh berbeda dengan tes TPA SBMPTN. Dan Alhamdulillah aku lolos tes tahap 1 STAN. Namun, harus kandas di tes tahap 2 yaitu tes fisik. Karena pada saat itu memang kondisi badanku yang tidak benar-benar fit. Setidaknya sudah mencoba dan memberikan yang terbaik.

Lalu, ketika semakin dekat dengan Hari-H SBMPTN, persiapanku sudah 80%. Aku mengandalkan di bidang Kimia, Matdas, TPA, dan Matematika IPA. Dan Alhamdulillah Aku memang menjawab banyak di Kimia. Karena yang aku tahu bahwa Metalurgi harus kuat dibidang Kimia. Aku memilih pilihan SBMPTN ku yaitu pilihan 1 adalah Teknik Metalurgi UI, pilihan 2 Sistem Informasi UI, dan pilihan ke 3 yaitu Manajemen IPB.

Setelah menjalani SBMPTN, aku pun juga ikut ujian mandiri UGM. Aku dan teman-temanku memutuskan untuk Tes di UGM nya langsung. Karena kupikir sekalian untuk refreshing walaupun sebenarnya bisa saja aku memilih untuk tes di Jakarta. Namun yang terjadi adalah lebih banyak jalan-jalan dan bermainnya di Jogja daripada belajarnya. Pilihan ku untuk ujian mandiri UGM memang tinggi. Pilihan 1 adalah Teknik Industri, ke 2 Teknik Kimia, dan terakhir adalah Teknologi Informasi. Karena aku memiliki prinsip untuk bermimpi setinggi langit, karena jika terjatuh, maka akan jatuh diantara bintang-bintang.

Setelah ujian mandiri di UGM selesai, aku pun pulang ke Depok dan menunggu hasil-hasil ujian diumumkan. Tawakal dan doa secara terus menerus adalah kegiatanku setalah ujian-ujian berlalu. Aku selalu berdoa di setiap sholatku untuk diberikan PTN yang terbaik. Aku tidak menyebutkannya spesifik, karena aku meyakini bahwa ketika aku menyebutkannya secara spesifik, itu belum tentu pilihan yang terbaik untukku. Jadi lebih baik aku berdoa untuk meminta yang terbaik menurut Allah untukku. Karena Allah adalah perencana terbaik dan yang mengetahui masa depan setiap hambanya.
Ketika hari pengumuman SBMPTN, aku sengaja ingin membukanya bersama-sama di rumah temanku. Sebelum jam pengumuman hasil SBMPTN, aku sudah stay di depan laptop. Begitu pun juga teman-teman ku yang deg-degan menunggu hasil pengumuman tersebut. Ya maklum karena seleksi yang sangat ketat dan SBMPTN ini mungkin merupakan langkah awal untuk meraih cita-cita.
Ketika sudah masuk jam pengumuman SBMPTN, aku dan teman-temanku mencoba masuk ke web SBMPTN. Namun tidak berhasil masuk. Akhirnya, kami memutuskan untuk menelpon orang tua untuk meminta doa agar mendapatkan hasil yang terbaik. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya teman ku berhasil masuk dan Alhamdulillahnya dia lolos SBMPTN jurusan geografi UI. Kami pun ikut senang dan memberikan selamat kepadanya.

Kini giliranku yang akan membuka web SBMPTN. Pada awalnya aku sangat yakin bahwa bakal diterima di pilihan pertamaku. Karena aku cukup banyak menjawab soal SBMPTN dan sudah memeriksa dengan guru les ku dan banyak jawaban yang benar. Keyakinanku bertambah karena hanya sedikit yang pada saat itu mengetahui jurusan Teknik Metalurgi disekolah ku, hanya 3 orang yang mendaftar Teknik Metalurgi UI disekolah ku, termasuk aku. Dan ketika itu, akupun telah ikhlas menerima hasil apapun. Ketika dinyatakan tidak lolos pun, aku sudah mempunyai planning lain.

Dan ketika aku berhasil membukanya, ternyata aku dinyatakan lolos SBMPTN! Tetapi di pilihan ketiga yaitu Manajemen IPB. Teman-temanku bergembira dan memberikan selamat kepadaku. Namun, aku masih kecewa dengan hasil tersebut. Ketika diberikan selamat pun, dalam hati ku masih kecewa dan tidak ada raut bahagia diwajahku pada saat itu. Datar sekali ekspresiku pada saat itu.

-To be Continued-

Share:
Lokasi: Depok, Depok City, West Java, Indonesia academics blog
academics blog

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com