Saturday, 31 March 2018

Narasi Paling Bisu

Halo Inspirers! Dalam tulisanku kali ini, aku mau membagikan tulisan yang aku buat beberapa waktu lalu dalam IPB Art Contest cabang lomba cipta puisi nih. Tapi sebelum itu, izinkan aku bercerita terlebih dahulu tentang bagaimana aku bisa mengikuti perlombaan tersebut, simak baik-baik ya!

Mungkin bagi sebagian orang,  IPB Art Contest atau yang biasa disebut IAC adalah ajang perlombaan se-IPB yang biasa-biasa saja, pun ada pula yang menganggapnya sebagai wadah bergengsi untuk unjuk kemampuan, sebab peserta IAC adalah kontingen yang terpilih dari setiap fakultasnya. Bagi aku sendiri, IAC adalah keterasingan yang memukau. Entah bagaimana harus menilai IAC adalah ajang bergengsi atau ajang biasa-biasa saja, bagi maba seperti aku, turut hadir sebagai peserta IAC adalah hal yang menakjubkan.

Semua dimulai dari keikutsertaan aku dalam PASSION (PPKU Art and Sport Competition). Di PASSION sendiri, qadarullah aku mendapatkan posisi runner up dalam cabang lomba cipta puisi. Runner up beserta first winner cabang lomba apapun akan menjadi kontingen yang dikirim ke IAC.

Sejujurnya aku kurang percaya diri saat perlombaan dimulai. Aku melihat seisi ruangan adalah kakak-kakak tingkat yang membawa nama fakultasnya masing-masing. Aku hanya maba PPKU dengan optimismenya yang alhamdulillah tidak luntur habis karena melihat mereka. Mungkin kalau inspirers sekalian ada didalam ruangan saat  itu, inspirers sekalian akan setuju bahwa wajah-wajah yang mengisi ruangan adalah wajah sastrawan, itu membuatku sedikit gugup.

Alhamdulillah! ternyata aku diberi kesempatan untuk memiliki plakat ini inspirers! 
Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk aku agar nantinya aku bisa berkarya lebih untuk Agama, Bangsa, dan almameter!

 
          

Inilah puisi biasa-biasa saja dari orang yang biasa-biasa juga. Semoga ke-“biasa-biasaan” ini menjadi penyempurna ketidaksempurnaan halimah wafiah adilah. Selamat menikmati puisinya! Iringi dengan musik indie ditemani secangkir teh manis. Jangan kopi ya. Untuk saat ini, kopi hanya akan membuat malam semakin pekat dan pahit.

Kritik dan saran sangat diterimaJ jangan bosan-bosan berkunjung!



Narasi Paling Bisu

Aku adalah swastamita,
Pelarian rindu para serdadu puisi.
Yang menyayat larik dalam sepi

Selamat malam, sore yang tenggelam!
Yang berlagu dalam ketaksaan.
Yang menukik tawa kiranya sebilah pengkhianatan.

Adalah karsa, yang jejaknya tertinggal dalam sajakku
Adalah rindu, yang mestinya tak berujung se-hanya tunggu

Inilah ambang sebuah pelarian,
Berpuluh topeng yang padannya memang bermakna sebuah ancaman,
Berwindu gamang antara pulang dan petualang,

Tak terhitung berapa genta melengking tajam, namun jumawa memang tak pernah diharapkan!


Selamat malam, bumi 2018!
Cakrawala terlalu naif untuk tak simbahkan rinai,
Namun seumpama diorama yang orang-orang haturkan,
Anekdot memang terlalu klise untuk tak dilakonkan.

Bicara tak lagi untuk bicara,
Mendengar tak lagi untuk mendengar
Tak berguna kau berlarian di kaki langit,
Sebab dewasa ini, manusia hidup dalam gawai keterasingan


Rebah dan berkarat!
Mereka tak lagi peduli pada terik siang hari,
Seakan handal dalam melukis senyuman,
Hanya agar eksis dalam fana yang kelak berkesudahan

Rapuh dan hancur!
Orang-orang memang dididik menjadi jahat,
Seakan mencintai rinai dalam syair-syairnya,
Namun sedia payung sebelum hujan menyambut kedatangannya

Salah siapa?
Swastamita hanya dapat ber-genta
Kiranya gaungku pun akan bermakna,
Akan ku nyanyikan sebilah sajak paling asa

Selamat malam, harapan!
Mayat-mayat telah bergelimpangan,
Namun tak satupun raga menyumbang tangan.
Kau tahu? Bumi memang sudah tertinggal jauh dari harapan

Ah, seperti halnya mimpi semalam,
Kau hanya akan terbangun dalam keadaan gamang.
Layaknya hinaan pada jalang tak ber-atap
Selalu saja, semena kau kata tak biadab

Jika sekali lagi ku bertanya, salah siapa?
Akankah ku temu sebuah jawab?
Swastamita hanya ingin tangisnya di dengar
Sudikah kiranya engkau?

Share:
Lokasi: Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia academics blog
academics blog

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com