Saturday, 31 March 2018

Narasi Paling Bisu

Halo Inspirers! Dalam tulisanku kali ini, aku mau membagikan tulisan yang aku buat beberapa waktu lalu dalam IPB Art Contest cabang lomba cipta puisi nih. Tapi sebelum itu, izinkan aku bercerita terlebih dahulu tentang bagaimana aku bisa mengikuti perlombaan tersebut, simak baik-baik ya!

Mungkin bagi sebagian orang,  IPB Art Contest atau yang biasa disebut IAC adalah ajang perlombaan se-IPB yang biasa-biasa saja, pun ada pula yang menganggapnya sebagai wadah bergengsi untuk unjuk kemampuan, sebab peserta IAC adalah kontingen yang terpilih dari setiap fakultasnya. Bagi aku sendiri, IAC adalah keterasingan yang memukau. Entah bagaimana harus menilai IAC adalah ajang bergengsi atau ajang biasa-biasa saja, bagi maba seperti aku, turut hadir sebagai peserta IAC adalah hal yang menakjubkan.

Semua dimulai dari keikutsertaan aku dalam PASSION (PPKU Art and Sport Competition). Di PASSION sendiri, qadarullah aku mendapatkan posisi runner up dalam cabang lomba cipta puisi. Runner up beserta first winner cabang lomba apapun akan menjadi kontingen yang dikirim ke IAC.

Sejujurnya aku kurang percaya diri saat perlombaan dimulai. Aku melihat seisi ruangan adalah kakak-kakak tingkat yang membawa nama fakultasnya masing-masing. Aku hanya maba PPKU dengan optimismenya yang alhamdulillah tidak luntur habis karena melihat mereka. Mungkin kalau inspirers sekalian ada didalam ruangan saat  itu, inspirers sekalian akan setuju bahwa wajah-wajah yang mengisi ruangan adalah wajah sastrawan, itu membuatku sedikit gugup.

Alhamdulillah! ternyata aku diberi kesempatan untuk memiliki plakat ini inspirers! 
Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk aku agar nantinya aku bisa berkarya lebih untuk Agama, Bangsa, dan almameter!

 
          

Inilah puisi biasa-biasa saja dari orang yang biasa-biasa juga. Semoga ke-“biasa-biasaan” ini menjadi penyempurna ketidaksempurnaan halimah wafiah adilah. Selamat menikmati puisinya! Iringi dengan musik indie ditemani secangkir teh manis. Jangan kopi ya. Untuk saat ini, kopi hanya akan membuat malam semakin pekat dan pahit.

Kritik dan saran sangat diterimaJ jangan bosan-bosan berkunjung!



Narasi Paling Bisu

Aku adalah swastamita,
Pelarian rindu para serdadu puisi.
Yang menyayat larik dalam sepi

Selamat malam, sore yang tenggelam!
Yang berlagu dalam ketaksaan.
Yang menukik tawa kiranya sebilah pengkhianatan.

Adalah karsa, yang jejaknya tertinggal dalam sajakku
Adalah rindu, yang mestinya tak berujung se-hanya tunggu

Inilah ambang sebuah pelarian,
Berpuluh topeng yang padannya memang bermakna sebuah ancaman,
Berwindu gamang antara pulang dan petualang,

Tak terhitung berapa genta melengking tajam, namun jumawa memang tak pernah diharapkan!


Selamat malam, bumi 2018!
Cakrawala terlalu naif untuk tak simbahkan rinai,
Namun seumpama diorama yang orang-orang haturkan,
Anekdot memang terlalu klise untuk tak dilakonkan.

Bicara tak lagi untuk bicara,
Mendengar tak lagi untuk mendengar
Tak berguna kau berlarian di kaki langit,
Sebab dewasa ini, manusia hidup dalam gawai keterasingan


Rebah dan berkarat!
Mereka tak lagi peduli pada terik siang hari,
Seakan handal dalam melukis senyuman,
Hanya agar eksis dalam fana yang kelak berkesudahan

Rapuh dan hancur!
Orang-orang memang dididik menjadi jahat,
Seakan mencintai rinai dalam syair-syairnya,
Namun sedia payung sebelum hujan menyambut kedatangannya

Salah siapa?
Swastamita hanya dapat ber-genta
Kiranya gaungku pun akan bermakna,
Akan ku nyanyikan sebilah sajak paling asa

Selamat malam, harapan!
Mayat-mayat telah bergelimpangan,
Namun tak satupun raga menyumbang tangan.
Kau tahu? Bumi memang sudah tertinggal jauh dari harapan

Ah, seperti halnya mimpi semalam,
Kau hanya akan terbangun dalam keadaan gamang.
Layaknya hinaan pada jalang tak ber-atap
Selalu saja, semena kau kata tak biadab

Jika sekali lagi ku bertanya, salah siapa?
Akankah ku temu sebuah jawab?
Swastamita hanya ingin tangisnya di dengar
Sudikah kiranya engkau?

Share:

Sunday, 25 March 2018

Tips Cara Belajar Efektif

Hola Inspirers! 

          Mendekati akhir bulan Maret seperti sekarang merupakan hari-hari yang mendebarkan bagi kebanyakan pelajar. Baik kamu yang masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga kamu yang sedang menjadi mahasiswa, akhir bulan Maret sering membuatmu gelisah. Pasalnya, akhir Maret sampai awal April merupakan waktu dimana Ujian Tengah Semester biasanya dilaksanakan. Apa yang kamu dapat pada minggu-minggu pembelajaran/perkuliahan akan diujikan pada UTS nantinya.

          Banyak pelajar yang kurang memahami esensi dari ujian itu sendiri, hingga terkadang terlalu khawatir dan menjadi depresi yang tak berkesudahan. Buat kamu-kamu yang sering dilanda depresi menjelang waktu ujian, mungkin artikel ini bisa membuatmu menghalau depresi dadakan. Sebenarnya, ujian itu merupakan sarana bagi kita untuk mengingat kembali ilmu yang telah kita pelajari selama masa pembelajaran. Jadi, kita tidak perlu takut atau terlalu khawatir dengan ujian yang akan kita hadapi. Artikel mengenai hakikat menuntut ilmu dapat kamu baca juga agar dapat lebih memahami esensi dan hakikat sebenarnya mengapa kita harus menuntut ilmu.

          Tetapi untuk lebih memantapkan persiapanmu dan tidak membuatmu lebih galau lagi menjelang UTS nantinya, aku akan sedikit merangkum tips bagaimana cara belajar yang efektif nih! Semoga bermanfaat~

Sumber : homeworldfurniture.files.wordpress.com


1. Buat Suasana Belajar yang Nyaman

          Suasana belajar kita merupakan salah satu yang menentukan apakah ilmu yang kita pelajari dapat 'masuk' dengan cepat atau tidak. Coba bandingkan antara kamu belajar di tengah mall dengan kamu belajar di kamarmu yang rapi, bersih, dan tertata dengan baik! Tentu saja hasil belajar yang didapat akan berbeda bukan? Oleh karena itu, suasana belajar kita haruslah dibuat senyaman mungkin. Jika kamu lebih suka belajar di kamar, pastikan kamarmu rapi dan bersih. Lebih baik lagi jika ditambah pengharum ruangan. Jika kamu lebih suka belajar di luar ruangan, pastikan bahwa suhu yang ada tidak terlalu dingin/panas. Karena hal seperti itu dapat menganggu proses belajarmu.

          Tentunya kamu yang lebih tau bagaimana ukuran suasana belajar nyaman bagi dirimu sendiri, kan. Maka kondisikanlah terlebih dahulu suasana belajarmu sebelum memulai proses belajar itu sendiri. Asalkan, jangan sampai suasana yang nyaman itu membuatmu ketiduran yaa 😄


2. Cicil Materi Pelajaran

          Tidak dapat dipungkiri, salah satu kebiasaan buruk yang kebanyakan pelajar miliki adalah belajar dengan cara SKS (Sistem Kebut Semalam). Yaitu sistem belajar dengan mempelajari materi ujian yang diujikan esok pada malam harinya. Tapi tahukah Inspirers? Cara belajar seperti itu merupakan cara belajar yang buruk! Jika materi ujian yang telah kita pelajari saat di kelas kita ulang hanya dalam semalam, maka dapat dijamin ilmu yang kita pelajari tersebut tidak akan dapat terserap dengan baik. Agar lebih efektif, sebaiknya materi yang akan diujikan kita pelajari 3 minggu sebelum ujian itu berlangsung. Bagilah materi-materi yang ada menjadi beberapa bagian yang lebih sedikit dan pelajarilah bagian demi bagian setiap harinya. Niscaya materi yang akan diujikan tersebut dapat kita kuasai dengan baik dan mudah diserap oleh otak.


3. Catat Pokok Pelajaran

          Dalam setiap materi pelajaran, pastilah ada yang namanya intisari. Intisari inilah yang menjadi pokok dari suatu materi. Sisanya merupakan penjelas-penjelas dari intisari itu tadi. Agar belajar kita lebih efektif, catatlah pokok-pokok pelajaran selama guru/dosen sedang menerangkan di kelas. Biasanya guru/dosen akan menekankan pokok pelajaran dengan cara mengulang-ngulang kalimat yang menjelaskan pokok pelajaran ini. Maka catatlah pokok-pokok pelajaran tersebut dengan baik.


4. Baca Berulang Kali

          Setelah menuliskan apa saja pokok pelajaran yang ada, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membacanya. Bacalah keseluruhan dari materi yang ada agar dapat mengerti konsep pelajaran secara keseluruhan. Setelah itu baca kembali pokok-pokok pelajaran yang telah dicatat tadi. Jika masih tidak mengerti, bacalah kembali berulang-ulang sambil mencoba mencari penjelasan dari orang yang dianggap lebih mengerti. Yang pasti, kamu tidak boleh malas membaca! Karena membaca merupakan kunci dari belajar.

Sumber : timeshighereducation.com

5. Hafalkan Kata Kunci

          Kadang, mau tidak mau kita harus menghafal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hafalan supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.


6. Kembangkan Materi yang Telah Dipelajari

          Jangan puas dengan materi yang telah diajarkan oleh guru/dosen di kelas. Terkadang masih banyak hal yang tidak didapatkan di kelas. Agar ilmu yang kita miliki semakin luas, berpikirlah seperti seorang ilmuwan. Coba cari hal-hal menarik yang belum dijelaskan pada materi tersebut kemudian list menjadi daftar pertanyaan. Tanyakan pada guru/dosen. Jika masih belum puas, coba cari buku atau referensi lainnya yang dapat menjawab pertanyaanmu tersebut. Jika ini kamu lakukan, materi pelajaran yang memang sudah seharusnya kamu pelajari pun akan ikut terserap. Tidak percaya? Coba deh!


7. Berlatih!

          Ada pepatah klasik yang mengatakan, "Practice makes perfect." Ya, berlatih membuat sempurna. Dengan berlatih, materi yang kita pelajari akan semakin mudah melekat di dalam otak kita. Pepatah tersebut pun menjadi klasik dan diulang dimana-mana pun karena telah terbukti keabsahannya. Rajin-rajinlah berlatih yaa 😊


8. Istirahat yang Cukup

          Belajar boleh mati-matian, tapi jangan lupakan hak tubuhmu untuk beristirahat. Istirahat yang cukup akan membuat tubuhmu segar kembali dan menjadi lebih bersemangat untuk belajar lebih giat lagi.

Sumber : cdn.psychologytoday.com


          Mungkin cukup sekian tips cara belajar efektif yang kutulis. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau ingin berdiskusi terkait bagaimana cara belajar yang efektif, bisa meninggalkan pesan di kolom komentar yaa~

          Oiya, buat kamu-kamu yang ingin menghadapi SBMPTN, artikel ini mungkin bisa membantumu 😉
Share:

Wednesday, 21 March 2018

Cara Manajemen Waktu yang Baik


Halo Inspirers! Kali ini aku mau membagikan opiniku tentang cara manajemen waktu. Opiniku ini berdasarkan pengalaman pribadiku. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan ya!

http://cosmopolitanfm.com/

Sebagai pelajar, pasti kita mempunyai kesibukan yang beragam. Entah itu menekuni passion masing-masing, aktif di luar kegiatan akademis, maupun aktif di perlombaan. Kita yang memutuskan jalan hidup kita masing-masing. Kita juga yang memutuskan dimana tempat kita untuk berkembang. Namun, semua kegiatan yang akan kita jalani, harus lah terstruktur dan tersusun dengan rapi. Agar, tidak ada satu pun kegiatan yang terlewatkan. Untuk itu, kita perlu manajemen waktu yang baik agar kegiatan kita tidak ada yang bentrok satu sama lain.

Cara yang aku lakukan untuk mengatur kegiatan agar tidak bentrok adalah :

1. Menandai kegiatan-kegiatan penting di Kalander HP

Handphone merupakan benda yang sering kita bawa kemana-mana. Untuk itu, menandai kegiatan-kegiatan penting di HP sangatlah efektif. Karena setiap saat mungkin kita selalu mengecek HP. Jadi ketika tanggal penting itu telah tiba. Pasti kita akan ingat, karena reminder dari HP kita.


2. Membuat Today List

Today list merupakan to do list yang kita buat setiap hari. Today list alangkah baiknya juga diterapkan di HP kita masing-masing. Jadi hari-hari yang kita jalani bisa berjalan teratur dan terstruktur karena dibantu oleh today list. Today list biasanya disusun malam hari sebelum tidur. Jadi sebelum tidur, kita menuliskan kegiatan apa saja yang ingin dilakukan esok hari.


3. Selalu Mengecek Jadwal

Ketika kita ingin membuat janji kepada seseorang. Alangkah baiknya jika kita mengecek dulu jadwal yang sudah kita susun. Tujuannya agar acara yang sudah tersusun sejak lama tidak bentrok dengan janji yang kita buat. Jadi tidak ada yang merasa dikecewakan atau digantungin J


4. Jangan ragu untuk mengatakan “Tidak Bisa”

Prinsip ini juga perlu diterapkan bagi kita yang ingin jadwal yang sudah kita susun tidak bentrok. Jangan ragu untuk mengatakan tidak bisa kepada orang yang ingin mengundang kita. Karena jika kita memiliki rasa tidak enakan untuk menolak ajakan, maka kita akan pusing dengan agenda yang telah kita setujui itu.


5. Susunlah Skala Prioritasmu!

Skala Prioritas merupakan sesuatu hal yang sangat penting ketika acara-acara penting kita bentrok. Cara terakhir yang dapat kita lakukan jika acara-acara penting kita bentrok adalah dengan melihat skala prioritas kita. Kita lah yang berhak untuk menentukan skala prioritas kita sendiri. Karena yang tahu lebih dalam tentang diri kita pastinya diri kita sendiri. Untuk itu kita harus melihat urgensi dari setiap prioritas yang kita buat.

Mungkin cukup sekian aku membagikan tentang caraku dalam me-manage waktu agar kegiatan-kegiatanku tidak bentrok satu sama lain. Barangkali bermanfaat dan bisa diterapkan bagi kalian juga. Kalau kalian ada cara-cara lain. Boleh banget berbagi dengan kita semua. Tulis dikomentar ya jika kalian ada yang ingin membagikan tips-tips lainnya! J

Share:

Tuesday, 13 March 2018

MONSTER HUJAN (2)


monster hujan (1): http://www.younginspirer.id/2018/01/monster-hujan.html


          Anggaplah  hidup ini adalah sebuah mimpi, kelak aku akan terbangun dari tidur yang panjang ini.



          Sayup-sayup, suara jam weker membangunkan Mega. Mega terbangun dari tidurnya, bersimpuh diatas selimut putih tebal. Ia mendongak, memerhatikan langit-langit kamarnya yang nampak beda. Indah, katanya. Mega masih setengah sadar, ia terus memukul-mukul wajahnya berkali-kali agar sadar atas apa yang ia lihat hari ini. Kasur empuk, selimut tebal, cermin besar, meja rias, bahkan jam weker? semua tampak sempurna!

          Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki. Langkah kaki yang tak asing dengan aroma kenangan dalam masakan seorang ibu.

          “Saatnya sarapan!” Seorang wanita cantik membuka pintu jati kamar Mega. Wanita itu mendekati Mega, tersenyum indah seperti bidadari yang pernah ia jumpai beberapa tahun lalu.

          “Mega sayang, ayo makan. Setelah itu mandi. Nanti Ibu yang antar ke sekolah.” Wanita itu mengelus pipi Mega.

          “I-Ibu?” Mata mega mulai basah.

          “Ada apa gadisku?” Jawabnya, sembari tersenyum sipit.

          “Kalau ini mimpi, Mega gak mau bangun!” Ia menangis, memeluk erat seseorang dihadapannya.

          “Kamu ini kenapa sih?” Wanita itu tertawa tipis.

          “Ayo, ceritakan pada Ibu, kamu mimpi apa?”

Mega kembali menatap seseorang dihadapannya, berulang kali membuka dan menutup matanya. Seseorang dihadapnnya mengerutkan dahi,

          “Gak mau cerita sama Ibu?” tanyanya.

Mega masih terdiam. Isak tangisnya mulai tak bisa terbendung,

“Bu, Mega sayang Ibu.”

“Mega gak mau pisah sama Ibu!” Mega menggenggam erat tangan seseorang dihadapannya.

Sayup-sayup, penglihatan Mega memudar. Ada dengung yang begitu kencang, menusuk pendengaran Mega. Rumah seperti akan roboh, semua benda bergetar. Ada apa ini?

Baru saja, rasanya semua kenangan telah kembali. Mega merasa ada penawar yang menghampiri dirinya yang tengah diracuni oleh peliknya kehidupan. 

“Kalau ini mimpi, aku lebih baik terus bermimpi.” Mega terbangun.

          Rebah. Semua keindaahan itu telah raib. Yang tersisa hanya mata yang sembab dan jutaan tanya pada benak Mega. Mega merasa Tuhan tak adil dengan semua teka-teki buntu ini. Kamar artistik dihadapan Mega beruban menjadi rongsokan. Rumah yang kumuh. Kamar kecil tanpa jendela. Seorang Ibu yang begitu ia cinta pun seketika menghilang dari pandangan. Berubah menjadi angin lalu yang menyesakkan dada.

          “Wahai tuhan, sebenarnya kebahagiaan itu milik siapa?”

-----

          Seperti pagi-pagi sebelumnya, pagi ini jalan raya sudah padat. Udara terasa mencekik. Bau-bau tidak sedap berseliweran seenaknya. Trotoar-trotoar sudah penuh dengan para pedagang. Beberapa anak sekolah dasar terlihat berlarian. Saling mendahului satu sama lain, ingin menjadi orang pertama yang datang ke sekolah.

          Diantara para pedagang yang sudah membuka lapaknya di trotoar, Mega dan Bagas berjalan cepat dengan sangat hati-hati, berupaya agar tidak menginjak barang-barang jualan para pedagang. Mega berjalan didepan, sedangkan Bagas hanya mengekor.

          “Kak, jangan buru-buru.” Rengek Bagas.

          Mega berhenti sejenak, menoleh kearah sepupunya itu dengan tatapan kesal, lalu melanjutkan perjalanan.

          Mereka berjalan cukup jauh. Jarak sekolah dan rumah memang terbilang tidak terlalu dekat. Jadi, setiap harinya, Mega dan Bagas harus sudah berangkat pukul 6 pagi. Sekolah Mega dan Bagas bersebrangan. SMA Kejuruan Merah Putih dan SMP Negeri tanah hijau 003.

          “Kakak masih marah?” Tanya Bagas.

          Yang ditanya hanya diam dan terus melangkah kedepan.

          “Kak Megaa...”

          Mega menoleh, “Berisik Bagas!”

          “eh, kak?” Bagas langsung teralihkan fokus pada pelipis Mega yang terlihat sedikit kemerahan.

          “Kakak dipukul?!”

          “Biasa aja gas.” Mega membalikkan Badan.

          “Pakde yang pukul ya kak?”

          “Kak?”

          “Kak Meg-“ Bagas menghentikan pertanyaannya. Mega masih membelakangi tubuhnya, Bagas tidak melihat raut apa yang sekarang berada pada wajah kakak sepupunya itu. Yang jelas, ada isak yang dipaksa tertahan. Ada hembusan napas penuh lelah.
(sumber: rickyrizkiana.blogspot.co.id)




          “Kalo kakak bilang kakaka capek, boleh gak sih?” Mega menoleh, tersenyum.

          “Ah, apasih. Jalan lagi gas, nanti telat.” Mega memulai langkahnya.

          “Kak, Bagas mau tanya.” Pertanyaan Bagas terdengar agak serius.

          “Pakde pernah ngelakuin hal yang gak sepatutnyakah?”

          “Contohnya?” Tanya Mega.

          “Ya selain mukul. Apa gitu?”


          Mega Menggeleng. “Kakak pernah bilang ke kamu kan, kalo dalam diri kakak ini ada monsternya. Siapapun gak mungkin berani aneh-aneh sama kakak. Percaya itu.” Mega tersenyum.  


          “Kemaren katanya kamu mau jadi dokter kan? Nah, belajar yang rajin! Masuk SMA favorit. Jangan SMA kakak hehe.”

          “Dih siapa bilang? Orang Bagas mau jadi ustadz!”
          Mega dan Bagas tertawa bersama. Saling ejek satu sama lain, sembari melanjutkan perjalanan ke sekolah.

-TBC-

Share:

Saturday, 10 March 2018

Little Story in Kyoto, Japan

Hallo Inspirers! Kali ini aku mau berbagi sedikit ceritaku saat pergi ke Jepang tahun 2015 lalu. Tanggal 1-8 November 2015, satu angkatanku di SMAIT Insantama Bogor pergi ke Jepang. That was not like a study tour in the other schools. Ini  adalah sebuah program. The name is LKMA (Latihan Kepemimpinan dan Manjemen tingkat Akhir). LKMA beda dengan study tour biasanya karena kami tidak menggunakan uang orangtua. Uang yang kita gunakan murni hasil ‘keringat’ cari sponsor, donatur, berjualan, dan lain-lain. Output yang dihasilkan salah satunya adalah tulisan studi komparasi Indonesia dengan Jepang.

Clock Tower Kyoto University
Sebenernya di sana kami mengunjungi Tokyo, Toyohashi, Kyoto, Mesjid Kobe, dan Osaka. Tapi karena artikel ini tidak bisa terlalu panjang, so aku pilih menceritakan Kyoto terlebih dahulu.

Kami berangkat dari Toyohasi menuju Kyoto tepat di hari ke-5 (5/11). Sesungguhgnya aku pribadi saat itu belum bisa move on dari Toyohashi. Belum bisa move on dari orang-orang yang super duper ramah dan baik. Selain itu, Toyohashi juga punya sensasi nyaman, damai, adem, dan kalem. (Maybe next time i’ll tell u how comfortable Toyohashi City, wait yaaa). Tapi apa daya, kami punya agenda yang lain. 

Waktu itu berharap bisa merasakan kecanggihan dari teknologi ini. Ternyata belum rizqi. Sekali naik Shinkansen, bisa sampe seharga 1juta. Jadinya cuma foto di tulisannya doang sambil disholawatin :)
Documentation of LKMA 2015: Tiket kereta dari Toyohashi ke Kyoto. Saat itu sekitar Rp14.800,00. Jauh lebih hemat daripada Shinkansen :)

“Aduh di Kyoto orang-orangnya kaya gimana ya?” itu gumamku selama perjalanan.
Alhasil, pas sampe di stasiun, ternyata Kyoto lebih ramai dan hangat dibanding Toyohashi. Sambutan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Kyoto membuat suasana  semakin hangat. Kita disambut dengan senyuman mereka. Walaupun denger denger mereka udah nunggu cukup lama di stasiun. Mereka tetep menyambut kita dengan senyuman dan mempersilahkan kita istirahat sejenak sebelum menuju tempat peristirahatan. Gaada kursi yang cukup menampung 60 anak SMA, akhirnya kita pun ngemper di lantai.

Kita tidak menyewa hotel. PPI menyediakan tempat peristiratan untuk kita. Kita dibagi beberapa kelompok. Aku kebagian kelompok yang tinggal di rumah pak Arif, mahasiswa Kyoto asal Bandung. “Yes! Urang Sunda euy, sama kaya aku” gumamku di dalem hati. Pak Arif tinggal bersama istri (yang ramah dan sering ngomong Sunda) serta 3 orang anak. Rumahnya cukup besar dan nyaman.

RUMAH NOBITA :) 
 
Kita dipersilahkan tidur di sebuah ruangan cukup besar dengan satu kamar mandi. Rumah pak Arif benar benar seperti rumah Nobita yang ada di kartun doraemon. Lantainya terbuat dari kayu dengan pintu geser. Di sana juga terdapat lemari seperti yang digunakan doraemon tidur. Kasur yang kita gunakan adalah kasur lantai yang dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari jika selesai kami gunakan.


KYOTO UNIVERSITY

Foto, sholawatin terus do'a. Semoga next time bisa belajar lebih lama di sana. aamiin

Ini adalah tujuan utama kita ke Kyoto. Kyoto University adalah sebuah universitas tua yang menurutku mirip dengan IPB. Kampus ini sangat rindang, seperti IPB yang terkenal dengan 'hutan'nya. Di sini, kita mengunjungi museum Kyoto University yang berisi sejarah, denah, and all about Kyoto University. Menurutku ini sebuah inspirasi. Museum ini dilengkapi dengan miniature dan gambar-gambar. Tanpa ada tour guide sekalipun, kita sudah bisa membayangkan bagaimana pendidikan di Kyoto University

Kita juga mendapatkan materi kuliah di Fakutas Pertanian. Amazing! Yang aku kagumi adalah bagaimana mereka sangat memperhatikan perkembangan pertanian di tengah kota.
Acgriculture is very important for this world.
Jepang berbeda dengan Indonesia. Luas wilayah Jepang jauh lebih kecil dari Indonesia. Bangunan industri Jepang lebih padat dari Indonesia. Namun, Jepang selalu menyediakan lahan pertanian di setiap wilayah dan mengoptimalkannya. Lahan sempit dan bangunan padat tidak menghalangi pelaksanaan program pertanian. Itulah prinsip mereka.
Every threarts can be solved. Believe it!
Bapak Dean Miyagawa Hisashi, salah satu dosen, memaparkan alternatif-alternatif pelaksanaan program pertanian yang diciptakan oleh mahasiswa Kyoto University untuk mengatasi tantangan-tantangan pertanian. Itu sangat luar biasa! Yang lebih luar biasanya lagi, setiap alat dan program yang mereka ciptakan pasti salah satu tujuan utamanya adalah “Ramah Lingkungan”. Amazing bukan? Tidak hanya MAJU/CANGGIH, tetapi RAMAH LINGKUNGAN.

For your information, Kyoto University membuka peluang pertukaran pelajar dengan mahasiswa Asia, khususnya ASEAN. So, I recommend u to try it!
 Tempat-tempat GRATIS yang direkomendasikan untuk kamu kunjungi ketika di Kyoto:
1. Kamogawa (Kamo River)
Sungai indah. Mirip dengan sungai yang di film Doraemon “Stand by Me”
Documentation of LKMA 2015
2. Masjid Kyoto Muslim Association
Muslim di sana akan sangat senang kehadiran kalian. Kalian akan disambut mereka . (Indahnya ukhuwah Islam)

2. Kyoto Imperial Palace
Sejenis Kebun Raya Bogor. Sangat asri, indah, bersih, dan ramai dikunjungi turis.
Documentation of LKMA 2015

Sebenarnya, kita dua hari tinggal di Kyoto. Tetapi, mohon maaf, tidak cukup di artikel ini. Maybe next time. Inspirers boleh komentar/kontak pribadi aku/DM di IG younginspirer.id untuk request mau aku ceritain kota yang mana lagi pas di Jepang. Terimakasih. Semoga bermanfaat.
Share:

Tuesday, 6 March 2018

5 Hakikat Manusia Hidup Di Dunia

Hi Inspirers! Kali ini aku mau membagikan opiniku tentang hakikat manusia hidup di dunia. Kita pasti pernah berpikir untuk apa kita hidup di dunia, tujuan kita hidup di dunia, dan hal apa yang semestinya kita lakukan di dunia. Nah, ini ada beberapa pandanganku mengenai hakikat manusia.

Image result for hakikat manusia
http://4.bp.blogspot.com/

1. Menjadi Lebih Baik dari Malaikat
Manusia diciptakan oleh Allah sejatinya untuk terus beribadah kepada Allah. Menjalani segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena Allah lah yang telah menciptakan kita, termasuk alam semesta ini. Jadi sebagai hamba Allah, kita harus bersyukur dan berterimakasih kepada Allah dengan cara menjadi hamba yang taat kepada-Nya. Tahukah kalian bahwa kita diciptakan Allah sebagai makhluk yang spesial? Kenapa disebut makhluk yang spesial? Karena kita diberikan akal dan kehendak bebas. Malaikat memang makhluk yang sangat taat kepada Allah, tetapi malaikat tidak mempunyai kehendak bebas. Maka dari itu, kita bisa saja menjadi lebih baik dari malaikat jika kita taat kepada Allah. Karena kita diberikan kehendak bebas, yang dimana kita bisa saja untuk taat dan bisa saja untuk tidak taat. Disitulah letak ujian hidup ini. Jika kita taat kepada Allah, maka Surga adalah ganjarannya. Namun, jika kita tidak taat kepada Allah, maka Neraka yang kita dapatkan. Itu semua merupakan kehendak bebas yang dapat dipilih oleh kita sebagai manusia. Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an sebagai berikut :
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus …,” (QS:98:5).

2. Sebagai Makhluk Sosial
Selain itu, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Yang dimana itu mengharuskan kita untuk menjalin hubungan baik dengan sesama makhluk. Saling tolong-menolong dalam kebaikan, menjalin silaturahim, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Maka teruslah kita berbuat baik di dunia ini dan selalu menebarkan manfaat kapan pun dan dimana pun kita berada. Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an sebagai berikut :
“Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu disisi Allah adalah yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS: Al Hujurat :13).

3. Menjadi Pemimpin di Muka Bumi
Menjadi Khalifah atau pemimpin di muka  bumi juga merupakan hakikat manusia. Ketika kita menjadi seorang pemimpin, kita semakin mudah untuk terus berbuat baik dan menebarkan manfaat seluas mungkin. Karena manusia diciptakan di muka bumi selain untuk terus beribadah kepada Allah, kita juga diwajibkan untuk menebarkan dakwah.
 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Al-Imran : 110)

4. Terus Belajar dan Berkembang
Selanjutnya adalah manusia diciptakan untuk terus belajar dan belajar. Manusia diwajibkan untuk terus menuntut ilmu. Karena tanpa ilmu, kita tidak bisa untuk bermanfaat kepada orang lain dengan karya kita, tanpa ilmu kita tidak bisa menyebarkan dakwah. Kenapa tidak bisa menyebarkan dakwah? Karena ketika kita mempunyai ilmu yang tinggi, orang-orang akan segan dan percaya ketika kita bicara. Bandingkan dengan orang yang bicara tanpa ilmu, orang pasti akan menganggap sebelah mata. Maka dari itu selama hidup, kita harus terus belajar. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al hud berikut ini
“Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat, kemudian rahmat itu kami cabut dari padanya, pastilah ia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.” (QS: Al Hud:9).
Jika kamu belum mengetahui makna menuntut ilmu, kamu bisa kunjungi artikel ini Hakikat Menuntut Ilmu

5. Makhluk Biologis

Tentu yang satu ini tidak bisa dilewatkan. Manusia diciptakan juga sebagai makhluk biologis karena manusia memiliki raga atau fisik yang dapat melakukan aktifitas fisik, tumbuh, memerlukan makanan, berkembang biak dan lain sebagainya sebagaimana ciri-ciri makhluk hidup pada umumnya. Sama seperti makhluk lainnya di bumi seperti hewan dan tumbuhan, hakikat manusia sebagai makhluk biologis dapat berakhir dan mengalami kematian, bedanya manusia memiliki akal dan pikiran serta perbuatannya harus dapat dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. 
Share:

Sunday, 4 March 2018

Akhirnya Menang Juga!

Halo Inspirers! Beberapa waktu lalu aku baru aja pergi ke Bengkulu loh! Wih, ngapain tuuh? Penasaran? Kuy dibaca yaa, aku mau cerita nih, hehe. Semoga bisa menginspirasi :)


         Sebagai awalan, for your information guys, aku tuh punya target untuk jadi mahasiswa berprestasi di tingkat dua nanti (aamiin). Sementara salah satu syarat yang mungkin cukup menantang untuk mendaftarkan diri menjadi mahasiswa berprestasi, haruslah memiliki 10 prestasi/kemampuan yang diunggulkan yang dapat dibuktikkan dengan dokumen pendukung. Naah, aku tuh berusaha nih dari tingkat satu sekarang untuk ngejar 10 bukti prestasi/kemampuan itu. Cara paling mudah untuk mendapatkannya adalah dengan ikut lomba. Jadi semenjak baru masuk IPB, aku tuh udah nyoba ikut lomba-lomba beberapa kali, dan semuanya adalah lomba debat Bahasa Indonesia. Kenapa debat? Karena aku rasa aku cukup kompeten dalam bidang itu. Aku juga suka ketika mengungkapkan argumentasi secara lisan. Disamping alasan bahwa lomba debat itu gak terlalu ribet sih. Tinggal ngomong aja kan? Hehe

         Lomba pertama yang aku coba ikutin adalah lomba Management Edutainment. Itu lomba yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Malang. Saat itu aku dan tim yang terdiri dari 3 orang (semuanya mahasiswa baru) berhasil masuk ke Quarter Final. Yaa cukup lumayan sih untuk ukuran maba. Apalagi lawannya mayoritas adalah mahasiswa tingkat akhir serta dari beberapa perguruan tinggi papan atas di Indonesia. Tetapi tetap aja yang namanya kecewa pasti ada ya, karena tim kami nombokin uang cukup banyak untuk biaya tiket pesawat dan akomodasi lainnya :')




         Lalu masih dalam bulan yang sama, bulan november kala itu jika tidak salah, aku nyoba lagi nih. Masih penasaran, aku mendaftar lomba debat yang diadakan oleh Universitas Negeri Jakarta. Aku kembali dengan tim yang berbeda, tapi semuanya masih mahasiswa baru juga. Kita berhasil meraih juara Harapan 1 disitu. Bersyukur sih, tapi tetep aja kecewa. Kenapa? Karena yang dapat sertifikat, trophy, dan uang pembinaan hanya juara 1-3. Lagi-lagi kami harus mengorbankan uang yang kami miliki :') 

         Masih penasaran, aku lagi-lagi mendaftarkan diri di lombat debat. Kali ini dengan komposisi tim yang berbeda. Dua orang mahasiswa baru angkatan 2017 dan satu orang kakak tingkat, angkatan 2016. Lomba ini yang mengadakan dari Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Unversitas Sultan Ageng Tirtayasa (HIMANE UNTIRTA). Ternyata hasilnya lebih buruk dari yang sebelum-sebelumnya, tim kami kalah di pertandingan pertama! 

         Merasa cukup putus asa, di semester pertama perkuliahanku tersebut aku tidak mendaftar lomba lagi. Cukuplah, pikirku. Aku akan coba di semester depan saja. Beberapa amanah organisasi yang kuemban juga membuatku berpikir ulang jika harus pergi ke luar Bogor untuk lomba. Tetapi jujur, memang rasa penasaran itu tetaplah ada. Kok aku gak menang-menang ya? pikirku kala itu. Walaupun aku kalah terus, tetapi aku pun tetap bersyukur. Setidaknya aku mendapat pengalaman yang berharga dari kekalahanku itu. Aku pun cukup merasa bangga sebagai mahasiswa baru sudah berani mencoba beberapa perlombaan di tingkat nasional. Kala itu aku juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang aku dan timku lakukan. Aku mempelajari dan berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan itu dengan belajar teknik-teknik debat di internet, terutama di Youtube. Aku pun percaya bahwa suatu saat aku bisa meraih kemenangan yang kuimpi-impikan itu. Kutipan yang selalu kuingat dan menjadi motivasiku adalah,


Whatever doesn't kill you, always makes you stronger. Segala sesuatu yang tidak membunuhmu, akan membuatmu lebih kuat.
         Artinya adalah, segala sesuatu yang menimpa hidup kita, baik itu sesuatu yang menyenangkan ataupun kurang menyenangkan, akan membuat kita lebih kuat. Asalkan kita menyikapinya dengan benar, maka segala sesuatu akan membuat kita lebih kuat, lebih bijak, lebih dewasa, lebih hebat, dan lebih baik lagi dari kita di masa lalu. Syaratnya adalah kita berpikir positif pada Tuhan dan senantiasa belajar dari kesalahan yang kita lakukan. 

         Artikel yang ini juga udah menjelaskan panjang lebar loh tentang hakikat ilmu, monggo bisa dibaca juga :)

         Oiya, mungkin Inspirers bertanya-tanya nih, memangnya aku ketika lomba seperti itu gak dapet dana dari rektorat? Biasanya memang dapat kok jika kami mengajukan proposal permohonan dana. Tetapi memang seringnya sih gak fully funded semua biaya akomodasi kita. Paling hanya sebagian kecilnya aja. Jadi memang kalo kalah cukup berasa juga di kantong sih, hehe.

         Nah, kalo tadi cerita yang kurang enaknya, sekarang aku mau cerita yang enaknya. Berangkat dari rasa penasaran yang mendarah daging karena gak pernah menang, aku nekat mencoba lagi. Iya, lomba debat lagii, hehe. Tawaran lomba kali ini aku dapet dari Kak Husna, Biokimia 2016. Jadi ceritanya waktu itu aku ketemu dengan tim Kak Husna di final lomba debat UNJ. Iya, semifinalnya IPB lawan IPB tuh. Tetapi apa daya, karena tim aku pun saat itu isinya masih maba semua, kami dikalahkan oleh timnya Kak Husna ini. Tetapi dengan baiknya, kakak yang satu ini ngajak aku buat ikut lomba debat. Kali ini lombanya di Bengkulu, dengan tema umumnya adalah pendidikan. Teman tim yang satu lagi namanya Kak Randi, SKPM 2016. Jadi lomba kali ini isinya aku dengan kakak tingkat nih.

         Singkat cerita setelah latihan beberapa kali di IPB, sampailah kami pada hari H perlombaan di Bengkulu. Pada hari pertama kami tanding hingga 4 kali dan berhasil mencapai final. Gak kebayang deh tuh gimana rasa syukurku kala itu, Seengganya pulangnya udah pasti bisa bawa piala kan, hehe. Perlombaan dilanjutkan keesokan harinya. Saat itu lawan kami di final adalah tim dari Universitas Jambi. Setelah match yang cukup alot, tim kami dinyatakan kalah oleh dewan juri dan hanya meraih juara 2 saja. Tetapi walau begitu, kami tetap bersyukur atas karunia yang dianugerahkan pada kami. Biar bagaimanapun, kami telah berusaha dan hasil seperti apapun memang sudah sepatutnya disyukuri. Terlebih, yang meraih juara 3 pada perlombaan debat tersebut juga tim dari IPB. Selain itu, kakak tingkat kami juga menjuarai perlombaan esai yang diselenggarakan pada acara yang sama. Bertambahlah euforia kemenangan kami, tim dari IPB, pada hari itu.




         Tak lupa, sebelum pulang, budaya yang biasanya dilakukan setelah selesai lomba, yaitu jalan-jalan! Tentunya sayang banget dong jika mengunjungi banyak tempat di seluruh Indonesia jika tidak jalan-jalan. Biasanya banyak yang berangkat lomba itu bukan lomba tujuan awalnya, tetapi memang ingin jalan-jalan! Jadi bisa dibilang lomba itu hanya tujuan sampingannya ajaa, hehe. 

         Di Bengkulu ini, kami mengunjungi berbagai macam tempat wisata. Mulai dari Pantai Panjang, Benteng Marlboro peninggalan Inggris, hingga bekas Rumah Pengasingan Bung Karno dan Rumah Bu Fatmawati. Alhasil selain pengalaman, foto-foto (yang ini pasti), dan kesenangan yang kami dapatkan, kami juga belajar sejarah dari kunjungan kami tersebut. Istilahnya, sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.

--

         Sekarang, aku juga lagi coba lomba di bidang lain nih. Apaan tuh? Karya Tulis Ilmiah! Jika lomba debat terbilang cukup ringan yaitu hanya menyampaikan argumen secara lisan saja, karya tulis ilmiah bisa dibilang cukup menantang untuk kuikuti. Karena tingkat kompleksitas yang lebih tinggi membuat banyak orang agak menghindari lomba yang satu ini. Alhamdulillahnya nih, timku sudah lolos tahap abstrak. Kami sedang mempersiapkan tahap selanjutnya yaitu pengumpulan full paper. Doakan yaa. Doakan juga cita-citaku untuk menjadi mahasiswa berprestasi bisa tercapai. Aamiin.



--

         Mungkin sebagian dari kamu yang baca tulisanku punya pengalaman dan pencapaian yang jauh lebih hebat dari yang telah aku alami. Lalu mungkin ada juga beberapa dari kamu yang berpikir yaelah cuman gitu doang aja sok-sok an nulis gini. Iya sih, aku juga sadar kalo yang kualami ini belum ada apa-apanya. Bahkan jauh banget dari kata hebat. Tapi aku percaya, untuk menyebarkan inspirasi dan kebaikan itu tidak harus menunggu kita menjadi orang besar dan hebat. Karena kita semua tahu bahwasanya tidak ada satu pun orang sukses di dunia ini yang tiba-tiba mendadak menjadi sukses. Pastinya setiap orang sukses dan hebat melalui proses yang panjang dan menyakitkan terlebih dahulu hingga mereka bisa mencapai puncak kesuksesan mereka. Lalu mengapa tidak coba sebarkan saja inspirasi dan pengalaman yang dimiliki walaupun memang belum mencapai kata hebat itu? Bukankah lebih baik daripada mereka yang hanya bisa mengomentari dan nyinyir di belakang? Hehe. Maka harapanku setelah kamu baca tulisan ini hanya satu. Teruskan rantai inspirasi ini ya, Inspirers!

Share:
Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com