Thursday, 8 February 2018

Karena Selama Hidup, Kita Belajar #2

Sebelum membaca yang part 2, diharapkan sudah membaca Karena Selama Hidup, Kita Belajar #1 :)

Sumber : www.faldomaldini.com

Setelah Faldo Maldini menjadi kepala departemen barisan FMIPA, akademis nya tidak turun sama sekali. Perkuliahan berjalan lancar, tidak terkena turbulensi atau pun terpengaruh dengan padatnya aktivitas organisasi. Namun, di Kompetisi Roket Indonesia, tim riset Faldo Maldini harus menuai kekalahan. Saat perlombaan, alat mereka tidak berfungsi dengan baik ketika akan diujikan. Tetapi itu tidak membuat semangat mereka turun. Mereka justru semakin termotivasi untuk menang dan mendeklarasikan akan ikut lagi di tahun berikutnya.

Di suatu sore, Faldo didatangi salah seorang teman yang satu jurusan dengan beliau, Harits. Ia adalah project Officer (Ketua Panitia) acara pemilihan raya di kampus. Harits membujuk Faldo untuk menjadi Ketua HMD Fisika UI. HMD adalah kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Departemen. Lagi-lagi seperti saat diawal menjadi Ketua Departemen Barisan FMIPA, beliau tidak sedikit pun tertarik untuk hal itu, namun diusulkan menjadi pemimpin. Disini kita mendapat pelajaran bahwa jika ingin menjadi seorang pemimpin, ambisi pribadi bukan lah salah satu cara yang tepat, namun kepercayaan orang-orang terhadap kita lah yang membutuhkan kita untuk menjadi seorang pemimpin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu:
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).”
Hadits ini diriwayatkan al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya no. 7146

Prinsip Faldo adalah jika banyak orang baik tidak mau mengemban amanah, tidak mau berlelah-lelah dan berkotor-kotor berjuang, apa jadinya jika amanah digunakan sewenang-wenang oleh orang jahat? Jika banyak orang yang menjalani amanah bukan untuk mengabdi, namun untuk dirinya sendiri, bukankah itu berarti kita membiarkan orang zhalim memimpin? Beliau tidak ingin keadaan itu terjadi.
”Saya memaknai titik balik layaknya sebuah roket yang akan diluncurkan. Ia bisa saja terbang tinggi, namun bisa juga jatuh hancur lebur jika tidak dimanfaatkan dengan baik” - @Faldomaldini
H-1 jelang penutupan pendaftaran calon, Harits datang lagi kepada beliau. Kali ini ia tidak sendiri namun bersama oleh teman lain, yaitu Rifki. Rifki ini ketua angkatan beliau di fisika. Ia datang sambil berujar apa yang Harits sempat sampaikan dan meyakinkan beliau bahwa Fisika membutuhkan beliau.

Beliau merasa saat ini sedang berada di titik balik dalam hidup. Titik balik adalah titik dimana sebuah hal yang baik akan dimulai. Titik balik biasanya membuat seseorang menemukan semangat baru yang menguatkan. Mengambil perubahan lewat titik balik memang momentual. Waktunya tidak sering dan tidak mudah datang.

Akhirnya beliau memutuskan untuk mendaftar sebagai salah satu calon ketua HMD Fisika UI. Rifki menepati janjinya dengan tidak meninggalkan beliau sendirian dalam pencalonan HMD Fisika UI. Ia mengenalkan Faldo ke semua warga Fisika UI sebagai calon Ketua HMD. Kandidat calon Ketua HMD yang lain bernama Eno, teman baik beliau satu angkatan.

Setelah terjadi pergulatan visi misi selama proses kampanye, tiba lah untuk pemungutan suara. Alhasil kandidat nomor urut 1 mendapat suara 220, nomor urut 2 mendapatkan 70. Dan kandidat nomor urut 1 adalah Faldo Maldini. Beliau pun langsung mengambil wudhu dan shalat minta ampun. Beliau berdoa agar dikuatkan dan tidak mengecewakan yang telah memilih dia sebagai Ketua HMD. Disini kita bisa mengambil pelajaran bahwa amanah yang telah kita terima, itu bukanlah suatu hal yang patut untuk dibangga-banggakan, namun adalah sebuah musibah yang harus kita jalani dengan sebaik mungkin. Karena amanah akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir.

Setelah menjalani kepengurusan sebagai Ketua HMD Fisika UI, Faldo juga kembali mewakili UI di Kontes Roket Indonesia. Kali ini dia mempersiapkan sebaik mungkin dan meneliti jauh lebih banyak dan lebih sering. Alhasil, UI mendapatkan juara favorit di tahun tersebut.

Ketika tugas beliau di HMD Fisika hampir selesai karena sudah memasuki akhir tahun kepengurusan. Angin-angin nuansa pemilihan raya kembali berhembus. Tiba-tiba beliau didatangi segerombolan orang dari jurusan yang berbeda. Ada yang dari Matematika, Biologi, Kimia, Farmasi dan Geografi. Apa tujuan mereka? Tujuan mereka hanya satu, yaitu meminta Faldo untuk maju sebagai Ketua BEM FMIPA UI. Mereka percaya dengan beliau karena melihat kinerja beliau saat menjabat sebagai Ketua HMD Fisika UI dengan baik. Tetapi, beliau tidak langsung menjawab tawarannya dan memilih untuk memikirkan lebih lanjut untuk mengambil keputusan.

Calon lain yang akan maju adalah Syahreza yang merupakan teman baik beliau sekaligus Ketua HMD Kimia UI. Syahreza dulu juga menjadi project officer ospek fakultas FMIPA UI. Sementara, Faldo hanya menjadi staf Syahreza. Kekhawatiran pun muncul, melihat prestasi dari Syahreza yang bisa dibilang lebih baik dari Faldo. Namun, Faldo berpikir bahwa beliau harus mencari tantangan lain dan harus melompat lebih tinggi jika ingin belajar lebih banyak.

Akhirnya, beliau konsultasi kepada orang tua nya mengenai hal ini. Dan orang tuanya Faldo menyerahkan keputusannya kepada beliau. Setelah memikirkan matang-matang dan berpikir karena banyak yang mempercayakan dan mendukung jika beliau maju sebagai Ketua BEM FMIPA UI, akhirnya beliau memutuskan untuk maju  sebagai calon Ketua BEM FMIPA UI. Beliau pun maju tidak sendiri, harus ditemani wakil. Beliau memilih Wahyu yang dulunya Ketua HMD Farmasi. Segerombolan orang yang meminta Faldo untuk maju pun menjadi timses beliau.

Setelah masa kampanye yang penuh dengan dinamikanya, tibalah masa pemungutan suara. Faldo dan Wahyu yang dianggap sebagai underdog oleh sebagian orang hanya bisa bertawakal dan berdoa atas apa pun hasilnya nanti. Dan ternyata perhitungan suara menunjukkan angka 1200-an vs 500-an. 1200-an untuk kandidat nomor urut 1 dan 500-an untuk kandidat dengan nomor urut 2. Faldo-Wahyu adalah nomor urut 1.

Faldo-Wahyu memiliki visi untuk BEM FMIPA UI yaitu Satu Hati, Bergerak, untuk MIPA Berprestasi. Faldo-Wahyu membentuk FMIPA dengan suasana baru, yaitu mengangkat nuansa keilmuan dan pendidikan. Selain aktif menjadi Ketua BEM FMIPA UI, Faldo juga mengakselerasi diri selama di BEM FMIPA UI dengan mengikuti kompetisi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) dan berhasil mendapat peringkat 3 di Fakultas. Dan berkat paper Mapresnya, beliau diundang ke Vancouver, Kanada, juga Singapura. Ini membuktikan bahwa kesibukan kita di organisasi tidak menutup kemungkinan kita tidak bisa berprestasi di bidang akademis. Justru semakin kita disibukkan untuk hal yang baik dalam organisasi, semakin pintar kita dalam me-manage waktu.

Usai kembali dari Kanada, banyak sekali kesempatan ke luar negeri yang beliau dapatkan. Tawaran tersebut antara lain menjadi pembicara/pemateri, penanggap diskusi, dan juga peserta undangan sebuah acara. Namun, tidak semua tawaran diambil beliau, karena mengingat amanah yang ada di BEM FMIPA UI.

Hari-hari semakin berlanjut ke akhir tahun. Pemira akan segera hadir kembali untuk menentukan Ketua BEM UI. Faldo yang notabenenya Ketua BEM FMIPA UI juga menjadi salah satu orang yang dicalonkan untuk menjadi Ketua BEM UI. Ide yang beliau bawa kala itu adalah BEM UI yang cerdas dan inklusif. Ide itu adalah sebuah pemikiran sederhana yang beranjak dari gerakan mahasiswa yang semakin dibilang tidak cerdas dan melangit. Konsekuensi jika beliau menjadi Ketua BEM UI, beliau harus mundur lebih awal dari BEM FMIPA UI. Akhirnya setelah melalui seleksi visi misi di lingkungan dakwah kampus MIPA UI, Faldo lah yang berhasil mendapat dukungan penuh untuk maju sebagai calon Ketua BEM UI.

Setelah didukung penuh oleh Dakwah Kampus, beliau harus mencari pasangan wakil ketua BEM. Setelah mebentuk timses terlebih dahulu, Faldo akhirnya memutuskan untuk menarik Odi sebagai wakil. Odi merupakan teman sekamar beliau di PPSDMS. Banyak juga yang meragukan Odi akan mampu mengisi posisi Wakil Ketua BEM UI. Karena Odi memiliki karakter kepemimpinan yang sangat kuat dan sangat cocok menjadi Ketua BEM UI. Di tahun sebelumnya Odi juga merupakan Ketua BEM FIB UI. Intinya banyak yang mengatakan bahwa komposisi Faldo dan Odi terbalik. Dan Faldo lebih cocok menjadi Wakil Ketua BEM.

Setelah melewati proses kampanye yang menegangkan. Kandidat lain yaitu Kartini-Ryan juga merupakan pesaing yang sulit. Kartini merupakan seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum UI dan aktif di lomba debat di Fakultas Hukum, sementara Ryan, Ketua BEM Fasilkom tahun sebeleumnya. Kartini-Ryan mengusung tagline ‘Kolaborasi untuk Prestasi’ sementara Faldo-Odi mengusung tagline ‘Inspirasi untuk Berkarya’.

Tiba saat pemungutan suara BEM UI yang diadakan selama satu minggu. Perhitungan suara pun dilakukan dan akhirnya ditetapkan pasangan nomor urut 1 menjadi pemenang dengan perolehan 8147 dari 11935 suara yang masuk dan memenangkan suara di 11 fakultas dari 13 fakultas yang ada. Tanpa gugatan. Dan pasangan nomor urut 1 adalah Faldo-Odi

“Jika memang ingin membangun dan menciptakan sesuatu yang lebih besar. Ya, belajarlah untuk hidup dengan passion yang kita punya” – @Faldomaldini
Hari-hari menjalani segala aktivitas di BEM UI dengan menjadikannya passion. Secara harfiah, passion berarti perasaan dan emosi yang kuat. Isu-isu seperti kenaikan BBM, penggusuran secara paksa dan lain-lain pun pernah beliau hadapi. Mulai dari seorang polisi yang berusaha menyogok Faldo untuk tidak mendemo, di teror dan berbagai ancaman lain. Namun, beliau tetap kuat imannya dan sabar dalam menghadapinya.

“Bagi saya, gerakan mahasiswa itu sederhana saja, yaitu segala upaya yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengubah dirinya dan sekitarnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Jika sudah baik, lebih baik lagi, terus lebih baik. Ya, sesederhana itu saya memandangnya tanpa ribet.”-@Faldomaldini

“Ya, terkadang tidak harus berpikir keras secara komprehensif jika kita ingin melakukan sesuatu. Ide yang simple kadang muncul sekelebat dan kita harus cepat menangkapnya”-@Faldomaldini     
Setelah membaca, bisa juga mengunjungi Hakikat Menuntut Ilmu untuk mengetahui lebih dalam kenapa selama hidup, kita belajar.
Share:

1 comment:

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com