Saturday, 17 February 2018

Tips Menyeimbangkan Antara Akademik dengan Kegiatan di Luar Akademik

Oke, disini saya mau berbagi tips mengenai cara menyeimbangkan akademik dengan kegiatan di luar akademik. Tips ini bukan berasal dari pengalaman pribadi saya, tetapi dari pengalaman teman saya yang aktif di organisasi namun juga memiliki IP diatas 3,5 (Cumlaude). Berikut ini adalah tips-tipsnya!

http://careernews.id

1. Mencari Waktu yang Terbaik untuk Belajar
      Kita harus tau kapan waktu terbaik kita buat belajar. Karena menurut teman saya, ini merupakan cara yang terbaik menyangkut keefektifan belajar kita juga. Waktu yang terbaik menurut teman saya adalah sekitar jam 2 sampai shubuh. Jadi, setelah sholat Isya, kita sebaiknya tidur terlebih dahulu, lalu bangun pada saat jam 2 pagi. Disamping otak kita sudah fresh, kita juga bisa meluangkan waktu kita untuk sholat tahajud sebelum memulai belajar.

2. Sering Me-review Pelajaran yang Kita Paling Tidak Kuasai  
    Sering-sering ulangin pelajaran di matkul. yg paling gak kita kuasai misal kalkulus. Nahh sering sering bergaul sama kalkulusss biar bersahabat dan gak jadi musuh lagi.

3. Fokus Saat Di Kelas
      Kalo di kelas sama sekali gak mikirin organisasi kalo di organisasi sama sekali gak mikirin kelas, biar sesuai ajaa nempatin diri kita nyaa dan biar gak kecampur campur urusannya.

4. Jangan Suka Begadang
      Yg terpenting jangan begadang karena bisa bikin ngantuk di kelas, ngantuk di kelas akan menyebabkan kita tidak maksimal dengerin dosen padahal penjelasan dosen adalah yg paling penting. Tips nya kalo emang ngantuk gak ketahanan ya tidurin aja tapi jangan lupa siapin rekaman di hp biar ga ketinggalan terus pas ada waktu luang di dengerin dan dibikin resume.

5. Cari Tahu Cara Belajar Kita
      Kalau teman saya, cara belajarnya visual sama auditory. Jadi dia harus nulis dan banyak dengerin. Terkadang dia suka pura pura ngajarin ke diri dia sendiri tentang hal hal yg perlu dia ngertiin, atau dia dengerin temennya yg lagi belajar atau bikin resume pake pena warna warni yg cantik dan menarik, resumenya cuma poin poin penting terus dia jabarin sendiri dan itu ngebuat hapal diluar kepala banget katanya.

6. Kurangin main sosmed
    Wah ini dia godaan terbesar saat mau belajar. Kalau sudah mau belajar, mending HP nya dimatikan atau di silent dan dijauhkan dari kita. Tujuannya agar kita lebih fokus saat belajar.

7. Tips Rahasia Teman Saya!
    Ini tips rahasia teman saya. Jangan tinggalin tahajud sama sholat duha pokoknya tiap hari, terus biar gak gampang lupa dia sering imbangin tiap abis nambah pelajaran, dia nambah juga hapalan quran. Karena itu merupakan nasihat dari ibunya dan dia udh buktiin. “Semakin kita ngafal quran semakin mulus aja otak kita, kayak enak aja gitu diisi nya jadi nya gak mental gitu, jadii kalo bisa yaaa nambah terus lahh hafalan yaa biar tercapai juga target hafidz quran nyaa.” Mantap nih tips rahasianya! Biar berkah dunia dan akhirat

8. Selesaikan Pekerjaan Sampai Tuntas
     Kalau teman saya baru bisa belajar jika kerjaan lain udh kelar. Misal, ada yg harus di buat entah itu proposal atau tugas organisasi lain, kalau dia enakan selesaiin yang itu dulu baru dia enak tenang belajar.

9. Harus Seimbang
      Intinya bagi waktu yang benar, jangan condong ke salah satu harus seimbang, akademik, organisasi sama akhirat.

Semoga dapat bermanfaat dan membantu kalian para aktivis dalam memperjuangkan kebaikan ya J


Share:

Thursday, 8 February 2018

Teruji Secara Klinis

Neraka adalah tempat manusia diperbaiki atau dibersihkan dari dosa-dosa. Dosa ibarat kerusakan atau kecacatan pada suatu barang. Beberapa barang yang cacat dapat diperbaiki. Namun, ada beberapa barang memiliki kecacatan yang tidak dapat diperbaiki, sehingga harus dibuang. Begitu pun dosa manusia. Dosa manusia akan dihilangkan di neraka dengan siksaan-siksaan yang pedih. Namun, terdapat dosa-dosa yang membuat manusia kekal disiksa di negara.  Beberapa dosa itu diantaranya manusia yang murtad, munafik, kafir, takabbur (sombong), syirik, tidak melaksanakan perintah Allah, mendustakan hari kiamat, dan lain-lain.



“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal” (QS. At-Taubah: 68)


Manusia-manusia kekal (selamanya) di neraka ibarat barang gagal produksi yang dibuang atau tidak dijual.
Bagi manusia yang “teruji secara klinis”, mereka akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Mereka akan kekal di dalamnya dan melakukan aktivitas sesuai tujuannya, yaitu beribadah. Berkebalikan dengan neraka, manusia yang berhasil masuk surga akan diberikan berbagai kenikmatan yang luar biasa.


Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. (Al Baqoroh: 25)

(http://www.katalogibu.com)

Oleh karena itulah, mari kita sadari bersama. Dunia ini hanya sementara. Dunia ini hanya tempat seleksi. Seleksi untuk masuk ke surga-Nya. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang lulus seleksi  (teruji secara klinis) dan layak mendapatkan surga-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.



Share:

Karena Selama Hidup, Kita Belajar #2

Sebelum membaca yang part 2, diharapkan sudah membaca Karena Selama Hidup, Kita Belajar #1 :)

Sumber : www.faldomaldini.com

Setelah Faldo Maldini menjadi kepala departemen barisan FMIPA, akademis nya tidak turun sama sekali. Perkuliahan berjalan lancar, tidak terkena turbulensi atau pun terpengaruh dengan padatnya aktivitas organisasi. Namun, di Kompetisi Roket Indonesia, tim riset Faldo Maldini harus menuai kekalahan. Saat perlombaan, alat mereka tidak berfungsi dengan baik ketika akan diujikan. Tetapi itu tidak membuat semangat mereka turun. Mereka justru semakin termotivasi untuk menang dan mendeklarasikan akan ikut lagi di tahun berikutnya.

Di suatu sore, Faldo didatangi salah seorang teman yang satu jurusan dengan beliau, Harits. Ia adalah project Officer (Ketua Panitia) acara pemilihan raya di kampus. Harits membujuk Faldo untuk menjadi Ketua HMD Fisika UI. HMD adalah kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Departemen. Lagi-lagi seperti saat diawal menjadi Ketua Departemen Barisan FMIPA, beliau tidak sedikit pun tertarik untuk hal itu, namun diusulkan menjadi pemimpin. Disini kita mendapat pelajaran bahwa jika ingin menjadi seorang pemimpin, ambisi pribadi bukan lah salah satu cara yang tepat, namun kepercayaan orang-orang terhadap kita lah yang membutuhkan kita untuk menjadi seorang pemimpin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu:
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).”
Hadits ini diriwayatkan al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya no. 7146

Prinsip Faldo adalah jika banyak orang baik tidak mau mengemban amanah, tidak mau berlelah-lelah dan berkotor-kotor berjuang, apa jadinya jika amanah digunakan sewenang-wenang oleh orang jahat? Jika banyak orang yang menjalani amanah bukan untuk mengabdi, namun untuk dirinya sendiri, bukankah itu berarti kita membiarkan orang zhalim memimpin? Beliau tidak ingin keadaan itu terjadi.
”Saya memaknai titik balik layaknya sebuah roket yang akan diluncurkan. Ia bisa saja terbang tinggi, namun bisa juga jatuh hancur lebur jika tidak dimanfaatkan dengan baik” - @Faldomaldini
H-1 jelang penutupan pendaftaran calon, Harits datang lagi kepada beliau. Kali ini ia tidak sendiri namun bersama oleh teman lain, yaitu Rifki. Rifki ini ketua angkatan beliau di fisika. Ia datang sambil berujar apa yang Harits sempat sampaikan dan meyakinkan beliau bahwa Fisika membutuhkan beliau.

Beliau merasa saat ini sedang berada di titik balik dalam hidup. Titik balik adalah titik dimana sebuah hal yang baik akan dimulai. Titik balik biasanya membuat seseorang menemukan semangat baru yang menguatkan. Mengambil perubahan lewat titik balik memang momentual. Waktunya tidak sering dan tidak mudah datang.

Akhirnya beliau memutuskan untuk mendaftar sebagai salah satu calon ketua HMD Fisika UI. Rifki menepati janjinya dengan tidak meninggalkan beliau sendirian dalam pencalonan HMD Fisika UI. Ia mengenalkan Faldo ke semua warga Fisika UI sebagai calon Ketua HMD. Kandidat calon Ketua HMD yang lain bernama Eno, teman baik beliau satu angkatan.

Setelah terjadi pergulatan visi misi selama proses kampanye, tiba lah untuk pemungutan suara. Alhasil kandidat nomor urut 1 mendapat suara 220, nomor urut 2 mendapatkan 70. Dan kandidat nomor urut 1 adalah Faldo Maldini. Beliau pun langsung mengambil wudhu dan shalat minta ampun. Beliau berdoa agar dikuatkan dan tidak mengecewakan yang telah memilih dia sebagai Ketua HMD. Disini kita bisa mengambil pelajaran bahwa amanah yang telah kita terima, itu bukanlah suatu hal yang patut untuk dibangga-banggakan, namun adalah sebuah musibah yang harus kita jalani dengan sebaik mungkin. Karena amanah akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir.

Setelah menjalani kepengurusan sebagai Ketua HMD Fisika UI, Faldo juga kembali mewakili UI di Kontes Roket Indonesia. Kali ini dia mempersiapkan sebaik mungkin dan meneliti jauh lebih banyak dan lebih sering. Alhasil, UI mendapatkan juara favorit di tahun tersebut.

Ketika tugas beliau di HMD Fisika hampir selesai karena sudah memasuki akhir tahun kepengurusan. Angin-angin nuansa pemilihan raya kembali berhembus. Tiba-tiba beliau didatangi segerombolan orang dari jurusan yang berbeda. Ada yang dari Matematika, Biologi, Kimia, Farmasi dan Geografi. Apa tujuan mereka? Tujuan mereka hanya satu, yaitu meminta Faldo untuk maju sebagai Ketua BEM FMIPA UI. Mereka percaya dengan beliau karena melihat kinerja beliau saat menjabat sebagai Ketua HMD Fisika UI dengan baik. Tetapi, beliau tidak langsung menjawab tawarannya dan memilih untuk memikirkan lebih lanjut untuk mengambil keputusan.

Calon lain yang akan maju adalah Syahreza yang merupakan teman baik beliau sekaligus Ketua HMD Kimia UI. Syahreza dulu juga menjadi project officer ospek fakultas FMIPA UI. Sementara, Faldo hanya menjadi staf Syahreza. Kekhawatiran pun muncul, melihat prestasi dari Syahreza yang bisa dibilang lebih baik dari Faldo. Namun, Faldo berpikir bahwa beliau harus mencari tantangan lain dan harus melompat lebih tinggi jika ingin belajar lebih banyak.

Akhirnya, beliau konsultasi kepada orang tua nya mengenai hal ini. Dan orang tuanya Faldo menyerahkan keputusannya kepada beliau. Setelah memikirkan matang-matang dan berpikir karena banyak yang mempercayakan dan mendukung jika beliau maju sebagai Ketua BEM FMIPA UI, akhirnya beliau memutuskan untuk maju  sebagai calon Ketua BEM FMIPA UI. Beliau pun maju tidak sendiri, harus ditemani wakil. Beliau memilih Wahyu yang dulunya Ketua HMD Farmasi. Segerombolan orang yang meminta Faldo untuk maju pun menjadi timses beliau.

Setelah masa kampanye yang penuh dengan dinamikanya, tibalah masa pemungutan suara. Faldo dan Wahyu yang dianggap sebagai underdog oleh sebagian orang hanya bisa bertawakal dan berdoa atas apa pun hasilnya nanti. Dan ternyata perhitungan suara menunjukkan angka 1200-an vs 500-an. 1200-an untuk kandidat nomor urut 1 dan 500-an untuk kandidat dengan nomor urut 2. Faldo-Wahyu adalah nomor urut 1.

Faldo-Wahyu memiliki visi untuk BEM FMIPA UI yaitu Satu Hati, Bergerak, untuk MIPA Berprestasi. Faldo-Wahyu membentuk FMIPA dengan suasana baru, yaitu mengangkat nuansa keilmuan dan pendidikan. Selain aktif menjadi Ketua BEM FMIPA UI, Faldo juga mengakselerasi diri selama di BEM FMIPA UI dengan mengikuti kompetisi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) dan berhasil mendapat peringkat 3 di Fakultas. Dan berkat paper Mapresnya, beliau diundang ke Vancouver, Kanada, juga Singapura. Ini membuktikan bahwa kesibukan kita di organisasi tidak menutup kemungkinan kita tidak bisa berprestasi di bidang akademis. Justru semakin kita disibukkan untuk hal yang baik dalam organisasi, semakin pintar kita dalam me-manage waktu.

Usai kembali dari Kanada, banyak sekali kesempatan ke luar negeri yang beliau dapatkan. Tawaran tersebut antara lain menjadi pembicara/pemateri, penanggap diskusi, dan juga peserta undangan sebuah acara. Namun, tidak semua tawaran diambil beliau, karena mengingat amanah yang ada di BEM FMIPA UI.

Hari-hari semakin berlanjut ke akhir tahun. Pemira akan segera hadir kembali untuk menentukan Ketua BEM UI. Faldo yang notabenenya Ketua BEM FMIPA UI juga menjadi salah satu orang yang dicalonkan untuk menjadi Ketua BEM UI. Ide yang beliau bawa kala itu adalah BEM UI yang cerdas dan inklusif. Ide itu adalah sebuah pemikiran sederhana yang beranjak dari gerakan mahasiswa yang semakin dibilang tidak cerdas dan melangit. Konsekuensi jika beliau menjadi Ketua BEM UI, beliau harus mundur lebih awal dari BEM FMIPA UI. Akhirnya setelah melalui seleksi visi misi di lingkungan dakwah kampus MIPA UI, Faldo lah yang berhasil mendapat dukungan penuh untuk maju sebagai calon Ketua BEM UI.

Setelah didukung penuh oleh Dakwah Kampus, beliau harus mencari pasangan wakil ketua BEM. Setelah mebentuk timses terlebih dahulu, Faldo akhirnya memutuskan untuk menarik Odi sebagai wakil. Odi merupakan teman sekamar beliau di PPSDMS. Banyak juga yang meragukan Odi akan mampu mengisi posisi Wakil Ketua BEM UI. Karena Odi memiliki karakter kepemimpinan yang sangat kuat dan sangat cocok menjadi Ketua BEM UI. Di tahun sebelumnya Odi juga merupakan Ketua BEM FIB UI. Intinya banyak yang mengatakan bahwa komposisi Faldo dan Odi terbalik. Dan Faldo lebih cocok menjadi Wakil Ketua BEM.

Setelah melewati proses kampanye yang menegangkan. Kandidat lain yaitu Kartini-Ryan juga merupakan pesaing yang sulit. Kartini merupakan seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum UI dan aktif di lomba debat di Fakultas Hukum, sementara Ryan, Ketua BEM Fasilkom tahun sebeleumnya. Kartini-Ryan mengusung tagline ‘Kolaborasi untuk Prestasi’ sementara Faldo-Odi mengusung tagline ‘Inspirasi untuk Berkarya’.

Tiba saat pemungutan suara BEM UI yang diadakan selama satu minggu. Perhitungan suara pun dilakukan dan akhirnya ditetapkan pasangan nomor urut 1 menjadi pemenang dengan perolehan 8147 dari 11935 suara yang masuk dan memenangkan suara di 11 fakultas dari 13 fakultas yang ada. Tanpa gugatan. Dan pasangan nomor urut 1 adalah Faldo-Odi

“Jika memang ingin membangun dan menciptakan sesuatu yang lebih besar. Ya, belajarlah untuk hidup dengan passion yang kita punya” – @Faldomaldini
Hari-hari menjalani segala aktivitas di BEM UI dengan menjadikannya passion. Secara harfiah, passion berarti perasaan dan emosi yang kuat. Isu-isu seperti kenaikan BBM, penggusuran secara paksa dan lain-lain pun pernah beliau hadapi. Mulai dari seorang polisi yang berusaha menyogok Faldo untuk tidak mendemo, di teror dan berbagai ancaman lain. Namun, beliau tetap kuat imannya dan sabar dalam menghadapinya.

“Bagi saya, gerakan mahasiswa itu sederhana saja, yaitu segala upaya yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengubah dirinya dan sekitarnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Jika sudah baik, lebih baik lagi, terus lebih baik. Ya, sesederhana itu saya memandangnya tanpa ribet.”-@Faldomaldini

“Ya, terkadang tidak harus berpikir keras secara komprehensif jika kita ingin melakukan sesuatu. Ide yang simple kadang muncul sekelebat dan kita harus cepat menangkapnya”-@Faldomaldini     
Setelah membaca, bisa juga mengunjungi Hakikat Menuntut Ilmu untuk mengetahui lebih dalam kenapa selama hidup, kita belajar.
Share:

Tuesday, 6 February 2018

Menjadi Kamu

hari ini, aku adalah matamu.
segan dan kaku
merah dan basah.
menangis menyasikan pilu,
pilu yang menjelma biru,
biru-keruh yang tak lantas menjadi abu

aku adalah senyummu hari ini,
sudut bahagia pada sepotong hari.
tak banyak kata,
namun berlaku dalam cinta.
membakar tanya di setiap malam,
hadir dalam mimpi para pejuang.

hari ini, aku adalah jemarimu,
saksi dari setiap tetes semangat.
"lelah", kau kata tak apa
sebab "lillah" hujamnya, katamu

duhai sayang,
hari ini ranum,
merah menyala pada malam dimana aku tertombak.
ya, aku hampir mati,
mati oleh bingar yang tak tampak
oleh tawa yang tak tercermin,
oleh zaman yang menggusur jiwa-jiwa saga

namun, aku adalah jiwamu hari ini
jiwa tertinggi pada harap nenek moyang!
yang bersatu padu,
bersemi haru,
membersamai lingkar tawa yang tersedu

hari ini, biarlah aku menjadi kamu.
sebab setiap mata memandang,
yang ku saksikan adalah ke-ikhlasan
sekujur rasa yang meresap ke dalam jiwa,
adalah gemuruh semangat!

biarlah aku menjadi kamu, hari ini, cukup hari ini.
biarlah..
agak kurasakan,
setiap cinta pada mimpi-mimpi para pejuang


Share:

Monday, 5 February 2018

SBMSA (Seleksi Bersama Masuk Surga Allah)


“Telah teruji secara klinis”
Pernah denger kata-kata itu?
Biasanya itu kata-kata yang digunakan untuk menyebutkan barang-barang yang layak dipasarkan atau dipakai. Seluruh barang yang telah diproduksi (diciptakan) oleh sebuah pabrik harus diuji dulu sebelum dipasarkan atau dijual. Jika terdapat barang yang kurang layak atau tidak layak, barang tersebut akan diperbaiki atau bahkan dibuang.

Lalu, bagaimana dengan manusia? Kita sudah tau bahwa kita adalah manusia ciptaan, sama seperti barang-barang itu. Perbedaannya, manusia diciptakan oleh Allah Swt, Dzat yang Luar Biasa. Apakah manusia juga diseleksi?


Share:

Saturday, 3 February 2018

Teringat Mei

Sumber : 3.bp.blogspot.com

Di antara tikaman timah hitam di tikungan terminal bis kota, seorang mahasiswa menutup mulutnya dengan plester dan mengacungkan sepotong kertas lusuh bertulisan “Imagologi, imagologi hilang kendali. Ideologi telah mati!”

Entah siapa yang ingin dia tarik ke kumpulan huruf itu, entah apa yang terpikir di kepala orang-orang lalu lalang melihat si mahasiswa yang tampak asyik menikmati panasnya sinar matahari, entah kenapa tiba-tiba ia rebah seperti tak mampu menahan rindu pada tanah yang gelisah dan orang-orang tak sempat menemukan huruf untuk menggambarkan perasaan mereka.

Malamnya, di tikungan yang sama, seorang mahasiswa yang lain lagi berteriak lewat pengeras suara, “Mimpi telah menjadi laknat di sini! Tidurlah, tidurlah segera!”

Tapi, orang-orang malah berlari: sebagian sambil mengigau, sebagian sambil meracau, sebagian sambil terpukau, sebagian sambil mengacau, sebagian membidikkan kembali senapannya.
Share:

Namanya Hari Ini

Sumber : freepik.com

Kita punya banyak kekhilafan dan kekeliruan
Tapi kejahatan terbesar kita adalah mengabaikan anak-anak
Melalaikan sang sumber kehidupan
Kita bisa menunggu demi banyak hal
Tapi anak tidak bisa menunggu. Bagi anak, waktunya adalah sekarang
Tulang-tulangnya sedang terbentuk
Indera-inderanya sedang berkembang
Darahnya sedang dibuat
Untuk anak, kita tidak bisa menjawab “Besok”
Nama lain dari anak itu adalah “Hari Ini”


(Terjemahan Bebas dari Puisi "His Name Is Today" Karya Gabriel Mistral)
Share:

Friday, 2 February 2018

Karena Selama Hidup, Kita Belajar #1

http://faldomaldini.com/

Oke disini saya mau me-review bukunya Faldo Maldini yang berjudul “Karena Selama Hidup, Kita Belajar”. Ada banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari buku tersebut, khususnya untuk dunia perkuliahan. Mulai dari penanaman prinsip, membuka perspektif baru, dan tentunya cara kita dalam menghadapi kehidupan di dunia perkuliahan.

Faldo Maldini adalah pemuda yang berasal dari Kota Padang. Diawal bukunya, beliau menceritakan dirinya pada masa sekolahnya dulu. Beliau masuk SMP unggulan yaitu SMP 1 Padang. Disana beliau merasakan suasana akademik yang sangat baik. Lingkungan dan teman-temannya pun juga sangat mendukung. Namun, sejak SMA, Faldo Maldini masuk SMA 3 Padang. Saat itu, sekolah tersebut bukanlah sekolah unggulan di Kota Padang. Nah, mulai sejak SMA, kehidupannya berubah drastis. Di lingkungan sekolahnya ini, sangat jauh berbeda dari saat SMPnya dulu. Saat SMA, beliau sempat menjadi perokok aktif, berjudi bola, begadang untuk taruhan main domino, rambut dicat berwarna merah dan berbagai kelakuan tidak baik lainnya.

Sampai dimana beliau mendapatkan yang namanya hidayah. Beliau merasakan sudah mulai tidak nyaman dengan kondisi beliau saat itu. Prestasi yang jeblok, banyak guru yang memarahinya, sampai orang tua nya dipanggil sekolah karena bolos untuk lomba ngeband. Akhirnya dia mulai menjalin hubungan baik dengan ketua rohani islam di SMAnya. Berkumpul dengan teman-teman baik yang siap mendukung dia untuk bertobat. Disini kita bisa ambil pelajaran bahwa lingkungan yang baik, bisa mendorong kita untuk menjadi pribadi yang baik juga bukan?

Lalu, setelah masa SMA selesai, beliau mencoba ikut UMB. Kalau sekarang mungkin namanya SBMPTN, tetapi hanya UI, Unsyah, dan UIN saja yang terdaftar dalam UMB. Meskipun beliau sudah diterima di ITT Telkom (Sekarang Universitas Telkom) jurusan Teknik Informatika dan Bakrie School of Management (Sekarang Universitas Bakrie) jurusan Akuntansi. Tapi beliau masih ingin mencoba masuk PTN yang diinginkannya yaitu ITB.

Setelah tes UMB selesai, beliau masih terus belajar soal SPMB untuk persiapan masuk ITB. Alhasil, pengumuman UMB keluar dan hasilnya adalah Faldo Maldini diterima di Universitas Indonesia jurusan fisika. Meskipun fisika merupakan pelajaran favoritnya dan sesuai passionnya, faldo maldini tetap ingin berkuliah di ITB. Akhirnya dia konsultasi dengan orang tuanya mengenai hal ini. Dan orang tuanya meminta agar dia mengambil Fisika UI ini. Mengingat, sudah banyak Univ yang dia tidak ambil seperti telkom dan bakrie. 

Lalu beliau pun menuruti kata orang tuanya. Disini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus nurut kepada Orang tua jika jurusan yang sudah kita ambil sesuai passion kita, kenapa kita terus menuntut untuk meminta yang lebih? Bukankah itu namanya kita dikalahkan oleh ego yang ada didiri kita? Lagipula apa yang menurut kita baik, belum tentu baik dimata Allah, begitu pun sebaliknya, jika menurut kita itu buruk, mungkin itu baik menurut Allah. Itu sesuai pada surat Al-baqarah ayat 216. Karena hanya Allah yang tau mana yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.

Sehingga, beliau harus mengubur dalam-dalam mimpi dia untuk kuliah di ITB dan harus menjalani perkuliahan di Fisika UI.

“Ya, dengarlah pendapat orang tua saat ingin mengambil keputusan, Insya Allah kita akan belajar banyak hal dari sana, karena seringkali itulah yang terbaik untuk diri kita.” - @Faldomaldini
Menurut saya itu benar. Karena ridho orang tua merupakan ridho Allah juga.

Faldo Maldini merupakan mahasiwa perantauan yang jauh-jauh dari Kota Padang untuk kuliah di Universitas Indonesia. Sebagai mahasiswa rantau, otomatis beliau harus segera beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan mencari teman sebanyak-banyaknya.

“Tidak menguasai medan perang, akan gagal mengikuti dinamika kompetisi, dan biasanya tidak akan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan momentum”- Sun Tzu.
Beliau membuktikan bahwa bisa beradaptasi dengan cepat dan baik. Terbukti di akhir semester satu, beliau berhasil mendapatkan IPK diatas 3,5 yang berarti cumlaude. Pada semester 2, beliau bergabung dengan kelompok riset yaitu H-8 Research Team.  Kelompok itu merupakan kelompok riset peminatan fisika instrumentasi yang bermarkas di Laboratorium Cisco.

Kelompok itu mewakili UI mengikuti kontes roket Indonesia yang diadakan LAPAN. LAPAN adalah singkatan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Faldo Maldini yang masih berada di semester dua sudah ikut kompetisi dan mewakili UI. Itu juga membuktikan bahwa begitu cepatnya beliau beradaptasi.

Selain bergabung di tim riset, beliau juga bergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UI 2009 sebagai staff departemen Barisan MIPA. Barisan MIPA adalah departemen yang bertugas sebagai organ penggalang massa untuk demonstrasi di FMIPA UI.

Beliau juga berhasil mendapatkan beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) mungkin kalau sekarang namanya Rumah Kepemimpinan. Saat itu mahasiswa UI yang mendapatkan beasiswa ini hanya 30 orang putra dan 30 orang putri.

Ternyata, saat beliau menjadi staf Barisan MIPA di BEM FMIPA UI 2009, Kepala Departemennya justru ikutan SPMB dan diterima di Fakultas Ilmu Komputer UI. Itu menandakan harus ada yang mengisi posisi kosong tersebut.

Lalu, Faldo Maldini termasuk dari salah satu kandidat untuk mengisi posisi kosong sebagai Kepala Departemen Barisan MIPA. Kandidat yang lain yaitu Andi, teman sekelas beliau, Wahid dari Geografi, dan Jamal dari Biologi.

Di rapat kedua, Ketua BEM FMIPA yang bernama Tino, sedikit memberikan orasi. Kurang lebih orasinya seperti ini :
“Kita sama-sama tahu, biaya pendidikan kita di Indonesia dari Anggaran Pendapatan Belanja atau yang biasa disebut dengan APBN! Mahasiswa harus sadar dana APBN itu diambil dari rakyat. Hampir sebagian besar APBN adalah pendapatan dari pajak. Siapa yang membayar pajak? RAKYAT! Enak kita telah dibantu biaya kuliahnya, dibantu dalam memenuhi fasilitas di kampus lewat subsidi yang uangnya sebenarnya berasal dari rakyat, tapi kita malah lupa kembali lakukan sesuatu untuk rakyat. Bahkan, sebuah batu bata yang ada di dinding sekolah atau kampus di Indonesia, dibiayai oleh Rakyat!”

Lalu, semua yang hadir dirapat tersebut hening sejenak dan faldo mulai terasadarkan.

“Tersadarkan itu menggerakkan. Ia bagaikan sebuah kata kerja. Saat telah tersadarkan melakukan kesalahan, kita akan bergerak secara sadar melakukan dan menuju hal yang benar”-@Faldomaldini
Lalu setelah bermusyawarah akhirnya Faldo Maldini lah yang akan mengisi Kepala Departemen Barisan MIPA.

Bersambung ke part 2


Kalau ada yang ingin mengetahui ceritanya lebih lanjut, tulis “Mau” di kolom komentar ya! J
Share:

Kalau Kamu Punya 5 Ciri Ini, Artinya Kamu Pecandu Belanja!

Mungkin, kamu memiliki kelima ciri ini. Tapi, semoga saja tidak.

Bagi sebagian orang, berbelanja hanya kegiatan waktu luang untuk membeli berbagai kebutuhan. Namun, bagi sebagian orang lagi, kegiatan berbelanja bisa berubah menjadi candu yang dapat membahayakan keuangannya atau pengaturan keuangan keluarganya. “Seseorang dikatakan memiliki kecenderungan berbelanja secara kompulsif dan boros bila ia sudah bersikap tidak pantas atau tidak tepat dalam berbelanja, eksesif, dan tidak terkontrol. Seperti pada kecanduan lain, kecenderungan ini pada dasarnya dilakukan dengan mengikuti nafsu yang susah dikendalikan. Di Amerika, berbelanja sendiri sudah menjadi budaya kami; jadi sering nafsu itu muncul sebagai kebiasaan berbelanja yang eksesif, berlebihan, ” kata Donald Black, M.D., profesor psikiatri pada University of Iowa College of Medicine.

Kadang, kebiasaan ini disebut juga sebagai shopacholism, kecanduan berbelanja yang dapat mengacaukan kehidupan seseorang, keluarga, dan keuangan. “Tak seorang pun tahu apa penyebab dari perilaku kecanduan. Beberapa bukti baru mengungkapkan bahwa beberapa orang, sekitar 10 sampai 15 persen, mungkin memiliki sebuah kecenderungan genetis untuk menjadi seorang pecandu, yang kemudian muncul karena dipicu oleh lingkungan sekitarnya. Tapi, tak seorang pun yang benar-benar tahu alasan pastinya,” ujar Ruth Engs, Ed.D., seorang profesor sains kesehatan di Indiana University.

Lalu, apa saja tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sudah kecanduan berbelanja? “Ada beberapa persamaan umum di antara orang yang kecanduan berbelanja dengan kecanduan yang lain. Misalnya, kalau pecandu alkohol akan menyembunyikan botol minuman mereka, orang yang kecanduan belanja akan menyembunyikan barang-barang yang mereka beli,” ungkap Engs. Berikut beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa seseorang telah menjadi pecandu belanja—dan semoga kamu tidak memiliki satu pun dari ciri-ciri ini, ya!

  • Mengeluarkan uang melebihi anggaran.
Sumber : kreditgogo.com


  • Kompulsif, misalnya awalnya hanya ingin membeli sepasang sepatu, tapi kemudian menjadi membeli sepuluh pasang sepatu.

Sumber : www.scooppick.com


  • Belanja menjadi problem yang kronis. “Kecanduan berbelanja adalah sebuah masalah yang berkelanjutan, dilakukan lebih dua atau tiga bulan dalam setahun,” ungkap Engs.

  • Menyembunyikan masalah. “Shopaholics akan menyembunyikan apa yang mereka beli karena tidak ingin orang lain mengetahui dan mengkritik mereka. Mereka mungkin juga memiliki kartu kredit yang tak diketahui orang lain. Dan, ini juga terjadi pada banyak perempuan yang telah bersuami, sehingga tiba-tiba sang suami harus menanggung tagihan kreditnya yang besar, yang tak jarang membawa mereka pada perceraian,” tutur Engs.

  • Menjadi lingkaran setan. “Beberapa orang akan kembali berbelanja karena mereka merasa bersalah dan perasaan bersalah itu dapat menjadi pemicu bagi dirinya untuk berbelanja gila-gilaan lagi. Jadi, ini menjadi lingkaran setan,” ungkap Engs. 
Sumber : http://dtlon6z3v1kfl.cloudfront.net

Tentu saja, jika kamu memiliki sebagian besar dari ciri-ciri itu, kamu sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk menangani masalah ini. Seiring dengan itu, mulailah mengakui bahwa kamu adalah orang yang kompulsif dalam berbelanja. Pengakuan ini merupakan bagian dari terapi untuk melawan kecanduan berbelanja. Selain itu, singkirkan segera buku cek dan kartu kredit dari tas, dompet, dan ruangan yang biasa kamu datangi. Juga, jangan pernah lagi berbelanja seorang sendiri, karena perilaku kompulsif biasanya muncul ketika kamu sedang berbelanja seorang sendiri. Langkah lain yang sebaiknya dilalukan untuk mengatasi kecanduan kamu adalah mencari kegiatan positif untuk mengisi waktu luangmu, misalnya kursus melukis atau melakukan aktivitas sosial untuk membantu orang yang kurang beruntung.kamu pasti bisa!
Share:

Antara Jilbab dan Akhlak

 “Berjilbab tapi akhlaknya buruk. Mending lepas aja sekalian!”
“Dia tuh ber-jilbab, tapi prilakunya sama sekali tidak mencerminkan seorang akhwat. Sia-sia dong?"

            Mungkin dua kalimat diatas adalah dua dari sekian banyak kalimat yang sering kali kita dengar di masyarakat kita. Alasannya simple-simple saja, “karena melihat muslimah berjilbab yang melakukan hal yang (mungkin menurutnya) tidak patut dilakukan.”
Banyak dari kita yang menganggap ketika seorang muslimah memutuskan untuk berjilbab, maka artinya prilakunya harus sudah sepenuhnya mencerminkan seorang muslimah yang baik. Muslimah yang (dianggap) baik (mungkin) ialah mereka yang tuturnya lembut, sopan santun, ramah, murah senyum, dan sebagainya. 
Kadang kita lupa bahwa seorang muslimah jugalah manusia yang tidak lepas dari salah dan dosa. Ketika seorang muslimah memutuskan berjilbab, itu adalah bentuk kepatuhannya kepada sang pencipta. Berjilbab adalah murni perintah Allah yang wajib dikerjakan oleh seluruh wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang baik atau buruknya akhlak. Ketika seorang muslimah berjilbab melakukan kesalahan, tidak pantas rasanya jika malah mengutuk jilbabnya. Sebab, akhlak adalah budi pekerti dari pribadi masing-masing.
Jilbab yang dikenakan seorang muslimah merupakan sebuah identitasnya sebagai muslim. Bukan suatu simbol yang mencirikan seseorang berakhlak baik atau buruk. Namun, di masyarakat kita muslimah berjilbab seperti memiliki tuntutan tersendiri dikarenakan jilbabnya. Ada ketidaksamaan reaksi ketika melihat perempuan berjilbab dan tidak berjilbab melakukan hal-hal yang rasanya kurang pantas. Wanita berjilbab seakan “lebih bersalah” ketika melakukan hal kurang pantas yang sama dengan wanita tidak berjilbab. 
Pun sebagai seorang muslimah yang telah berjilbab, kita harus sadar bahwa ada marwah yang kita bawa. Kita dinilai oleh sebagian orang ‘lebih’ diantara yang belum menggunakan jilbab. Sebagai muslimah yang baik, ada izzah dan iffah yang harus dijaga. Teruslah memperbaiki diri.

(sumber: artikel.masjidku.id)

Permasalahan "antara jilbab dan akhlak" pun dijadikan alasan oleh sebagian muslimah yang belum berjilbab,
“Ah, prilaku saya belum baik. Mau perbaiki dulu.”
“Saya jilbabin hati dulu deh, kepala nyusul kapan-kapan.”
Dua kalimat diatas sering kali kita jumpai pada diri muslimah yang belum mantap mengenakan jilbab dikarenakan prilakunya. Padahal, apa salahnya berjilbab terlebih dahulu? Toh, kita sudah mengurangi satu dosa yaitu menutup aurat.
Antara memperbaiki akhlak dan menggunakan jilbab adalah dua perkara yang disebut-sebut sulit dilakukan oleh sebagian muslimah. Sekarang permasalahanya adalah, lebih sulit mana menggunakan jilbab dan memperbaiki akhlak? Jelas lebih mudah berjilbab, bukan? Mulailah bertahap dari hal yang mudah.
Sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti, berjalan dari tangga bawah menuju tangga teratas. Berjalan di jalan kebenaran memang tidaklah mudah, sebab surga terlalu mahal untuk mereka yang tidak memperjuangkannya.

"Katakanlah kpd wanita yg beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yg (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra2 mereka, atau putra2 suami mereka, atau saudara2 mereka, atau putra2 saudara perempuan mereka, atau wanita2 Islam, atau budak2 yg mereka miliki, atau pelayan laki2 yg tdk mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak2 yg belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yg mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kpd Allah, hai orang2 yg beriman supaya kamu beruntung." {QS. An-Nur:31}
Share:
Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com