Friday, 26 January 2018

We are Human

Artikel ini masih kelanjutan dari dua artikel sebelumnya yaitu “scanning part 1dan “scanning part 2. Dalam dua artikel sebelumnya, kita menyimpulkan bahwa yang menciptakan kita adalah Allah SWT. Ketika kita sudah tahu, kemudian apa yang harus kita lakukan selanjutnya?

Kali ini, aku mau sedikit santai. Aku akan memulai dengan bercerita. Pas SMA, aku sering ikut lomba-lomba yang dilaksanakan oleh LIPI (Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia). Salah satu lombanya adalah NYIA atau National Young Inventors Awward. Tapi karna ribet, aku lebih sering menyebutnya NYipta Alat. Yah walaupun itu tidak sesuai sama kaidah akronim. Dalam lomba itu, kami ditantang untuk membuat alat baru atau memodifikasi benda agar memudahkan pekerjaan manusia.

Pada awalnya, aku tertarik dengan lomba itu agar aku bisa mengekpresikan benda hayalan yang aku inginkan menjadi nyata. Namun, ternyata aku gabisa langsung membuat benda. Seleksi pertama, aku harus membuat latar belakang serta tujuan pembuatan alat dalam bentuk tulisan. Itu hal yang sulit. Aku juga harus membuat pedoman penggunaan alat yang akan dibuat.

Ketika aku sedang pusing memikirkan latar belakang dan tujuan, terbesit sesuatu di pikiranku. Aku berpikir “kalau alat saja butuh latar belakang, tujuan dan pedoman penggunaan, apalagi manusia”.




Sumber: www.onlygfx.com

Manusia adalah makhluk.
Makhluk diambil dari bahasa arab yang berarti “sesuatu yang diciptakan”. Itu berarti manusia juga termasuk jenis yang diciptakan seperti alat/benda. Dengan demikian, manusia juga berarti punya latar belakang, tujuan dan predoman. 
Lalu, bagaimana latar belakang kita? Apa tujuan kita diciptakan-Nya? Dan bagaimana pedoman penggunaan tubuh ini sebagai manusia yang diciptakan-Nya?

Next Article: Relize it
Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com