Wednesday, 31 January 2018

Super Blue Blood Moon, Kenapa Disebut Fenomena?

Super Moon adalah fenomena bulan purnama berputar sangat dekat dengan bumi. Saat kondisi ini, bulan akan terlihat lebih besar bahkan sampai 30 kali dari biasanya.

Blue Moon adalah fenomena bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan. 

Blood Mood adalah fenomena matahari, bumi, dan bulan dalam satu lintasan yang sama (gerhana bulan total). Bulan akan Nampak kemerah-merahan.

Super Blue Blood Moon adalah ketika tiga peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang sama.


 (Sumber: www.mangobaaz.com)


Kenapa peristiwa tersebut dinamakan fenomena?
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), fenomena berarti sesuatu yang luar biasa, keajaiban. Keajaiban bermakna keganjilan atau keanehan yang terjadi di alam.
Dilihat dari makna tersebut, penyebutan fenomena menggambarkan bahwa peristiwa Super Blue Blood Moon adalah sesuatu yang aneh dan bukan berasal dari manusia, tetapi bisa disaksikan.

Manusia sudah hidup lebih dari 2018 tahun. Teknologi yang ada pun sudah canggih. Namun, tetap saja manusia memilki kekurangan. Secanggih-canggihnya teknologi manusia, tetap tidak dapat mengatur peristiwa Super Blue Blood Moon. Peristiwa itu terjadi begitu saja. Manusia hanya dapat mengamati dengan mata yang terbatas ini. 

Sesungguhya peristiwa ini dapat memantapkan keimanan kita. Peristiwa ini menyadarkan kita kembali bahwa alam semesta ini ada yang mengatur. Pergerakan bulan diatur oleh Sang Pencipta. Pergerakan matahari juga diatur oleh Allah Swt. Kita, sebagai manusia yang lemah, hanya dapat menyaksikan kekuasaan Allah Swt itu. Kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Maka dari itu, masihkah kita sombong? Masihkah kita tidak mau taat kepada aturan Sang Pencipta yang luar biasa itu?

Dari Al-Mughirah Bin Syu’bah, ia berkata “Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Saw. (yaitu) pada hari wafatnya Ibrahim (putra Nabi). Kemudian orang-orang berkata, ‘terjadinya gerhana matahari itu karena wafatnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan itu tidak gerhana karena wafat seseorang dan tidak karena hidupnya seseorang. Maka apabila kalian melihat (kejadian gerhana), maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah (Shahih Al-Bukhari,I:228 no. 1043).

Direkomendasikan membaca Scanning part I dan Scanning part II untuk melihat kekuasaan Allah SWT. yang lainnya.
Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com