Friday, 26 January 2018

Realize it

Sebelum membaca artikel ini, direkomendasikan membaca artikel “We are Human".
Sebagai makhuk (ciptaan), manusia tentu memiliki latar belakang, tujuan dan pedoman hidup. Pastinya, we must relize it!




Latar Belakang

Manusia pertama yang diciptakan adalah nabi Adam ketika di surga. Allah Swt menciptakan nabi Adam dari tanah. Dari tulang rusuk Nabi Adam, Allah Swt menciptakan Hawa untuk menemaninya. Allah Swt memerintahkan semua makhluknya untuk hormat kepada nabi Adam. Hanya saja, iblis memiliki sifat sombong. Dengan kesombongannya, mereka berpikir tidak perlu hormat kepada nabi Adam. Mereka berpikir tidak patut hormat karena nabi Adam adalah makhluk baru, sedangkan mereka sudah lebih dulu diciptakan dan tinggal di surga. Oleh  karena itu, Allah tidak memperkenankan iblis tinggal di surga. Iblis bersedia, tetapi dia memiliki satu janji. Mereka berjanji untuk menggoda nabi Adam dan keturunannya agar mereka berpaling dari tujuan mereka diciptakan. 

Iblis menggoda Hawa dan Adam untuk tidak taat pada satu peraturan Allah, yaitu larangan memakan buah khuldi. Nabi Adam dan Hawa pun tergoda dan pada akhirnya dihukum Allah Swt untuk tinggal di bumi.
Demikianlah latar belakang manusia diciptakan dan kini tinggal di bumi.





Sumber : www.muslimahsawo.blogspot.com


Tujuan
Tujuan manusia diciptakan oleh Allah Swt tercantum dalam ayat Al-Qur’an.
“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat:56).

Ibadah berasal dari kata يَعْبُدُ - عَبَدَ yang artinya mengabdi, menyembah. 
Makna kata mengabdi adalah melaksanakan seluruh aturannya. Dengan kata lain adalah taqwa (mematuhi seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-nya).

Pedoman Hidup
Manusia itu spesial karena memiliki akal. Dengan akal kita, Allah Swt memberikan kita tantangan untuk memilih. Apakah kita akan sesuai dengan tujuan diciptakan, ataukah tidak.

“Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia”

Mungkin kita sering mendengar kalimat itu. Ya, kalimat itu bermakna bahwa tatacara hidup kita di dunia tercantum dalam Al-Qur’an. Itu seperti buku panduan (manual book).

Semua itu sudah tersusun rapi. Tugas kita hanyalah memilih. Kita harus menyadari bahwa kita memiliki akal untuk memilih jalan hidup kita. Namun kesadaran itu terkadang sirna karena rayuan setan. kita tidak sadar bahwa kita sedang memilih jalan yang salah. Maka dari itu, marilah kita sadar. Sadari pilihan yang kita pilih di setiap detik hidup ini.

Wallahu’alam bi showab.


Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com