Tuesday, 30 January 2018

Putus Cinta

Putus cinta kerap kali dirasakan bagi mereka yang menjalin hubungan dengan seseorang. Dimana putus cinta rata-rata dialami oleh remaja hingga dewasa. Karena masa remaja katanya adalah masa yang labil, terutama soal asmara. Mungkin sebagian besar remaja pernah mengalami yang namanya putus cinta. Apakah kalian termasuk yang pernah merasakannya juga?

sumber : https://i2.wp.com/mahasiswa.me

Putus cinta identik dengan pacaran. Kenapa? Karena kalau sudah berumah tangga namanya bukan putus cinta lagi, melainkan cerai. Selain itu karena pacaran juga biasanya dilakukan bagi mereka yang masih remaja atau remaja yang baru menginjak dewasa.  Oleh karena itu tingkat kelabilan mereka juga masih tinggi. Sehingga putus cinta kerap terjadi.

Banyak sekali remaja yang sangat galau jika putus cinta ini terjadi. Mulai dari diunfoll sama mantan di semua socmednya, diblock semua akun socmednya, depresi setelah putus cinta dan lain sebagianya. Apakah se-dramatis dan se-tragis itu?

Ada yang mengatakan bahwa jika putus cinta berarti putus pertemanan juga. Menurut saya hal ini tergantung dari masing-masing individunya. Jika mereka sebelum putus memang berniat untuk berteman saja, berarti tidak ada istilah yang namanya putus cinta putus pertemanan juga. Lalu ada yang bilang saat sudah putus, tetapi masih cinta. Padahal dia sendiri yang mutusin buat putus, tetapi malah dia yang gabisa move on. Memang lucu masa remaja yang penuh akan kelabilan, terutama soal asmara. Lalu apakah setelah putus harus mencari yang baru?

Nah ini yang bakal menjadi topik bahasan kita. Kita semua sudah tahu bahwa putus cinta se-rumit dan se-dramatis itu. Dan mungkin untuk sebagian orang, putus cinta itu menyakitkan. Lalu, muncul pertanyaan “Setelah putus, perlukah mencari yang baru?”

Logikanya adalah seperti kita jatuh dilobang yang sama jika kita memilih untuk pacaran lagi. Mungkin memang beda orang, tetapi apakah menjamin bahwa kita tidak akan jatuh dilobang yang sama lagi? Apakah kita bisa memastikan bahwa kita tidak akan merasakan sakit karena putus cinta lagi? Padahal kita tidak tahu kedepannya gimana, masa depan kita akan sama dia atau engga jika kita pacaran lagi. Karena yang tahu masa depan hanya Allah. Apakah kita bisa menerka-nerka jika kita pacaran lagi, meskipun dengan orang yang berbeda? Coba pikir ulang kembali!

Menurut saya, pacaran itu hanya untuk memuaskan hawa nafsu semata. Hawa nafsu di dunia, kenikmatan dunia. Namun, apakah kalian tahu bahwa kenikmatan dunia yang sementara itu akan menjauhkan kita dari surga-Nya? Kenikmatan dunia yang sementara itu tidak ada artinya  jika dibandingkan jika kita hidup kekal diakhirat. Entah apakah dengan pacaran itu membuat kita hidup di neraka atau surga, pastilah kalian sudah tahu jawabannya.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [QS. Al-Isra: 32]
Sudah sangat jelas bahwa Al-Qur’an melarang tentang pacaran. Bahkan mendekati pun tidak boleh. Lantas masihkah kita bertanya untuk mencari yang baru?

Allah sudah mengatur mengenai jodoh untuk setiap makhluknya. Kita sudah dipersiapkan bersama pasangan kita dan tersimpan di lauh mahfuz.

“Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.” [QS. An Nisaa (4):1].
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. [QS. Al Fathir:11]
Lalu, pernahkah kalian mendengar bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula?

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Bukankah seharusnya kita memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik supaya kelak jodoh kita sesuai dengan apa yang kita harapkan? Masihkah kita sempat memikirkan soal pacaran yang masih belum jelas soal masa depannya. Maksudnya adalah apakah dengan kita pacaran dengan seseorang, orang itu merupakan jodoh kita yang sudah tertulis di lauf mahfuz?

Perlu kalian ketahui bahwa sebagian besar orang yang pacaran, pasti akan berakhir dengan putus cinta. Tidak ada yang tahan atau langgeng sampai bertahun-tahun. Walaupun ada yang berhasil menikah dari hasil pacaran selama bertahun-tahun, coba kalian pikir apakah selama kalian pacaran bertahun-tahun itu merupakan cara yang halal? Apakah tidak ada campur tangan dari setan? Lalu apa rasanya jika kita sudah pacaran selama bertahun-tahun lalu menikah, sementara kita sudah pernah berpegang tangan dengannya, berpelukan, atau bahkan yang parahnya sampai berciuman?

Pacaran itu boleh, tetapi kalau sudah menikah. Karena jika kita pacaran sesudah menikah, itu akan menghasilkan pahala dibandingkan dengan pacaran sebelum menikah yang hanya akan menimbulkan dosa dan kenikmatan yang sesaat saja. Jadi, masih maukah kita berpacaran?
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com