Tuesday, 23 January 2018

Pertemanan Sejati


            Sofia pusing tujuh keliling melihat hasil try-out ke-tiganya. Lagi-lagi tidak lulus, teriaknya kesal dalam hati. Saat itu dia sedang duduk di kelas yang kosong setelah jam pelajaran usai. Sofia adalah murid kelas 9B di SMP Bina Mulia. Memang, dia adalah anak yang malas dan hanya suka bermain handphone. Sebenarnya wajar saja jika nilai-nilainya jelek, karena itu disebabkan oleh kemalasannya sendiri. Namun entah kenapa dia tidak pernah mau terima kegagalannya dan selalu menyalahkan orang lain atas hasil buruk yang didapatkannya.          
            Cewek 14 tahun itu menghela napas keras dan mengeluarkan HP touchscreen versi terbarunya. Setelah menyentuh layar handphone dengan gesit beberapa kali, Sofia menelepon sopirnya.


Sumber : www.skipnesia.com
          

            “Pak, cepet jemput Aku di sekolah, gak pake lama!” Katanya ketus. 
            “Iy.. iya Non Sofia, tunggu ya.” Terdengar suara sopirnya menyahut dari ujung sana.
            Setelah sampai di rumah, Sofia langsung menghempaskan dirinya di sofa dengan muka merengut. Hal ini membuat Ibunya yang sedang masak di dapur pun kaget. Ibu Sofia lalu duduk di samping Sofia dan membelai rambut anak bungsunya itu.
            “Ada apa, Nak? Baru pulang kok langsung cemberut gini?” Kata Ibu dengan lembut.
            “Gapapa kok.” Ujar Sofia sambil masih dengan wajah cemberut.
            Ibu yang baik hati itu tersenyum dan merangkul buah hatinya.
            “Ada apa sih? Ayo ceritain aja ke Ibu, Ibu bakal bantu kok.”
            Akhirnya setelah rangkulan dan senyum hangat Ibunya, Sofia mau menceritakan penyebab mengapa Ia kesal.
            “Aku gak lulus try-out lagi, Bu. Padahal hampir semua teman sekelasku lulus.” Rengek Sofia.
            “Ooh karena itu. Artinya, kamu harus lebih giat lagi dalam belajar.” Ibu menanggapi anaknya yang manja itu dengan bijak.
            “Tapi, Aku sudah belajar, Bu.” Sofia tidak mau mendengarkan Ibunya.
            “Usahamu belum maksimal, Nak. Kamu harus contoh Kak Sarah yang rajin belajar dan giat dalam menuntut ilmu.”
            “Aah, selalu saja Ibu membandingkanku dengan Kak Sarah.” Sofia kesal.
            “Ya sudah, lebih baik sekarang kamu ganti baju dan makan. Ibu memasakkan daging rendang untukmu.” Ibu tetap sabar.
            Sofia lalu beranjak dari sofa, mengambil tasnya, dan naik ke lantai dua menuju kamarnya. Ia lalu berganti baju dan turun kembali ke dapur untuk makan siang dengan daging rendang, makanan kesukaannya. Setelah selesai makan, Sofia rebahan di sofa ruang keluarga dan memainkan handphone-nya.
            ”Kayaknya asyik nih online di facebook.” Bisiknya pelan.
            Ternyata di jejaring sosial terpopuler di Indonesia itu teman-temannya sedang membahas hasil try-out yang baru keluar. Tiba-tiba , ada chat masuk dari seorang teman cowok Sofia. Ia lalu membaca chat itu.
            “Sofia, kok kamu masih online aja? Memangnya kamu engga menyesal dengan hasil try-out tadi?” Ternyata itu chat dari Gio, teman sekelasnya. Sofia membaca pesan itu dengan nada marah dan suara agak keras.
            “Sok sekali si Gio ini! Mentang-mentang juara kelas, dia menasehatiku seperti itu. Aku akan balas ‘berisik’ saja ah. Biar si sok itu tau rasa!” Lanjut Sofia lagi.
            Setelah membalas chat tersebut dengan kata singkat ‘berisik’, Sofia langsung offline dan pergi ke kamarnya dengan kesal.
            “Hari ini menyebalkan. Sudah TO gak lulus, dibanding-bandingkan dengan Kak Sarah, eeh dinasehatin Gio si sok itu! Lebih baik aku tidur saja ah!” Sofia berkata begitu lalu tidur.

**

            Bel istirahat di SMP Bina Mulia berbunyi nyaring disertai helaan napas anak-anak murid kelas 9B. Beberapa anak yang sedang menahan kantuk terlihat lega - setidaknya mereka selamat untuk kali ini. Mereka baru saja belajar trigonometri, materi Matematika yang memang terbilang cukup rumit. Kerumunan anak-anak itu bergerak dengan semangat ke berbagai tempat di penjuru sekolah. Ada yang ke lapangan untuk bermain, ada yang ke perpustakaan, dan ada juga yang ke kantin. Sofia dan Keysha, temannya, termasuk anak yang pergi ke tempat terakhir.
            “Ke kantin yuk, Sof. Aku lapar nih.” Kata Keysha.
            “Ayo, Aku juga sudah pusing banget niih sama Matematika.” Sofia menjawab.
            “Aah, kamu mah emang semua pelajaran juga pusing.” Kata Keysha sambil mencibir iseng kepada sahabatnya itu.
            “Iih, resek banget sih kamu.” Kata Sofia sambil mencubit pipi Keysha.
            Kedua sahabat itu pun lalu pergi ke kantin dan memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan. Sofia memesan siomay dan jus jeruk, sedangkan Keysha memesan baso dan es teh manis. Setelah makan dengan lahap, mereka kekenyangan dan bersantai sejenak di meja kantin.
            “Mantap sekali siomaynya.” Kata Sofia.
            “Basonya juga enak.” Keysha menimpali.
            Tiba-tiba Gio datang dan menghampiri mereka berdua.
            “Sofia, maafkan Aku ya.” Kata Gio kepada Sofia.
            “Eh kamu, bikin kaget saja. Tiba-tiba minta maaf begitu lagi, aneh.” Keysha kaget.
            “Iya, Aku mau minta maaf sama Sofia masalah yang kemarin sore.”
            “Lho, memangnya ada masalah apa sih?” Tanya Keysha. Dia lalu memandang mereka berdua bergantian.
            “Jadi begini, kemarin kan Aku hanya mau mengingatkan Sofia agar tidak online kelamaan sehingga lupa belajar. Tapi Sofia malah marah gitu.” Jawab Gio.
            “Aahh, kamu memang sok Gio! Mentang-mentang juara kelas kamu nasehatin Aku gitu. Terserah Akulah mau online kek, mau main kek.” Sofia yang dari tadi diam mendadak marah kepada Gio.
            Setelah ‘menyemprot’ Gio, Sofia pun ngeloyor pergi. Meninggalkan Keysha dan Gio kebingungan di kantin yang mulai sepi.
            “Key, gimana nih? Niat Aku kan baik, Aku gak pengen Sofia gak lulus TO terus.” Ujar Gio.
            “Iya, Aku ngerti. Aku juga udah berusaha ngingetin terus kok, tapi dia emang gitu dari dulu susah dibilangin. Padahal itu semua demi kebaikannya juga kan?” Balas Keysha.
            “Mm, Aku punya rencana nih untuk menyadarkan Sofia.” Kata Gio tiba-tiba.
            Gio lalu membisikkan sesuatu ke telinga Keysha. Dua ABG itu pun tersenyum dan mengangguk-ngangguk penuh makna.


**

            Seperti biasanya, siang itu Sofia sedang asyik online di kamarnya. Lagi-lagi dia bermain facebook yang menurutnya adalah jejaring sosial terseru. Nasehat Ibu dan teman-temannya untuk tidak terlalu sering online tampaknya tidak diindahkan oleh gadis itu. Sekalipun Ia dengar, mungkin hanya ‘masuk kuping kanan, keluar kuping kiri’. Walaupun matanya sudah terlihat mengantuk, Ia tetap tidak mau tidur dan terus online. Nampaknya, eksis di sosial media lebih penting daripada menjaga kesehatan sendiri bagi Sofia. Tapi mendadak, Ia melemparkan handphone canggih miliknya ke atas bantal.
            “Teman-temanku udah pada gak asik nih. Masa akhir-akhir ini yang online jadi makin sedikit.” Dengus Sofia.
            Tak disangka, HP-nya bergetar, tanda notifikasi masuk.
            “Wuih, ada notifikasi facebook nih. Kira-kira dari siapa yaa.” Kata Sofia sambil mengambil HP yang tadi dilemparnya ke atas bantal.
            “Aku diundang ke grup ‘Kelompok Belajar SmartActive’? Apaan tuh, belum pernah denger. Anggotanya temen-temen seangkatan? Terus adminnya siapa? Wah! Adminnya Gio si sok tau itu dan.. Keysha!” Sofia mengoceh sendiri sambil sibuk memainkan HP.
            Sofia lalu bergabung ke grup ‘Kelompok Belajar SmartActive’. Ternyata, itu adalah grup yang digagas Gio dan Sofia untuk membantu teman-teman mereka yang mengalami kesulitan belajar. Mereka di sana belajar dan saling bertukar ilmu, juga sesekali diselingi candaan serta ngobrol santai.

**

            Hari-hari pun berlalu. Sofia menjadi semakin sering online. Tapi sekarang, tujuannya berbeda. Kalau dulu dia online hanya untuk bersenang-senang dan menggunakan teknologi untuk sesuatu yang kurang bermanfaat, sekarang dia online untuk belajar bersama teman-temannya.
            Hasil Try-out ke-4 keluar. Dan ternyata, kali ini Sofia lulus! Betapa bahagia hatinya ketika menerima hasil try-out tersebut di kelas siang ini.
            “Aku.. Aku LULUS! Horeee!” Kata Sofia sambil melompat.
            “Selamat ya Sofia. Kamu memang hebat.” Kata Keysha sambil memeluk sahabat karibnya itu.
            “Apa kataku, kalau kamu tidak malas, bertekad kuat, dan bersemangat, kamu pasti bisa.” Tambah Gio.
            “Terimakasih ya teman-teman, kalian sudah membantuku ketika Aku sedang berada dalam kesulitan. Kalian memang teman sejati. Tidak seperti teman-temanku di facebook. Walaupun banyak, tapi hanya mengajak chatting ngalor ngidul.” Kata Sofia lagi.
            Ketiga anak itu pun tertawa bahagia. Begitu juga dengan Sofia, Dia sudah tidak sabar untuk memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tuanya.

TAMAT



            
Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com