Thursday, 25 January 2018

Mencari Passion yang Tepat

Passion merupakan kata yang banyak dicari bagi mereka yang sedang berada pada titik jenuh dalam melakukan sesuatu. Mereka berpikir apakah pekerjaan yang sedang mereka lakukan itu merupakan passion mereka?

Lantas, apa yang dimaksud dengan passion itu sendiri?

Passion menurut pandangan saya adalah sesuatu hal yang membuat kita suka bahkan cinta dalam melakukannya dan rela berkorban untuk mencapai hal tersebut. 

Jadi, ketika kita melakukan suatu hal atau pekerjaan dan itu membuat kita lupa waktu dan merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat ketika kita melakukannya, itu menandakan bahwa kita sedang melakukan hal yang kita suka atau kita cintai. Itulah yang dinamakan passion.

sumber : http://www.christophermduncan.com

Passion itu ketika kita melakukan suatu hal, waktu berasa begitu cepat dan kita tidak merasa lelah. Namun, kesenanganlah yang muncul ketika kita melakukannya.

Sebagai contoh, mungkin diantara kita ada yang suka bermain game. Ketika kita sedang bermain game, kita sampai lupa waktu dalam memainkannya dan muncul rasa senang ketika kita selesai memainkannya. Mungkin itu passion kita! Jika kita terus mengasah kemampuan yang sesuai dengan passion kita, besar kemungkinan passion kita tersebut bisa menghasilkan uang. Contohnya adalah Reza Arap Oktavian, dia adalah youtuber gaming yang sekarang sudah terkenal dikalangan remaja. Dia melakukan sesuatu yang dia senangi yaitu bermain game dan dia coba berinovasi dengan passion dia yaitu dengan memasukkan video ketika dia sedang bermain game ke Youtube. Alhasil, dia memperoleh uang dengan sesuatu hal yang sesuai passionnya.

Contoh selanjutnya adalah bapak presiden RI ke-3 yaitu BJ. Habibie. Beliau kuliah di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin Dan Dirgantara ITB. Semasa kuliah, beliau sangat menggemari tentang konstruksi pesawat terbang. Sehingga, beliau sangat mencintai pelajaran fisika. Menurut beliau, itu merupakan passionnya dibidang fisika. Ketika belajar fisika, dia sangat menekuni dan mendalami ilmu itu. Namun, bukan berarti pelajaran lain dikesampingkan oleh beliau. Beliau juga mempelajari pelajaran lain, namun tidak semaksimal ketika dia menekuni pelajaran fisika. Namun, yang patut diteladani dari sosok BJ. Habibie adalah ketika dia sudah sukses berkarier di negara lain, beliau tetap kembali ke Indonesia dan ingin membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Tokoh selanjutnya yang bisa kita ambil hikmahnya dalam menekuni passionnya adalah Mark Zuckerberg dan Bill Gates. Mark Zuckerberg adalah pendiri Facebook. Di zaman sekarang, siapa sih yang gak tau Facebook? Pasti kita pernah memakai situs Facebook untuk berinteraksi dengan orang lain. Entah itu teman, sahabat, pacar, keluarga, atau orang asing yang baru kita temui di Facebook. Namun, tahukah kalian bahwa Mark Zuckerberg sengaja meninggalkan kuliahnya di Universitas Harvard untuk menggarap situs Facebook yang pernah kita gunakan itu. Sama halnya dengan Bill Gates. Bill Gates lebih dulu di Drop Out dari Universitas Harvard bukan karena beliau bermalas-malasan. Melainkan karena ingin fokus pada cita-citanya yaitu mendirikan Microsoft. Alhasil ,Microsoft sudah bisa kita rasakan dampaknya berkat pengorbanan beliau yang harus di-DO dari Universitas Harvard dan memilih untuk menekuni passionnya. Mark Zuckerberg dan Bill Gates merupakan contoh orang yang rela berkorban demi menekuni passionnya masing-masing. Mereka berdua sukses berkat passion yang mereka tekuni.

Terlepas dari kesuksesan tokoh-tokoh yang saya sebutkan diatas, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka berani mengorbankan sesuatu hal untuk passion yang mereka jalani. Alhasil, kesuksesan lah yang mereka dapat berkat jerih payah dan pengorbanannya untuk passion yang mereka pilih.

Sudahkah kita menemukan passion yang tepat? Jika kita senang di Organisasi dan merasa bahwa menghabiskan waktu untuk kegiatan organisasi memberikan dampak yang positif untuk kita, mungkin passion kita ada disitu. Jika kita senang dengan berbisnis dan selalu ada ide untuk berbisnis, mungkin passion kita ada disitu. Jika kita senang sewaktu sedang belajar, mungkin passion kita di bidang akademis. Jika kita senang sepak bola, kejarlah passion itu dengan ikut sekolah sepak bola. Agar passion kita terasah dan semakin ahli dalam bidangnya. Intinya adalah berani mengorbankan sesuatu hal untuk menekuni passion yang kita miliki merupakan jalan kita menuju kesuksesan. Jangan memaksakan sesuatu yang kita tidak suka. Karena hasilnya juga tidak akan maksimal bukan? Ibaratkan seperti ikan yang disuruh memanjat pohon. Alhasil, ketidakmungkinanlah yang akan terjadi. Cobalah cari passion yang tepat dan tekuni passion kita selagi diberi kesempatan. Alangkah bahagianya ketika kita melakukan sesuatu hal yang kita suka dan menghasilkan uang, bukan kah begitu?


Begitu juga ketika kita ingin melanjutkan kuliah dan mengejar impian kita. Jangan melihat jurusan dari prospek kerjanya dulu. Tetapi lihat dari apakah kita senang atau menyukai jurusan yang kita ambil itu. Karena jika kita senang atau menyukai jurusan yang kita ambil itu, kita akan semakin antusias dalam menuntut ilmu. Ilmu yang kita peroleh juga bukan karena hasil paksaan, melainkan dengan ikhlas karena Allah. Karena ilmu yang bermanfaat adalah yang bisa berdampak juga bagi orang lain. Untuk masalah prospek kerja dimana, penghasilannya berapa, itu semua sudah diatur oleh Allah. Rejeki setiap makhluk yang ada di dunia ini sudah diatur oleh Allah. 

Jadi, untuk apa kita takut miskin jika kita punya Allah yang Maha Kaya? Untuk apa kita takut terhadap masalah yang besar jika kita punya Allah yang Maha Besar?  Yang bisa kita lakukan adalah tetap usaha semaksimal kita dan berdoa kepada Allah.
Karena hanya Allah yang mengetahui apa saja yang terbaik untuk hamba-Nya dan Dia sebaik-baik perencana.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com