Friday, 26 January 2018

Membaur Tapi Tak Melebur

Membaur tapi tak melebur merupakan kalimat yang simple namun mempunyai banyak makna di dalamnya. Namun, sudahkah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan membaur tapi tak melebur? Sudahkah kita berusaha mendalami makna dari kalimat tersebut?

sumber : https://www.femina.co.id

Membaur tapi tak melebur memiliki arti bahwa kita diharuskan untuk bergaul pada semua orang tanpa memperdulikan status sosial, bahkan agama. Karena sejatinya manusia merupakan makhluk sosial. Dimana segala kegiatan kita pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh sebab itu kita diharuskan untuk membaur ke lingkungan sekitar kita.

Namun, bukan berarti bahwa kita membaur akan melebur kearah perilaku yang menyimpang. Membaur itu boleh, namun tetap ada batasannya. Ketika kita sudah membaur, tetapi teman kita mulai menjerumuskan kita untuk berperilaku yang kurang baik, alangkah baiknya jika kita menolak ajakan tersebut. Untuk itu di dalam membaur tapi tak melebur dibutuhkan sebuah pendirian dan jati diri.

Pendirian merupakan suatu prinsip yang sudah kita pegang dalam diri kita. Sedangkan jati diri adalah bagaimana kita mengenal diri kita beserta sifat-sifat kepribadian secara lahir. Karena mempunyai jati diri merupakan ciri orang beriman. Untuk itu, didalam bergaul hendaknya kita sudah memiliki pendirian dan jati diri yang kuat. Sehingga tidak mudah tergoyahkan ketika kita diajak dalam bertingkah laku yang jauh dari kata baik. Konsistensi jati diri dan pendirian merupakan hal yang utama untuk bisa bertahan dalam membaur tapi tak melebur ini.

Dalam bergaul, sudah semestinya kita tidak mengabaikan identitas keislaman yang tertanam dalam diri kita. Jadi ketika kita bergaul, usahakan nilai-nilai kebaikan yang kita bawa, kita tularkan juga ke lingkungan sekitar kita. Mengajak kebaikan untuk membuat orang lain merasa lebih baik juga merupakan hal yang utama dalam bergaul. Namun, ketika teman kita tidak suka jika kita mengajak dalam kebaikan, kita jangan langsung memusuhi ataupun menjauh dari dia. Justru kita dekati dia dan berbaurlah. Barangkali, hati dia akan tersentuh dan mendapat hidayah dari Allah.

Perlu kita ketahui bahwa teman yang kita anggap tidak baik itu, bisa jadi dia menjadi penolong kita di akhirat. Sebab, kita bersama-sama dalam menuju kebaikan.  Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Komitmen kepada Allah untuk tidak melakukan hal yang jauh dari kata baik juga penting dalam bergaul. Ketika kita mempunyai komitmen kepada Allah, kita pasti akan teringat dan takut untuk melakukan hal yang kurang baik. Karena kita tahu bahwa Allah selalu mengawasi kita. Meskipun kita dapat bersembunyi dari manusia, tetapi kita tidak dapat bersembunyi dari Allah. Untuk itu membaur tapi tak melebur akan sulit dilakukan jika kita tidak mempunyai komitmen yang kuat kepada Allah.


Jangan sampai ketika kita membaur dengan teman-teman , justru kita yang terjerumus dan melebur ke arah perilaku yang jauh dari kata baik. Kita lah yang harus bisa menjadi pelopor dalam kebaikan untuk teman-teman kita. Tebarkan kebaikan dan kebermanfaatan dimanapun dan kapanpun kita berada.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com