Thursday, 25 January 2018

Masalah? Siapa Takut!

Dalam menjalani hidup, tentunya kita akan menemui masalah dan cobaan. Terkadang masalah dan cobaan yang kita hadapi terasa amatlah berat dan membuat diri ini rasanya ingin menyerah saja pada kehidupan. Tetapi benarkah permasalahan yang kita terima merupakan masalah dalam hidup kita?


Sumber : rocofit.com

Coba simak baik-baik kisah di bawah ini

Suatu hari keledai milik seorang petani terjatuh ke dalam sumur. Sementara si petani sang pemiliknya memikirkan apa yang harus dilakukannya terhadap keledai tadi. Akhirnya dia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia kemudian mengajak tetangganya untuk membantunya. Mereka membawa skop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Si keledai menyadari apa yang terjadi. Dia meronta-ronta namun ia kemudian jadi diam. Setelah beberapa skop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggung si keledai terus ditimpa dengan tanah dan kotoran. Si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah. Lalu dia menaiki tanah tersebut. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu namun si keledai juga terus menggoncang-goncangkan badannya. Hingga kemudian setelah tanah itu cukup tinggi, si keledai pun meloncat keluar dari sumur dan melarikan diri.

Jika kita ibaratkan tanah dan kotoran itu adalah masalah dan cobaan yang ditimpakan kehidupan pada kita, maka cara untuk keluar dari sumur kesengsaraan itu adalah dengan menjadikan cobaan dan masalah tersebut menjadi tangga untuk keluar dari hal itu sendiri. Jangan pernah benamkan masalah dan kesedihan dalam otak serta hati kita. Jika kita hanya terfokus pada masalah, sepanjang kehidupan ini kita tidak akan dapat bahagia. Karena masalah merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. 


Bayangkan jika keledai dalam kisah tersebut hanyalah berputus asa dan diam sambil merasakan skop demi skop tanah menimpa dirinya. Pastilah ia akan tertimbun pada akhirnya, dan.. mati! Tetapi keledai dalam kisah tersebut menolak untuk menyerah dan menerima nasib begitu saja. Ia memilih untuk menghadapi cobaan yang menimpanya. Yaitu majikan yang telah lama ia mengabdi ternyata ingin membunuhnya begitu saja dan tidak berusaha untuk menyelamatkannya. Dengan perjuangan dan sambil menahan sakit akibat runtuhan tanah yang menimpa dirinya, ia pun berjuang hingga akhirnya berhasil keluar. Bahkan berhasil melarikan diri dari kekangan tuannya.



Begitulah dengan hidup ini. Walaupun terkadang akan datang berbagai macam masalah yang membuat hati kita teriris, batin kita meringis, dan membuat mata menangis, kita tetaplah harus menghadapinya! Jika kita hanya berdiam diri dan pasrah pada nasib, maka hidup kita tidak akan mengalami kemajuan, bahkan mengalami nasib yang mungkin mengenaskan.



Sebaliknya jika kita memilih untuk menghadapi segala macam masalah yang ada dengan penuh ikhtiar dan bertanggungjawab, maka hidup kita akan mengalami peningkatan dari segi kualitas. Karena sejatinya masalah yang diujikan kepada kita adalah untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sama seperti anak SD yang mengikuti Ujian Akhir Semester. Jika anak SD tersebut memilih untuk melarikan diri dan tidak mengikuti UAS, mungkin ia akan merasa senang pada awalnya. Tetapi dampaknya adalah ia tidak akan naik ke jenjang berikutnya.


***


Salah satu hal yang harus kita sadari pula adalah, Allah SWT. tidak pernah membebankan suatu masalah kepada kita, kecuali Ia tahu bahwa kita mampu menyelesaikan permasalahan itu.

...لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ
"Allah tidak membebani seseorang kecuali yang sesuai dengan kemampuannya..." (Al-Baqarah 2:87)

Allah juga menjelaskan dalam firmannya bahwa sesudah diberikannya kesulitan kepada kita, maka akan ada kemudahan demi kemudahan yang menghampiri kita.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insiyirah: 6)
Kedua ayat tersebut telah dengan gamblang menyatakan janjiNya akan kemudahan yang menanti kita setelah kita berusaha menyelesaikan segala permasalahan dalam hidup ini. Kuncinya adalah, kita bersungguh-sungguh dalam mengatasi segala halangan dan rintangan itu. Kita pun harus memaksimalkan segala ikhtiar kita, dan juga tidak pantang menyerah. Jika kita telah bersabar dalam menghadapi ujian dan telah berupaya sekuat tenaga dalam mengatasinya, maka kemenangan yang nyata akan menanti di depan sana.


Begitulah, masalah bukan sesuatu yang harus ditakuti dan dihindari. Sebaliknya, masalah haruslah kita hadapi dengan penuh kesungguhan karena itu merupakan salah satu bentuk rasa sayang Tuhan kepada kita. Ia ingin agar diri kita ter-upgrade sehingga dapat menjadi manusia yang lebih hebat lagi. Maka ketika masalah besar datang suatu saat nanti, ubahlah mindset dalam pikiran, tarik nafas dalam-dalam, tersenyum, dan katakan, "Masalah, saya tidak takut!"
Share:

0 komentar:

Post a comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com