Friday, 26 January 2018

Kesibukan yang Fana

Hallo Inspirers! Kali ini aku mau sedikit memberikan opiniku. Opiniku ini tentang aktivitas setiap orang yang sangat beragam dan dituntut untuk menyeimbangkan aktivitas dunia dan akhirat. Selamat membaca!

Setiap orang pasti mempunyai kesibukan masing-masing. Entah sibuk akan organisasi, sibuk berbincang-bincang dengan teman, sibuk berdagang, sibuk mengurusi suatu project, dan kesibukan-kesibukan yang tidak ada habisnya itu. Tapi pernahkah kalian merasakan? Ketika merasa sangat sibuk sampai saat bertemu kasur langsung tak sadar. Pernahkah kalian sadar? kegiatan kalian terlampau padat sampai terasa tak ada habisnya. Pernahkah kalian berpikir? seakan-akan masalah kalian itu terus beranak hingga tak kunjung selesai. Apakah semua itu terjadi pada kalian juga?
sumber : http://external.polskieradio.pl
Tapi apakah kalian merasa bahwa yang kalian lakukan itu Produktif atau hanya membuang-buang waktu saja dan bahkan hanya membuat kalian lelah saja? Bagus jika kalian menganggap apa yang kalian lakukan itu produktif. Berarti kalian memanfaatkan waktu kalian (katanya) untuk kebaikan. Untuk memberikan manfaat kepada orang-orang. Untuk menjadikan Indonesia lebih maju dan tentram.
Apakah Kalian yakin? Bolehkah aku bertanya? Dalam kesibukan kalian itu, sudah berapa kali shalat kalian akhirkan? Dalam rapat rutin kalian itu, sudah berapa kali kalian tak sengaja berduaan? Dalam netmeet tiada henti itu, sudah berapa detik waktu tilawah kalian hilang? Dalam kepanitiaan kalian yang hebat itu, sudah berapa kali kesempatan dhuha dan tahajud kalian termakan? Entah karena lupa atau kecapekan? Dalam persiapan acara keren kalian itu, sudah berapa banyak waktu yang seharusnya kalian luangkan untuk-Nya, namun terkonversi menjadi untuk dunia?
Perjuangan kalian semu! Semua cinta yang kalian curahkan didalamnya, apa saja, itu semua tak bermakna. Jika urusan dunia kalian seakan merebut waktu kalian untuk-Nya.
Dunia itu menipu! Ketika kalian mengikutinya, ia tak akan pernah berhenti. Ketika kalian menyelesaikan satu masalahnya, yang lain kerap muncul tanpa henti. Mengerti kan sakitnya digantung? Mengambang tanpa kepastian? Itulah rasanya bervisi dunia!
Teorinya, ketika kita sedang berjalan dalam urusan dunia. Maka kita seharusnya berlari pada urusan akhirat! Bukan sebaliknya. Sibuk di dunia berarti lebih sibuk dengan akhirat.
“Tapi kan, semua pengorbanan ini untuk kebaikan..”
Bohong!
Kalian berucap perjuangan untuk memperjuangkan kebaikan. Namun perintah yang Maha Baik saja tidak kamu laksanakan. Kalian bilang rapatmu untuk lebih banyak memberi kebermanfaatan. Tapi larangan yang Maha Bermanfaat saja kalian abaikan.
Kalian tegaskan acara dan kepanitiaan itu ditujukan untuk Indonesia yang lebih hebat di masa depan. Oh iya? Kalian ingin memperbaiki Indonesia dengan cara mengurangi waktu untuk penciptanya?
Kalian bilang sibuk ini, kalian bilang ribet itu. Sampai lelah pikiran, fisik, dan hati. Tapi, pernahkah hal itu memotivasi kalian untuk mengadu kepada Maha Pembolak-balik hati?
Kawan, semakin kita sibuk dengan urusan dunia, seharusnya semakin sadar pula kita untuk lebih banyak berduaan dengan-Nya. Cobalah untuk sedikit demi sedikit menggeser prioritas kalian. Dari urusan dunia yang mengikat kalian dengan cinta semu, menjadi tujuan akhirat yang seharusnya menjadi satu-satunya tempat merindu.
Sempatkan dhuha ditengah rapat kalian, meminta kemudahan kepada-Nya. Istirahat sejenak ditengah rutinitas kegiatan kalian, luangkan untuk melantunkan ayat-Nya. Luangkan 30 menit dalam nyenyak tidur kalian, untuk tahajud di sepertiga malam meminta petunjuk-Nya.
Kosongkan hati kalian sejenak, keluarkan seluruh urusan dunia beserta isinya. Tuangkan kedalamnya Asmaul Husna, yang akan membawamu menikmati romansa keindahan mengaduh dan berserah diri kepada-Nya.
Itulah yang memudahkan semuanya! Memberkahkan waktu kalian, mempercepat urusan kalian, menghilangkan penat dalam kepala kalian.
Tidak percaya? Coba saja.
Atau kalian tetap mau seperti itu, menuruti urusan dunia yang tiada rehat? Digantung oleh sesuatu yang bahkan menjauhkanmu dari taat?
Memangnya orientasi mana yang harus kalian pegang erat?
Dunia, atau akhirat?
Seharusnya kesibukan kita di dunia itu sebanding dengan ibadah kita kepada-Nya. Bahkan kalau bisa lebih dari pada kesibukan kita di dunia. Karena tanpa doa pun, sesuatu yang sudah kita buat sedemikian bagus dan penuh persiapan itu, ketika Allah tidak berkehendak, maka sirna lah semua usaha kita.
Mungkin itu semua renungan untuk kita semua yang masih tahap untuk berhijrah dan terus menyebarkan manfaat sebanyak-banyaknya. Jadikan kesibukan kalian itu penyemangat dalam menebarkan kebaikan. Dan ubah lah lelah itu menjadi lillah. Semangat para penebar kebaikan!
Share:
Lokasi: Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia academics blog
academics blog

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com