Wednesday, 31 January 2018

Super Blue Blood Moon, Kenapa Disebut Fenomena?

Super Moon adalah fenomena bulan purnama berputar sangat dekat dengan bumi. Saat kondisi ini, bulan akan terlihat lebih besar bahkan sampai 30 kali dari biasanya.

Blue Moon adalah fenomena bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan. 

Blood Mood adalah fenomena matahari, bumi, dan bulan dalam satu lintasan yang sama (gerhana bulan total). Bulan akan Nampak kemerah-merahan.

Super Blue Blood Moon adalah ketika tiga peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang sama.


 (Sumber: www.mangobaaz.com)


Kenapa peristiwa tersebut dinamakan fenomena?
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), fenomena berarti sesuatu yang luar biasa, keajaiban. Keajaiban bermakna keganjilan atau keanehan yang terjadi di alam.
Dilihat dari makna tersebut, penyebutan fenomena menggambarkan bahwa peristiwa Super Blue Blood Moon adalah sesuatu yang aneh dan bukan berasal dari manusia, tetapi bisa disaksikan.

Manusia sudah hidup lebih dari 2018 tahun. Teknologi yang ada pun sudah canggih. Namun, tetap saja manusia memilki kekurangan. Secanggih-canggihnya teknologi manusia, tetap tidak dapat mengatur peristiwa Super Blue Blood Moon. Peristiwa itu terjadi begitu saja. Manusia hanya dapat mengamati dengan mata yang terbatas ini. 

Sesungguhya peristiwa ini dapat memantapkan keimanan kita. Peristiwa ini menyadarkan kita kembali bahwa alam semesta ini ada yang mengatur. Pergerakan bulan diatur oleh Sang Pencipta. Pergerakan matahari juga diatur oleh Allah Swt. Kita, sebagai manusia yang lemah, hanya dapat menyaksikan kekuasaan Allah Swt itu. Kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Maka dari itu, masihkah kita sombong? Masihkah kita tidak mau taat kepada aturan Sang Pencipta yang luar biasa itu?

Dari Al-Mughirah Bin Syu’bah, ia berkata “Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Saw. (yaitu) pada hari wafatnya Ibrahim (putra Nabi). Kemudian orang-orang berkata, ‘terjadinya gerhana matahari itu karena wafatnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan itu tidak gerhana karena wafat seseorang dan tidak karena hidupnya seseorang. Maka apabila kalian melihat (kejadian gerhana), maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah (Shahih Al-Bukhari,I:228 no. 1043).

Direkomendasikan membaca Scanning part I dan Scanning part II untuk melihat kekuasaan Allah SWT. yang lainnya.
Share:

Tuesday, 30 January 2018

Putus Cinta

Putus cinta kerap kali dirasakan bagi mereka yang menjalin hubungan dengan seseorang. Dimana putus cinta rata-rata dialami oleh remaja hingga dewasa. Karena masa remaja katanya adalah masa yang labil, terutama soal asmara. Mungkin sebagian besar remaja pernah mengalami yang namanya putus cinta. Apakah kalian termasuk yang pernah merasakannya juga?

sumber : https://i2.wp.com/mahasiswa.me

Putus cinta identik dengan pacaran. Kenapa? Karena kalau sudah berumah tangga namanya bukan putus cinta lagi, melainkan cerai. Selain itu karena pacaran juga biasanya dilakukan bagi mereka yang masih remaja atau remaja yang baru menginjak dewasa.  Oleh karena itu tingkat kelabilan mereka juga masih tinggi. Sehingga putus cinta kerap terjadi.

Banyak sekali remaja yang sangat galau jika putus cinta ini terjadi. Mulai dari diunfoll sama mantan di semua socmednya, diblock semua akun socmednya, depresi setelah putus cinta dan lain sebagianya. Apakah se-dramatis dan se-tragis itu?

Ada yang mengatakan bahwa jika putus cinta berarti putus pertemanan juga. Menurut saya hal ini tergantung dari masing-masing individunya. Jika mereka sebelum putus memang berniat untuk berteman saja, berarti tidak ada istilah yang namanya putus cinta putus pertemanan juga. Lalu ada yang bilang saat sudah putus, tetapi masih cinta. Padahal dia sendiri yang mutusin buat putus, tetapi malah dia yang gabisa move on. Memang lucu masa remaja yang penuh akan kelabilan, terutama soal asmara. Lalu apakah setelah putus harus mencari yang baru?

Nah ini yang bakal menjadi topik bahasan kita. Kita semua sudah tahu bahwa putus cinta se-rumit dan se-dramatis itu. Dan mungkin untuk sebagian orang, putus cinta itu menyakitkan. Lalu, muncul pertanyaan “Setelah putus, perlukah mencari yang baru?”

Logikanya adalah seperti kita jatuh dilobang yang sama jika kita memilih untuk pacaran lagi. Mungkin memang beda orang, tetapi apakah menjamin bahwa kita tidak akan jatuh dilobang yang sama lagi? Apakah kita bisa memastikan bahwa kita tidak akan merasakan sakit karena putus cinta lagi? Padahal kita tidak tahu kedepannya gimana, masa depan kita akan sama dia atau engga jika kita pacaran lagi. Karena yang tahu masa depan hanya Allah. Apakah kita bisa menerka-nerka jika kita pacaran lagi, meskipun dengan orang yang berbeda? Coba pikir ulang kembali!

Menurut saya, pacaran itu hanya untuk memuaskan hawa nafsu semata. Hawa nafsu di dunia, kenikmatan dunia. Namun, apakah kalian tahu bahwa kenikmatan dunia yang sementara itu akan menjauhkan kita dari surga-Nya? Kenikmatan dunia yang sementara itu tidak ada artinya  jika dibandingkan jika kita hidup kekal diakhirat. Entah apakah dengan pacaran itu membuat kita hidup di neraka atau surga, pastilah kalian sudah tahu jawabannya.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [QS. Al-Isra: 32]
Sudah sangat jelas bahwa Al-Qur’an melarang tentang pacaran. Bahkan mendekati pun tidak boleh. Lantas masihkah kita bertanya untuk mencari yang baru?

Allah sudah mengatur mengenai jodoh untuk setiap makhluknya. Kita sudah dipersiapkan bersama pasangan kita dan tersimpan di lauh mahfuz.

“Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.” [QS. An Nisaa (4):1].
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. [QS. Al Fathir:11]
Lalu, pernahkah kalian mendengar bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula?

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Bukankah seharusnya kita memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik supaya kelak jodoh kita sesuai dengan apa yang kita harapkan? Masihkah kita sempat memikirkan soal pacaran yang masih belum jelas soal masa depannya. Maksudnya adalah apakah dengan kita pacaran dengan seseorang, orang itu merupakan jodoh kita yang sudah tertulis di lauf mahfuz?

Perlu kalian ketahui bahwa sebagian besar orang yang pacaran, pasti akan berakhir dengan putus cinta. Tidak ada yang tahan atau langgeng sampai bertahun-tahun. Walaupun ada yang berhasil menikah dari hasil pacaran selama bertahun-tahun, coba kalian pikir apakah selama kalian pacaran bertahun-tahun itu merupakan cara yang halal? Apakah tidak ada campur tangan dari setan? Lalu apa rasanya jika kita sudah pacaran selama bertahun-tahun lalu menikah, sementara kita sudah pernah berpegang tangan dengannya, berpelukan, atau bahkan yang parahnya sampai berciuman?

Pacaran itu boleh, tetapi kalau sudah menikah. Karena jika kita pacaran sesudah menikah, itu akan menghasilkan pahala dibandingkan dengan pacaran sebelum menikah yang hanya akan menimbulkan dosa dan kenikmatan yang sesaat saja. Jadi, masih maukah kita berpacaran?
Share:

Hentikan 3 Hal Ini Agar Hidupmu Tak Sengsara!

Sumber : www.dictio.id


Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastilah ingin bahagia. Dari anak kecil, remaja, hingga orang tua memiliki keinginan mendasar untuk selalu bahagia, walau bagaimanapun caranya. Terkadang banyak orang yang mengganggap kebahagiaan diukur lewat banyaknya uang yang dimiliki, tingginya pangkat, atau mewahnya rumah dan kendaraan. Padahal sejatinya, kebahagiaan yang hakiki berasal dari dalam hati serta pikiran, dan bukanlah sebatas kenikmatan jasmani saja. 

Lalu mengapa ada orang yang terlihat hampir selalu bahagia seakan-akan hidupnya tanpa permasalahan? Apakah benar ada orang yang sepanjang hidupnya hanya berisi kebahagiaan dan kesenangan saja? Jawabannya tentu saja TIDAK. Tidak ada orang yang dalam hidupnya hanya berisi kebahagiaan dan kesenangan saja. Orang-orang yang senantiasa terlihat bahagia sebenarnya pun sama seperti kita. Mereka juga memiliki segudang permasalahan yang butuh penyelesaian. Bedanya dimana? Bedanya terletak di pola pikir dan kebiasaan.

Apa sajakah pola pikir dan kebiasaan yang harus kita hindari agar hidup kita dapat lebih bahagia? Mari simak ulasan berikut ini.



1. Redam Amarahmu!
Sumber : i.ytimg.com

Marah bagi seorang manusia tentulah merupakan hal yang wajar. Tetapi mudah marah terhadap hal-hal sepele di sekitar kita akan berdampak buruk bagi kebahagiaan kita. Lalu bagaimana jika sifat pemarah sudah menjadi kebiasaan yang mendarah-daging bagi diri kita? Lakukanlah beberapa hal di bawah ini :
  • Biasakan untuk berpikir positif terhadap kehidupan. Hal-hal yang membuat kita marah biasanya hanyalah hal sepele.Tapi karena pikiran kita yang sudah terlanjur negatif terhadap suatu keadaan, maka hal tersebut jadi kita anggap masalah besar dan menimbulkan kemarahan kita pada akhirnya.
  • Segeralah berganti posisi! Jika anda sedang berdiri dan merasakan amarah mulai memuncak, maka duduklah. Jika sedang duduk maka pindahlah ke posisi tidur. Pergantian posisi ini sudah terbukti efektif dalam meredam amarah.
  • Rutinlah berolah raga. Dengan berolah raga, maka energi kita secara berkala akan dilepaskan. Pelepasan energi berkala ini akan membawa dampak positif bagi tubuh kita dan mencegah timbulnya energi negatif yang kerap kali menyulut emosi dan membuat kita marah.

2. Buang Jauh-jauh Rasa Irimu!
Sumber : mettahu.blogspot.com

Iri terhadap apa yang dicapai dan dimiliki orang lain merupakan salah satu penyakit hati yang akan membuat kita sulit bahagia serta membuat hidup kita sengsara. Bayangkan saja jika setiap kali teman/tetangga/kenalan kita mempunyai suatu hal yang menurut kita lebih baik daripada yang kita miliki, kita merasa iri. Maka itu akan membuat diri kita sengsara. Karena nyatanya akan selalu ada orang-orang yang memiliki sesuatu yang lebih baik dari kita. Maka jika kita ingin hidup bahagia, buanglah jauh-jauh sifat iri yang kita miliki. Caranya adalah dengan mensyukuri segala karunia yang dianugerahkan olehNya. Sadarlah bahwa di luar sana, banyak orang yang ingin bertukar posisi dengan kita dan memiliki apa yang kita miliki sekarang. Dengan bersyukur juga dapat membuat hidup kita lebih tenang dan lebih bahagia.

3. Hidup Gak Usah Terlalu Cemas, Enjoy Ajalah!
Sumber : hellosehat.com

Hal lainnya yang sering menjadi faktor orang susah bahagia adalah karena banyaknya kecemasan yang dimiliki. Mulai dari cemas karena kerjaan menumpuk, cemas karena pasangan menjauh, atau bahkan cemas karena ketidak-pastian akan masa depan. Rasa cemas merupakan suatu hal alamiah yang dialami manusia. Insting untuk menghindari sesuatu yang tidak mengenakkan memang telah tertanam dalam diri sejak kita lahir. Tetapi rasa cemas yang berlebihan dapat membuat kita takut dalam menjalani kehidupan serta membuat kita dilanda kesengsaraan. Untuk menghilangkan perasaan mudah cemas agar bisa membuatmu hidup menjadi tenang dan bahagia, maka langkah berikut ini harus kamu coba.

  • Kenali sumber kecemasanmu, apabila sumber kecemasan datang dari masalahmu yang lalu, maka selesaikanlah sehingga tidak menjadi beban pikiran.
  • Terkadang sering menyendiri bisa membuat pikiran negatif menyerang. Jadi jangan cuma berdiam diri di rumah, cobalah bersosialisasi dengan orang disekitar lingkunganmu.

Nah, hindari 3 hal tadi agar hidupmu dapat bahagia ya!
Share:

Monday, 29 January 2018

Menghalau Depresi Dadakan

Depresi bisa datang tiba-tiba. Tapi, tak selalu harus minum obat antidepresan untuk mengatasinya. 


Sumber: i2.wp.com

Suhu politik yang memanas pada bulan-bulan terakhir ini, cuaca yang tak bersahabat, krisis ekonomi yang memicu tingginya angka kejahatan, plus bencana alam di mana-mana bisa mengakibatkan sebagian dari kita mengalami depresi. Apalagi, dalam situasi dan kondisi seperti itu, kita atau orang-orang yang kita cintai menjadi korban, baik dalam makna harfiah maupun dalam makna konotatif. Depresi semacam ini kerap disebut sebagai depresi musiman.

Namun, Anda tak perlu cemas berlebihan. George Pratt, Ph.D. dari Departemen Psikologi Scripps Memorial Hospital La Jolla, California, Amerika Serikat, berkenan membagi delapan tip untuk mengatasi depresi musiman seperti itu.

1. Perhatikan diri Anda dengan baik. 


Sumber : http://iloveinspired.com

“Mungkin saran ini sudah jutaan kali Anda dengar, tapi nasihat ini terbukti efektif untuk mengatasi depresi musiman, terutama depresi yang muncul di kala musim libur,” kata George Pratt. Untuk mencapai tujuan kesehatan emosional Anda dan mengatasi depresi musiman, cobalah berjalan kaki di udara terbuka. Olahraga, udara segar, dan pencahayaan alami merupakan suatu kombinasi yang kuat untuk meningkatkan semangat Anda.

2. Buatlah ekspektasi yang rasional. Begitu banyak dari kita yang membuat standard tinggi yang tidak rasional. Misalnya, dalam masa liburan yang singkat, Anda ingin belanja, memasak, membuat kue, mendadani rumah, dan datang ke setiap undangan yang Anda terima. Kalau seperti itu, cukup sulit untuk membuat perasaan Anda merasa nyaman. Cobalah buat skala prioritas untuk hal-hal yang Anda inginkan.

3. Buatlah hubungan. 

Sumber : www.ag-prime.com

“Ini bukan hubungan dengan orang di suatu pesta atau acara liburan, tapi suatu hubungan yang memperbarui kembali semangat Anda,” ujar George Pratt. Misalnya dengan menjadi relawan di rumah singgah atau di rumah sakit. Untuk lebih menyehatkan jiwa Anda, ciptakanlah hubungan dengan alam, dengan cara berjalan kaki di taman atau sepanjang pantai.

4. Ungkapkan perasaan Anda. Penemuan baru-baru ini menunjukkan, ketika kita dapat mengidentifikasi dan memberi label bagaimana perasaan kita, kita mengaktifkan bagian-bagian lain dari otak, dengan efek-efek yang positif dan sangat menyehatkan. Misalnya, katakanlah bila Anda telah kehilangan orang yang Anda cintai pada tahun lalu dan sepanjang tahun merasa sedih, marah, dan merasa bersalah. Riset membuktikan, jika Anda memberi label pada perasaan-perasaan Anda dan, idealnya, mengekspresikan kepada orang lain, akan mendatangkan manfaat bagi mood dan sistem imun tubuh Anda.

5. Latih otak Anda untuk jadi positif. 


Sumber : gedground.com

Jika Anda terlalu fokus pada kesalahan-kesalahan dalam hidup Anda, otak Anda akan membeku pada hal-hal yang “negatif”. Namun, untunglah, dengan hanya sedikit usaha, Anda dapat mengondisikan otak Anda untuk menyeimbangkan mood dan mengembangkan kebahagian Anda. Salah satu caranya adalah dengan membuat suatu “daftar rasa syukur” harian. Setiap hari, luangkan waktu satu-dua menit untuk membuat suatu upaya kesadaran, mengingat segala sesuatu dalam hidup Anda yang patut disyukuri. Namun, jangan tuliskan apa pun, cukup lakukan semua itu dalam pikiran Anda, misalnya ketika Anda sedang mandi atau ketika sedang jalan-jalan pagi. Hitunglah semua hal yang patut Anda syukuri. Fokus pada kesepuluh hal dan mungkin Anda akan menemukan lebih banyak lagi. “Setiap kali melakukan ini, Anda mengondisikan otak Anda untuk mengapresiasi dan kebahagiaan—dan itu membuat Anda menjadi lebih mungkin untuk mengatasi depresi musiman,” ungkap George Pratt.

6. Berlatihlah kebaikan secara acak. Contoh untuk langkah ini adalah memberi senyum kepada orang di jalan, menahan pintu agar tetap terbuka, atau membiarkan orang lain untuk mendahului kendaraan Anda. Yakinlah, kesempatan untuk membantu orang lain tak akan ada akhirnya dan kita memiliki suatu kapasitas yang tak terbatas untuk melakukan hal-hal yang baik. Selain itu, melakukan kebaikan secara acak juga dapat menjadi perbuatan yang menyenangkan.

7. Tertawa. 


Sumber : www.laughingdiva.com

Gelak tawa itu menyegarkan. Mengisi kembali baterei Anda. Ada bermacam-macam studi yang memperlihatkan betapa bagusnya gelak tawa bagi otak, kesehatan, dan sistem imun tubuh Anda. Juga baik buatmood Anda dan dapat mengatasi depresi musiman. Temukanlah suatu alasan untuk tertawa setiap hari—akan lebih baik jika Anda bisa menemukan humor dari hal-hal yang menjengkelkan pada lingkungan keluarga Anda atau hal-hal kecil yang sering membuat Anda stres.

8. Minta bantuan bila Anda memerlukan.


Sumber : bornthisway.foundation

 Jika Anda tetap merasa sedih ketika sedang dalam upaya memperbaiki mood Anda atau jika Anda susah tidur, banyak pikiran atau putus asa, atau memiliki masalah dalam menjalani aktivitas sehari-hari, segera hubungi psikolog atau dokter. Anda mungkin memerlukan terapi, pengobatan, atau suatu kombinasi dari keduanya agar perasaan mulai lebih baik dan depresi musiman Anda dapat teratasi.

Perawatan Alami
Bila Anda memang menghindari obat-obatan kimiwai untuk mengatasi depresi, mungkin Anda bisa mencoba “resep” alami yang ditulis Michelle Schoffro Cook dalam bukunya yang berjudul The Brain Wash. Perawatan depresi secara alami yang dianjurkan Cook ini dapat membantu mengatasi mood sedih Anda. Cook menganjurkan orang yang sedang depresi untuk mengonsumsi St. John’s wort (Hypericum perforatum , juga dikenal dengan sebutan Tipton’s weed atau Klamath weed) dan ginkgo biloba. Selain itu, Cook juga memaparkan beberapa pilihan gaya hidup yang dapat mengangkat mood sedih tanpa obat antidepresi.

“St. John’s wort khususnya efektif untuk depresi, terutama untuk gejala yang ringan sampai moderat. Bahan alami ini tanpa efek samping,” ujar Cook. Akan halnya manfaatginkgo biloba, menurut Cook, memperbaiki produksineurotransmitter di otak dan membantu membawa darah yang kaya oksigen untuk memperbaiki fungsi otak.

Namun, Cook mengingatkan, jangan pernah mengonsumsi St John’s wort, ginkgo biloba, atau pengobatan alami lainnya bila Anda senang menjalani pengobatan dengan antidepresan seperti Zoloft, Prozac, Paxil, atau Effexor. Konsultasikanlah dengan doktor Anda sebelum mempertimbangkan menjalani keduanya sekaligus. Juga penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda ingin menghentikan pengobatan dengan obat antidepresan dan mencoba pengobatan alami.

Selain itu, depresi dadakan atau musiman juga dapat diatasi dengan gaya hidup sehat. Ketika Anda sedang dilanda depresi musiman, tingkatkanlah aktivitas fisik Anda. Jika Anda selama ini enggan berolahraga, cobalah mulai perlahan-lahan, misalnya dengan sedikit berjalan kaki atau berenang.

Hindarilah gula refined, lemak tak sehat, kafein, makanan olahan, atau fast food. Konsumsilah makanan segar dan makanan alami. Lalu, dengarkanlah musik dengan irama yang tenang.

Mungkin, apa yang dilakukan itu tidak bisa mengatasi depresi dalam jangka waktu lama, tapi setidaknya dapat membuat Anda merasa lebih baik untuk beberapa saat. “Selidiki faktor lain yang mungkin memberi kontribusi bagi depresi, seperti anemia, ketidakseimbangan gula darah, pertumbuhan jamur penyebab infeksi yang berlebihan, krom, seng, dan/atau kekurangan magnesium, lemahnya adrenal, atau tubuh Anda mengandung racun berlebihan,” ujar Cook.

Selain itu, bila Anda mendadak depresi, fokuslah pada apa yang Anda senangi. Tontolah film-film yang lucu. Juga minum air putih yang cukup dan sempatkan untuk berjemur di bawah matahari pagi. Tingkatkan pula asupan Omega-3, vitamin B-kompleks, dan minyak ikan.

Namun, tetap harus diingat, ungkap Cook, efektivitas perawatan alami tentunya berbeda-beda pada setiap orang. St John’s wort dan menonton film lucu mungkin akan efektif bagi sebagian orang, tapi belum tentu bagi orang yang lain. Barangkali, ada orang yang lebih merasakan manfaat obat antidepresan ketimbang perawatan alami.
Share:

Maafkanlah, Maka Engkau Akan Sehat

Memaafkan ternyata memiliki efek yang mengagumkan bagi kesehatan jiwa dan raga kita.


Sumber : www.psychologies.co.uk

Sepanjang sejarah manusia, para orang bijak telah mengajarkan bahwa memberi maaf adalah kebutuhan kita. Cobalah kita cermati lagi ajaran Yesus, Muhammad, Buddha, Lao Tzu, Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, Martin Luther King, Jr., atau orang-orang bijak masa kini. Bahkan, banyak ilmuwan yang menyetujui pendapat tersebut. Mereka meyakini bahwa memberikan maaf merupakan solusi kunci bagi banyak penyakit sosial dan penyakit fisik.

Memang, "memaafkan" adalah sebuah kata yang besar. Setiap orang yang pernah merasakan rasa sakit akibat perlakuan brutal pastilah memahami bahwa memaafkan sangat-sangat mudah dikatakan daripada dilakukan. Karena itu, kita bisa memahami kalau ada korban pemerkosaan yang tak bisa memaafkan si pemerkosanya.

Namun, seperti kata Mahatma Gandhi, hanya orang yang memiliki kekuatan jiwa yang besar dapat memaafkan kesalahan orang lain “Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Memberikan maaf hanya bisa dilakukan oleh orang yang kuat,” ungkap Gandhi. Nah, kita masuk dalam kategori yang mana? Dalam bahasa Yunani, kata untuk memaafkan adalah aphesis, yang berarti juga ‘membiarkan pergi’. Dari sini mungkin kita bisa memahami lebih dalam lagi bahwa perbuatan memaafkan adalah suatu proses dan juga bermakna ‘melepaskan’. Masalahnya, siapa yang melepaskan dan siapa pula yang dilepaskan?

Ada sebuah kisah seorang bijak dengan seorang muridnya. Suatu hari, sang bijak berkata kepada muridnya, “Pikirkanlah semua orang yang pernah menyakiti kamu, khususnya yang kesalahannya tidak bisa kamu maafkan. Goreskan nama mereka masing-masing di sebuah kentang dan masukkan semua kentang itu ke dalam karung.” Sang murid pun mengikuti perintah gurunya, sehingga karung menjadi berat. Namun, sang bijak menyuruh murid itu untuk membawa karung berisi kentang-kentang tersebut di punggungnya selama seminggu, sehingga sang murid lama-kelamaan semakin terbebani hidupnya.

Setelah seminggu, sang bijak pun bertanya kepada muridnya, pelajaran apa yang bisa diambil dari apa yang ia lakukan selama seminggu tersebut. “Ketika kita tak dapat memaafkan orang lain, kita sesungguhnya membawa perasaan negatif dalam diri kita ke mana pun kita pergi, seperti saya membawa kentang-kentang itu. Yang negatif itu menjadi beban kita dan, tak berapa lama kemudian, menjadi busuk,” ujar si murid.

Nah, kita pun akan menjadi orang-orang yang terbebani oleh energi marah dan rasa benci jika kita memilih untuk tidak memaafkan kesalahan orang lain. Namun, ketika memilih untuk memaafkan orang lain, kita sebenarnya sedang melepaskan emosi negatif yang membebani diri kita dan membiarkan kekuatan penyembuhan dari kesediaan untuk memaafkan bekerja dengan ajaib. Karena kita memaafkan dan membiarkan emosi negatif itu pergi, kita sebenarnya sedang dikeluarkan dan disembuhkan.

Bukan hanya penyakit psikis yang bisa disembuhkan oleh tindakan memaafkan, tapi juga penyakit fisik. Banyak studi dan riset yang memperlihatkan bahwa orang yang sedikit sekali memaafkan kesalahan orang lain rentan terkena masalah kardiovaskular dan penyakit yang berhubungan dengan stres. Dalam salah satu edisinya, Mayo Clinic Journalmelaporkan bahwa orang yang tidak dapat memaafkan kesalahan orang lain mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Pendek kata, menurut laporan itu, memaafkan ternyata memiliki “efek memadamkan, mengagumkan”, yang dapat membantu meredakan rasa sakit, meringankan depresi, dan meningkatkan fungsi kardiovaskular. Jadi, tunggu apa lagi? Maafkanlah orang yang telah berbuat salah kepadamu.
Share:

Friday, 26 January 2018

Realize it

Sebelum membaca artikel ini, direkomendasikan membaca artikel “We are Human".
Sebagai makhuk (ciptaan), manusia tentu memiliki latar belakang, tujuan dan pedoman hidup. Pastinya, we must relize it!




Latar Belakang

Manusia pertama yang diciptakan adalah nabi Adam ketika di surga. Allah Swt menciptakan nabi Adam dari tanah. Dari tulang rusuk Nabi Adam, Allah Swt menciptakan Hawa untuk menemaninya. Allah Swt memerintahkan semua makhluknya untuk hormat kepada nabi Adam. Hanya saja, iblis memiliki sifat sombong. Dengan kesombongannya, mereka berpikir tidak perlu hormat kepada nabi Adam. Mereka berpikir tidak patut hormat karena nabi Adam adalah makhluk baru, sedangkan mereka sudah lebih dulu diciptakan dan tinggal di surga. Oleh  karena itu, Allah tidak memperkenankan iblis tinggal di surga. Iblis bersedia, tetapi dia memiliki satu janji. Mereka berjanji untuk menggoda nabi Adam dan keturunannya agar mereka berpaling dari tujuan mereka diciptakan. 

Iblis menggoda Hawa dan Adam untuk tidak taat pada satu peraturan Allah, yaitu larangan memakan buah khuldi. Nabi Adam dan Hawa pun tergoda dan pada akhirnya dihukum Allah Swt untuk tinggal di bumi.
Demikianlah latar belakang manusia diciptakan dan kini tinggal di bumi.





Sumber : www.muslimahsawo.blogspot.com


Tujuan
Tujuan manusia diciptakan oleh Allah Swt tercantum dalam ayat Al-Qur’an.
“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat:56).

Ibadah berasal dari kata يَعْبُدُ - عَبَدَ yang artinya mengabdi, menyembah. 
Makna kata mengabdi adalah melaksanakan seluruh aturannya. Dengan kata lain adalah taqwa (mematuhi seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-nya).

Pedoman Hidup
Manusia itu spesial karena memiliki akal. Dengan akal kita, Allah Swt memberikan kita tantangan untuk memilih. Apakah kita akan sesuai dengan tujuan diciptakan, ataukah tidak.

“Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia”

Mungkin kita sering mendengar kalimat itu. Ya, kalimat itu bermakna bahwa tatacara hidup kita di dunia tercantum dalam Al-Qur’an. Itu seperti buku panduan (manual book).

Semua itu sudah tersusun rapi. Tugas kita hanyalah memilih. Kita harus menyadari bahwa kita memiliki akal untuk memilih jalan hidup kita. Namun kesadaran itu terkadang sirna karena rayuan setan. kita tidak sadar bahwa kita sedang memilih jalan yang salah. Maka dari itu, marilah kita sadar. Sadari pilihan yang kita pilih di setiap detik hidup ini.

Wallahu’alam bi showab.


Share:

We are Human

Artikel ini masih kelanjutan dari dua artikel sebelumnya yaitu “scanning part 1dan “scanning part 2. Dalam dua artikel sebelumnya, kita menyimpulkan bahwa yang menciptakan kita adalah Allah SWT. Ketika kita sudah tahu, kemudian apa yang harus kita lakukan selanjutnya?

Kali ini, aku mau sedikit santai. Aku akan memulai dengan bercerita. Pas SMA, aku sering ikut lomba-lomba yang dilaksanakan oleh LIPI (Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia). Salah satu lombanya adalah NYIA atau National Young Inventors Awward. Tapi karna ribet, aku lebih sering menyebutnya NYipta Alat. Yah walaupun itu tidak sesuai sama kaidah akronim. Dalam lomba itu, kami ditantang untuk membuat alat baru atau memodifikasi benda agar memudahkan pekerjaan manusia.

Pada awalnya, aku tertarik dengan lomba itu agar aku bisa mengekpresikan benda hayalan yang aku inginkan menjadi nyata. Namun, ternyata aku gabisa langsung membuat benda. Seleksi pertama, aku harus membuat latar belakang serta tujuan pembuatan alat dalam bentuk tulisan. Itu hal yang sulit. Aku juga harus membuat pedoman penggunaan alat yang akan dibuat.

Ketika aku sedang pusing memikirkan latar belakang dan tujuan, terbesit sesuatu di pikiranku. Aku berpikir “kalau alat saja butuh latar belakang, tujuan dan pedoman penggunaan, apalagi manusia”.




Sumber: www.onlygfx.com

Manusia adalah makhluk.
Makhluk diambil dari bahasa arab yang berarti “sesuatu yang diciptakan”. Itu berarti manusia juga termasuk jenis yang diciptakan seperti alat/benda. Dengan demikian, manusia juga berarti punya latar belakang, tujuan dan predoman. 
Lalu, bagaimana latar belakang kita? Apa tujuan kita diciptakan-Nya? Dan bagaimana pedoman penggunaan tubuh ini sebagai manusia yang diciptakan-Nya?

Next Article: Relize it
Share:

Membaur Tapi Tak Melebur

Membaur tapi tak melebur merupakan kalimat yang simple namun mempunyai banyak makna di dalamnya. Namun, sudahkah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan membaur tapi tak melebur? Sudahkah kita berusaha mendalami makna dari kalimat tersebut?

sumber : https://www.femina.co.id

Membaur tapi tak melebur memiliki arti bahwa kita diharuskan untuk bergaul pada semua orang tanpa memperdulikan status sosial, bahkan agama. Karena sejatinya manusia merupakan makhluk sosial. Dimana segala kegiatan kita pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh sebab itu kita diharuskan untuk membaur ke lingkungan sekitar kita.

Namun, bukan berarti bahwa kita membaur akan melebur kearah perilaku yang menyimpang. Membaur itu boleh, namun tetap ada batasannya. Ketika kita sudah membaur, tetapi teman kita mulai menjerumuskan kita untuk berperilaku yang kurang baik, alangkah baiknya jika kita menolak ajakan tersebut. Untuk itu di dalam membaur tapi tak melebur dibutuhkan sebuah pendirian dan jati diri.

Pendirian merupakan suatu prinsip yang sudah kita pegang dalam diri kita. Sedangkan jati diri adalah bagaimana kita mengenal diri kita beserta sifat-sifat kepribadian secara lahir. Karena mempunyai jati diri merupakan ciri orang beriman. Untuk itu, didalam bergaul hendaknya kita sudah memiliki pendirian dan jati diri yang kuat. Sehingga tidak mudah tergoyahkan ketika kita diajak dalam bertingkah laku yang jauh dari kata baik. Konsistensi jati diri dan pendirian merupakan hal yang utama untuk bisa bertahan dalam membaur tapi tak melebur ini.

Dalam bergaul, sudah semestinya kita tidak mengabaikan identitas keislaman yang tertanam dalam diri kita. Jadi ketika kita bergaul, usahakan nilai-nilai kebaikan yang kita bawa, kita tularkan juga ke lingkungan sekitar kita. Mengajak kebaikan untuk membuat orang lain merasa lebih baik juga merupakan hal yang utama dalam bergaul. Namun, ketika teman kita tidak suka jika kita mengajak dalam kebaikan, kita jangan langsung memusuhi ataupun menjauh dari dia. Justru kita dekati dia dan berbaurlah. Barangkali, hati dia akan tersentuh dan mendapat hidayah dari Allah.

Perlu kita ketahui bahwa teman yang kita anggap tidak baik itu, bisa jadi dia menjadi penolong kita di akhirat. Sebab, kita bersama-sama dalam menuju kebaikan.  Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Komitmen kepada Allah untuk tidak melakukan hal yang jauh dari kata baik juga penting dalam bergaul. Ketika kita mempunyai komitmen kepada Allah, kita pasti akan teringat dan takut untuk melakukan hal yang kurang baik. Karena kita tahu bahwa Allah selalu mengawasi kita. Meskipun kita dapat bersembunyi dari manusia, tetapi kita tidak dapat bersembunyi dari Allah. Untuk itu membaur tapi tak melebur akan sulit dilakukan jika kita tidak mempunyai komitmen yang kuat kepada Allah.


Jangan sampai ketika kita membaur dengan teman-teman , justru kita yang terjerumus dan melebur ke arah perilaku yang jauh dari kata baik. Kita lah yang harus bisa menjadi pelopor dalam kebaikan untuk teman-teman kita. Tebarkan kebaikan dan kebermanfaatan dimanapun dan kapanpun kita berada.
Share:

Berharaplah Hanya Kepada Allah!


Manusia adalah makhluk sosial yang saling ketergantungan satu sama lain. Tidak ada manusia yang dapat hidup seorang diri, sebab memang naluriahnya seorang manusia untuk dibantu sesamanya. Seorang yang individualis sekalipun tidak dapat benar-benar hidup sendiri. Meskipun menurutnya banyak hal yang dapat ia lakukan sendiri, ia tetaplah manusia yang memerlukan bantuan orang lain. Contoh sederhananya adalah sekolah. Di sekolah, seorang murid memerlukan guru untuk mengajar dan memerlukan teman untuk kegiatan kerja kelompok dan berdiskusi.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ketergantungan satu sama lain menjadi identitasnya seorang manusia. Namun, hal itu tetap harus disikapi dengan wajar. Ketergantungan yang berlebihan pada orang lain dapat menimbulkan kekecewaan yang berlebihan pula. Ketergantungan tersebut dapat menimbulkan harapan-harapan yang tidak memiliki kepastian. 
Kita semua harus sadar, se-hebat apapun seseorang dihadapan kita, dia tetaplah manusia. Ingat quotes yang sering kali di ulang oleh para motivator? NO BODY’S PERFECT! Memang begitulah adanya, tiada manusia yang sempurna di dunia ini. Manusia terlahir dengan berbagai kekurangan dan kelebihan. Ketika kita sudah menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kita harus menyiapkan ruang kecewa pada hati kita. Ada seseorang yang pernah berujar, “Hati yang lembut, jangan dibiarkan penuh oleh kekaguman antar sesama saja. Kita harus memberi sedikit ruang pada hati untuk mengisi kekecewaan pada orang lain. Sebab jika ia hanya penuh dengan kekaguman saja, jika suatu saat kecewa datang, dia tak akan kuat.” Jadi, menyiapkan ruang kecewa pada orang lain itu penting. Berharap kepada manusia memang mengecewakan!



Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah akan timpakan kepadamu pedihnya pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain Dia, maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut, agar kamu kembali berharap kepadanya. (Imam Syafi'i)

(sumber: zonabombong.wordpress.com)

“Berharap kepada manusia, adalah kekecewaan yang tertunda.”

Sebenarnya kecewa itu wajar, apalagi dengan manusia. Tapi tetap, menyikapinya haruslah sewajar mungkin. Yang tidak akan mengecewakan hanya Dia yang satu, Allah.

Firman Allah:

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

Arti: dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Al-insyirah:8)

            Allahlah pemilik bumi, langit, beserta isinya. Ketika ada seorang manusia yang kecewa pada Allah, bukan Allah yang mengecewakan dia, sebab kurangnya syukur yang menjadikan seseorang berprasangka buruk terhadap Allah. Ambil saja sebuah contoh, Ketika ada seseorang yang merasa hidupnya sangat berat, ia menyalahkan Allah. Padahal, jelas-jelas Allah hanya akan menguji seorang hamba hingga pada batas kemampuannya. Lalu ketika ia melihat orang lain tidak ditimpa musibah yang ia derita, ia merasa Allah tidak adil. Padahal, ia hanya melihat yang dzahir dari orang lain tersebut. Bisa jadi, masalah orang lain lebih berat dari kita. Tapi mereka tetap bersyukur dan sabar, itulah yang menyebabkan senyum mereka tetap asik bertengger pada wajahnya.



            Janji Allah tidak mungkin mengecewakan. Allah adalah sebaik-baik zat yang menyayangi hambanya. Ketika ada seseorang yang berdo'a dan memohon pada Allah, Allah pasti mengabulkannya. 
3 Cara Allah mengabulkan do'a seorang hamba:
1. Allah mengabulkan langsung
2. Allah menunda untuk mengabulkan do'a tersebut
3. Allah ganti dengan yang lebih baik


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. 
(Al-baqarah: 186)



            Berharap kepada Allah tidak mungkin mengecewakan. Masih mau berharap kepada selain Allah?
Share:

Kesibukan yang Fana

Hallo Inspirers! Kali ini aku mau sedikit memberikan opiniku. Opiniku ini tentang aktivitas setiap orang yang sangat beragam dan dituntut untuk menyeimbangkan aktivitas dunia dan akhirat. Selamat membaca!

Setiap orang pasti mempunyai kesibukan masing-masing. Entah sibuk akan organisasi, sibuk berbincang-bincang dengan teman, sibuk berdagang, sibuk mengurusi suatu project, dan kesibukan-kesibukan yang tidak ada habisnya itu. Tapi pernahkah kalian merasakan? Ketika merasa sangat sibuk sampai saat bertemu kasur langsung tak sadar. Pernahkah kalian sadar? kegiatan kalian terlampau padat sampai terasa tak ada habisnya. Pernahkah kalian berpikir? seakan-akan masalah kalian itu terus beranak hingga tak kunjung selesai. Apakah semua itu terjadi pada kalian juga?
sumber : http://external.polskieradio.pl
Tapi apakah kalian merasa bahwa yang kalian lakukan itu Produktif atau hanya membuang-buang waktu saja dan bahkan hanya membuat kalian lelah saja? Bagus jika kalian menganggap apa yang kalian lakukan itu produktif. Berarti kalian memanfaatkan waktu kalian (katanya) untuk kebaikan. Untuk memberikan manfaat kepada orang-orang. Untuk menjadikan Indonesia lebih maju dan tentram.
Apakah Kalian yakin? Bolehkah aku bertanya? Dalam kesibukan kalian itu, sudah berapa kali shalat kalian akhirkan? Dalam rapat rutin kalian itu, sudah berapa kali kalian tak sengaja berduaan? Dalam netmeet tiada henti itu, sudah berapa detik waktu tilawah kalian hilang? Dalam kepanitiaan kalian yang hebat itu, sudah berapa kali kesempatan dhuha dan tahajud kalian termakan? Entah karena lupa atau kecapekan? Dalam persiapan acara keren kalian itu, sudah berapa banyak waktu yang seharusnya kalian luangkan untuk-Nya, namun terkonversi menjadi untuk dunia?
Perjuangan kalian semu! Semua cinta yang kalian curahkan didalamnya, apa saja, itu semua tak bermakna. Jika urusan dunia kalian seakan merebut waktu kalian untuk-Nya.
Dunia itu menipu! Ketika kalian mengikutinya, ia tak akan pernah berhenti. Ketika kalian menyelesaikan satu masalahnya, yang lain kerap muncul tanpa henti. Mengerti kan sakitnya digantung? Mengambang tanpa kepastian? Itulah rasanya bervisi dunia!
Teorinya, ketika kita sedang berjalan dalam urusan dunia. Maka kita seharusnya berlari pada urusan akhirat! Bukan sebaliknya. Sibuk di dunia berarti lebih sibuk dengan akhirat.
“Tapi kan, semua pengorbanan ini untuk kebaikan..”
Bohong!
Kalian berucap perjuangan untuk memperjuangkan kebaikan. Namun perintah yang Maha Baik saja tidak kamu laksanakan. Kalian bilang rapatmu untuk lebih banyak memberi kebermanfaatan. Tapi larangan yang Maha Bermanfaat saja kalian abaikan.
Kalian tegaskan acara dan kepanitiaan itu ditujukan untuk Indonesia yang lebih hebat di masa depan. Oh iya? Kalian ingin memperbaiki Indonesia dengan cara mengurangi waktu untuk penciptanya?
Kalian bilang sibuk ini, kalian bilang ribet itu. Sampai lelah pikiran, fisik, dan hati. Tapi, pernahkah hal itu memotivasi kalian untuk mengadu kepada Maha Pembolak-balik hati?
Kawan, semakin kita sibuk dengan urusan dunia, seharusnya semakin sadar pula kita untuk lebih banyak berduaan dengan-Nya. Cobalah untuk sedikit demi sedikit menggeser prioritas kalian. Dari urusan dunia yang mengikat kalian dengan cinta semu, menjadi tujuan akhirat yang seharusnya menjadi satu-satunya tempat merindu.
Sempatkan dhuha ditengah rapat kalian, meminta kemudahan kepada-Nya. Istirahat sejenak ditengah rutinitas kegiatan kalian, luangkan untuk melantunkan ayat-Nya. Luangkan 30 menit dalam nyenyak tidur kalian, untuk tahajud di sepertiga malam meminta petunjuk-Nya.
Kosongkan hati kalian sejenak, keluarkan seluruh urusan dunia beserta isinya. Tuangkan kedalamnya Asmaul Husna, yang akan membawamu menikmati romansa keindahan mengaduh dan berserah diri kepada-Nya.
Itulah yang memudahkan semuanya! Memberkahkan waktu kalian, mempercepat urusan kalian, menghilangkan penat dalam kepala kalian.
Tidak percaya? Coba saja.
Atau kalian tetap mau seperti itu, menuruti urusan dunia yang tiada rehat? Digantung oleh sesuatu yang bahkan menjauhkanmu dari taat?
Memangnya orientasi mana yang harus kalian pegang erat?
Dunia, atau akhirat?
Seharusnya kesibukan kita di dunia itu sebanding dengan ibadah kita kepada-Nya. Bahkan kalau bisa lebih dari pada kesibukan kita di dunia. Karena tanpa doa pun, sesuatu yang sudah kita buat sedemikian bagus dan penuh persiapan itu, ketika Allah tidak berkehendak, maka sirna lah semua usaha kita.
Mungkin itu semua renungan untuk kita semua yang masih tahap untuk berhijrah dan terus menyebarkan manfaat sebanyak-banyaknya. Jadikan kesibukan kalian itu penyemangat dalam menebarkan kebaikan. Dan ubah lah lelah itu menjadi lillah. Semangat para penebar kebaikan!
Share:

Thursday, 25 January 2018

Mencari Passion yang Tepat

Passion merupakan kata yang banyak dicari bagi mereka yang sedang berada pada titik jenuh dalam melakukan sesuatu. Mereka berpikir apakah pekerjaan yang sedang mereka lakukan itu merupakan passion mereka?

Lantas, apa yang dimaksud dengan passion itu sendiri?

Passion menurut pandangan saya adalah sesuatu hal yang membuat kita suka bahkan cinta dalam melakukannya dan rela berkorban untuk mencapai hal tersebut. 

Jadi, ketika kita melakukan suatu hal atau pekerjaan dan itu membuat kita lupa waktu dan merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat ketika kita melakukannya, itu menandakan bahwa kita sedang melakukan hal yang kita suka atau kita cintai. Itulah yang dinamakan passion.

sumber : http://www.christophermduncan.com

Passion itu ketika kita melakukan suatu hal, waktu berasa begitu cepat dan kita tidak merasa lelah. Namun, kesenanganlah yang muncul ketika kita melakukannya.

Sebagai contoh, mungkin diantara kita ada yang suka bermain game. Ketika kita sedang bermain game, kita sampai lupa waktu dalam memainkannya dan muncul rasa senang ketika kita selesai memainkannya. Mungkin itu passion kita! Jika kita terus mengasah kemampuan yang sesuai dengan passion kita, besar kemungkinan passion kita tersebut bisa menghasilkan uang. Contohnya adalah Reza Arap Oktavian, dia adalah youtuber gaming yang sekarang sudah terkenal dikalangan remaja. Dia melakukan sesuatu yang dia senangi yaitu bermain game dan dia coba berinovasi dengan passion dia yaitu dengan memasukkan video ketika dia sedang bermain game ke Youtube. Alhasil, dia memperoleh uang dengan sesuatu hal yang sesuai passionnya.

Contoh selanjutnya adalah bapak presiden RI ke-3 yaitu BJ. Habibie. Beliau kuliah di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin Dan Dirgantara ITB. Semasa kuliah, beliau sangat menggemari tentang konstruksi pesawat terbang. Sehingga, beliau sangat mencintai pelajaran fisika. Menurut beliau, itu merupakan passionnya dibidang fisika. Ketika belajar fisika, dia sangat menekuni dan mendalami ilmu itu. Namun, bukan berarti pelajaran lain dikesampingkan oleh beliau. Beliau juga mempelajari pelajaran lain, namun tidak semaksimal ketika dia menekuni pelajaran fisika. Namun, yang patut diteladani dari sosok BJ. Habibie adalah ketika dia sudah sukses berkarier di negara lain, beliau tetap kembali ke Indonesia dan ingin membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Tokoh selanjutnya yang bisa kita ambil hikmahnya dalam menekuni passionnya adalah Mark Zuckerberg dan Bill Gates. Mark Zuckerberg adalah pendiri Facebook. Di zaman sekarang, siapa sih yang gak tau Facebook? Pasti kita pernah memakai situs Facebook untuk berinteraksi dengan orang lain. Entah itu teman, sahabat, pacar, keluarga, atau orang asing yang baru kita temui di Facebook. Namun, tahukah kalian bahwa Mark Zuckerberg sengaja meninggalkan kuliahnya di Universitas Harvard untuk menggarap situs Facebook yang pernah kita gunakan itu. Sama halnya dengan Bill Gates. Bill Gates lebih dulu di Drop Out dari Universitas Harvard bukan karena beliau bermalas-malasan. Melainkan karena ingin fokus pada cita-citanya yaitu mendirikan Microsoft. Alhasil ,Microsoft sudah bisa kita rasakan dampaknya berkat pengorbanan beliau yang harus di-DO dari Universitas Harvard dan memilih untuk menekuni passionnya. Mark Zuckerberg dan Bill Gates merupakan contoh orang yang rela berkorban demi menekuni passionnya masing-masing. Mereka berdua sukses berkat passion yang mereka tekuni.

Terlepas dari kesuksesan tokoh-tokoh yang saya sebutkan diatas, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka berani mengorbankan sesuatu hal untuk passion yang mereka jalani. Alhasil, kesuksesan lah yang mereka dapat berkat jerih payah dan pengorbanannya untuk passion yang mereka pilih.

Sudahkah kita menemukan passion yang tepat? Jika kita senang di Organisasi dan merasa bahwa menghabiskan waktu untuk kegiatan organisasi memberikan dampak yang positif untuk kita, mungkin passion kita ada disitu. Jika kita senang dengan berbisnis dan selalu ada ide untuk berbisnis, mungkin passion kita ada disitu. Jika kita senang sewaktu sedang belajar, mungkin passion kita di bidang akademis. Jika kita senang sepak bola, kejarlah passion itu dengan ikut sekolah sepak bola. Agar passion kita terasah dan semakin ahli dalam bidangnya. Intinya adalah berani mengorbankan sesuatu hal untuk menekuni passion yang kita miliki merupakan jalan kita menuju kesuksesan. Jangan memaksakan sesuatu yang kita tidak suka. Karena hasilnya juga tidak akan maksimal bukan? Ibaratkan seperti ikan yang disuruh memanjat pohon. Alhasil, ketidakmungkinanlah yang akan terjadi. Cobalah cari passion yang tepat dan tekuni passion kita selagi diberi kesempatan. Alangkah bahagianya ketika kita melakukan sesuatu hal yang kita suka dan menghasilkan uang, bukan kah begitu?


Begitu juga ketika kita ingin melanjutkan kuliah dan mengejar impian kita. Jangan melihat jurusan dari prospek kerjanya dulu. Tetapi lihat dari apakah kita senang atau menyukai jurusan yang kita ambil itu. Karena jika kita senang atau menyukai jurusan yang kita ambil itu, kita akan semakin antusias dalam menuntut ilmu. Ilmu yang kita peroleh juga bukan karena hasil paksaan, melainkan dengan ikhlas karena Allah. Karena ilmu yang bermanfaat adalah yang bisa berdampak juga bagi orang lain. Untuk masalah prospek kerja dimana, penghasilannya berapa, itu semua sudah diatur oleh Allah. Rejeki setiap makhluk yang ada di dunia ini sudah diatur oleh Allah. 

Jadi, untuk apa kita takut miskin jika kita punya Allah yang Maha Kaya? Untuk apa kita takut terhadap masalah yang besar jika kita punya Allah yang Maha Besar?  Yang bisa kita lakukan adalah tetap usaha semaksimal kita dan berdoa kepada Allah.
Karena hanya Allah yang mengetahui apa saja yang terbaik untuk hamba-Nya dan Dia sebaik-baik perencana.
Share:
Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com