Monday, 31 December 2018

Resensi Buku : Bahagia di Masa Sulit

Penulis : Adrew Matthews

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah ayat 155)

Setiap manusia pasti kan mendapatkan cobaan atau ujian dalam hidupnya. Karna sejatinya hidup ini adalah ujian, yang jika kita lulus menghadapi ujian tersebut maka Allah akan menaikan derajat kita. Namun hampr semua orang menganggap bahwa ujian adalah masa paling sulit dalam hidup, sehingga tidak jarang orang mengeluh, bahkan ada yang ingin mengakhiri hidup ketika menghadapi ujian. .

Inilah jawaban dari semua pertanyaan itu. Adrew Matthews menulis buku berjudul “Bahagia di Masa Sulit” yang telah diterbitkan dalam 35 bahasa di 60 negara. Buku yang sangat apik (bagus) berisi tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupan ini, menjalani permainan hidup dengan bahagia, bersyukur dan puas. Buku ini menjawab semua kebutuhan manusia di seluruh dunia, berkenaan dengan “formula bahagia di masa sulit”. Apalagi semakin bertambahnya zaman, maka semakin pula bertambahnya permasalahan hidup.

Di setiap babnya, pembaca akan menemukan karikatur-karikatur indah, menggambarkan bagian yang sedang dibahas. Dari segi isi, setiap bab akan selalu muncul kisah-kisah nyata dari seluruh dunia, yang dikirim langsung lewat e-mail oleh para pelaku kejadian. Sehingga dari situ pembaca akan paham, bahwa ternyata ada orang yang memiliki problem melebihi saya (pembaca). Namun mereka masih bertahan hidup dan sekarang mereka menginspirasi orang lain. Kenapa saya (pembaca) tidak ? Dilihat dari segi bahasa, bahasa yang digunakan ringan dan mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini, praktis dan mudah untuk dipahami serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bahagia dalam segala hal. Adalah hal yang bisa kita dapatkan.

Buku “Bahagia di Masa Sulit” terdiri atas 12 bab. Bab 1 menjelaskan bagaimana cara kita menghadapi serta menerima keadaan. Banyak dari kita yang sekarang bangkrut, kehilangan pekerjaan, kehilangan orang tercinta atau mungkin sedang sakit. Kemudian kita berkata, “Aku tidak tahu harus melakukan apa. Mengapa hidup ini begitu sulit ? Atau kalau bukan karena ini (masalah) saya pasti akan bahagia.” Maka penulis memberikan beberapa tips yaitu; (1) Kita harus menerima keadaan. Karena menerima keadaan adalah sumber dari kekuatan (Hal. 2). (2) Orang-orang yang paling bahagia tidak peduli, apakah hidup ini adil atau tidak. Mereka hanya memusatkan perhatian pada apa yang mereka miliki (Hal. 11). (3) Dalam kehidupan sehari-hari orang lain tidak akan mengubah hidup kita. Namun sebenarnya kitalah yang mengubahnya (Hal. 21).

Bab 2 menerangkan bagaimana kita menaklukkan masalah. Bagaimana satu pikiran negatif menarik pikiran negatif lainnya. Sehingga ketika memiliki masalah dan tidak memikirkan solusinya seperti apa. Maka tidak akan selesai suatu masalah itu. Sebaliknya malah bertambah (Hal. 28).  Bagaimana kita menerima masalah yang terjadi. Sehingga masalah itu akan selesai dan jalan keluar akan didapat (Hal 40). Bab 3 menjelaskan tentang kekuatan pikiran dan mengelolanya. Bagaimana pikiran kita menarik segala hal yang dipikirkan. Karena apa yang kita pikirkan itu yang kita dapatkan. Itulah yang dinamakan dengan hukum ketertarikan (Hal. 49). Bab 4 dan 5 menjelaskan orang yang ingin menjadi bahagia itu harus mencintai dirinya sendiri. Kemudian juga harus pandai memaafkan kesalahan orang lain. Walaupun yang salah bukan diri kita pribadi.

Bab 6 dan 7 menjelaskan tentang uang dan kekayaan. Dimana dua hal tersebut merupakan dua faktor dasar yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Namun permasalahan yang terjadi sekarang, mereka mencari dua hal tersebut. Tapi melupakan yang namanya “kebahagiaan.” Sehingga banyak kita melihat, orang gila gara-gara harta, orang berperilaku seperti hewan hanya karena uang dan kekayaan. “Kita menjadi sangat terikat dengan apa yang kita percaya. Seringkali, kita lebih memilih merasa benar daripada bahagia. Atau lebih memilih merasa benar daripada kaya (Hal 105).”

Bab 8, 9, 10 dan 11. Penulis menerangkan tahap-tahapan mencapai kebahagiaan dalam segala kondisi dan situasi. Pertama melakukan terobosan dan memusatkan perhatian pada apa yang kita inginkan. Kemudian menciptakannya (Hal. 133).Kedua bersyukur (Hal. 151). Dalam Islam dijelaskan, ketika kita bersyukur maka nikmat itu akan ditambah. Namun ketika kita tidak bersyukur, maka nikmat itu akan menjadi adzab atau bencana. Ketiga merelakan atau puas dengan apa yang kita dapatkan sekarang. Ketika apa yang kita inginkan belum atau tidak bisa tercapai. Relakanlah sekarang juga ! Kemudian mulailah dengan merasa bahagia sekarang juga dan selamanya (Hal. 161). Keempat meminta bantuan kepada orang lain dan kepada Tuhan (Hal. 171). Karena manusia adalah makhluk sosial.

Bab 12, Adrew menutup dengan sub judul “Pentingnya menjadi bahagia.” Sub judul yang merupakan konklusi dari buku ini. Bahagia itu sangatlah penting, karena itu adalah hak setiap manusia. Karena bahagia akan menjadikan diri kita bisa berbagi, berhasil dan sukses dalam menjalani kehidupan ini (Hal. 181).

Sekarang bila kondisi kita belum bahagia. Atau tidak pernah bahagia. Berarti ada kesalahan yang terjadi dalam diri kita. Bukan kesalahan dari dunia. Karena “bahagia” itu adalah hak. Maka kita harus mendapatkannya. Bila masih belum mendapatkan yang namanya “kebahagiaan.” Maka segeralah miliki, baca dan aplikasikan intisari yang terdapat dalam buku ini. Selamat bahagia selamanya.

Resensi ini ditulis oleh Usman Abdul Muluk. Mahasiswa Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB angkatan 2017. IG : @usmanabdulmuluk14
Share:

Resensi Buku : Tuan Direktur

Sebab orang yang tamak kepada harta itu kerap kali lupa akan kehormatan dirinya, lupa akan keutamaannya, bahkan tidak peduli. Muka mereka menjadi tebal. Hati mereka kesat seperti batu. Mereka merasa tidak tidak senang. Sebab hati mereka merasa tidak puas.”
Nasihat tersebut dilontarkan oleh pak Yasin, seorang tua dari pinggir kota yang memiliki rumah sewa di daerah kumuh.

Apa makna sebenarnya dari kekayaan? Mungkinkah seorang yang minim harta bisa merasakan bahagia? Pertanyaan tersebut akan menemukan jawabannya di buku Tuan Direktur karangan Buya Hamka. Meski pertama kali terbit di tahun 1939 buku ini tetap relevan di masa modern. Mengangkat isu tentang hubungan buruh dengan majikan sebagai alur utama, buku ini berhasil menanamkan nilai selagi tetap memberikan cerita yang menarik. Buku ini cocok dibaca oleh masyarakat umum karena bahasanya yang luas dan sederhana, buku ini juga menggambarkan kondisi masyarakat modern dengan cukup apik dan menunjukan bagaimana seharusnya masyarakat modern bersikap.

Bercerita tentang kisah dari Tuan Direktur, seseorang yang kehilangan segalanya akibat ketamakannya. Juga kisah dari Fauzi dan pak Yasin, pemuda yang jernih hatinya dan seorang tua yang meletakan dunia pada genggamannya. Kisahnya sederhana tapi sarat makna.
Bagimu yang ingin membaca bacaan ringan, buku ini bisa menjadi salah satu opsi yang patut diperhitungkan.

Resensi ini ditulis oleh Muhammad Naufal Affif. Mahasiswa Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB angkatan 2016. IG : @mnafif12
Share:

Sunday, 30 December 2018

Resensi Buku : Cashflow Quadrant

CASHFLOW QUADRANT
Robert T. Kiyosaki
PT Gramedia Pustaka Utama

           

Cashflow Quadrant merupakan salah satu buku dari trilogi yang dirancang oleh Robert T. Kiyosaki, seorang mantan tentara Amerika. Buku ini merupakan edisi kedua setelah buku yang pertama yaitu Rich Dad Poor Dad. Saat pertama diterbitkan buku ini menjadi salah satu best seller yang ada di Amerika dan menjadi salah satu acuan dari proses pembelajaran dalam berbisnis.

Di awal pembahasan buku, Robert T. Kiyosaki mengarahkan arah berfikir kepada “Apa tujuan hidup anda?" dan menemukan jalannya. Selain itu, beliau juga menguraikan tentang sistem pendidikan yang ada di dunia saat ini, yang menurut beliau ada beberapa kesalahan dalam pola pendidikan tersebut. Banyak hal yang menyebabkan pola berfikir seseorang menjadi stagnan hanya karna pendidikan yang turun-temurun. Ada beberapa elemen yang diuraikan dalam pribadi seseorang diurutkan berdasarkan lingkarannya, dimana lingkaran tersebut adalah tahapan penting dalam proses pendidikan. Dimulai dari lingkaran terluar yaitu pendidikan fisik, mental, emosional dan spiritual. Menurut beliau, tidak semua elemen tersebut bisa didapatkan di sekolah formal, sehingga banyak siswa ataupun mahasiswa yang berprestasi di sekolah, tapi tidak berhasil di dunia nyata, terutama di dunia tempat uang memegang kendali.

Selanjutnya buku ini mengajak kita untuk membaca sekaligus memposisikan diri kita sudah berada dimana kita saat ini. Melalui metode kuadran yang ditetapkan, ada 4 cara mengkategorikan orang berdasarkan asal uang yang mereka hasilkan. Kuadran-kuadran tersebut diantaranya E untuk employee, S untuk small business atau self-employed, B untuk Big business dan I untuk investor. Setiap kuadran memiliki ciri, pola berfikir, dan tujuannya masing-masing.

Di kuadran E, menjelaskan tentang orang-orang yang memiliki mindset tentang bekerja untuk uang. Mereka mencari pekerjaan yang aman dan terjamin, dengan bayaran yang tinggi dan tunjuangan yang besar. Pada umumnya, orang-orang pada kuadran ini, berharap lebih pada pemegang kekuasaan dan bergantung pada pengendali keuangan. Di kuadran S, orang sudah mulai berfikir untuk menghasilkan uang dengan usahanya sendiri, tetapi pada realisasinya orang pada kuadran S sulit mempercayakan orang lain atau sulit untuk mendelegasikan tugas tugasnya. Sehingga pada kuadran ini, semakin besar penghasilan yang didapat maka orang tersebut akan bekerja lebih banyak dari sebelumnya. Kuadran E dan S berada pada sisi kiri. Selanjutnya, kuadran B merupakan orang-orang yang mungkin berlawanan dengan kuadran E dan S, dimana mereka memiliki bisnis sendiri dan mulai memiliki sistem yang tersusun rapih. Mereka bisa mendelegasikan tugas untuk keperluan bisnis mereka. Salah satu tokoh yang cocok dengan kuadran ini adalah Henry Ford. Terakhir adalah kuadran I, yaitu orang-orang yang bisa melihat uang yang kebanyakan orang lain tidak melihatnya. Ini merupakan tingkatan akhir dari orientasi kehidupan tentang keuangan. Pada kuadran ini, orang mulai menginvestasikan kekayaannya pada orang-orang yang berada pada kuadran B. Dengan kejeliannya, orang-orang di kuadran ini bisa memprediksi bagaimana kadaan keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang. Tujuan akhir dari kuadran ini memiliki pendapatan yang semakin hari semakin besar dan pendapatan pasif tanpa mereka harus bekerja atau memikirkan sistem bisnisnya. Pada umumnya pula, orang-orang pada kuadran ini merupakan alumni atau lintas dari kuadran B. Pada sisi kanan yaitu kuadran B dan I, merupakan orang-orang yang sudah mandiri dari keterikatan finansial dan waktu.

Setelah memahami tentang kuadran-kuadran yang ada, buku ini menjelaskan dan mengarahkan tentang perubahan pribadi. Poin utamanya adalah siapa diri anda seharusnya daripada apa yang harus anda lakukan. Kebanyakan orang-orang yang ada di dunia ini berada pada sisi kiri kuadran dimana mereka terikat dengan keadaan finansial dan waktu. Kebanyakan dari mereka ingin menyebrang pada sisi kanan kuadran tetapi kebanyakan tidak dibekali dengan ilmu yang cukup sehingga banyak pula yang malah mengalami masa dimana mereka jatuh sejatuh-jatuhnya. Contohnya orang-orang yang berada pada sisi kiri yang berada pada kuadran E, mereka memiliki penghasilan atas pekerjaan mereka. Kemudian mereka mulai berfikir untuk menanamkan sebagian dari penghasilan mereka pada unit-unit bisnis yang membutuhkan modal tanpa bisa melihat apakah bisnis itu akan tumbuh dengan baik, yang berimbas pada membaiknya keadaan finansial mereka. Pada kenyataannya mereka hanya membuang uang mereka pada sesuatu yang tidak memiliki kepastian sehingga mereka tidak sama sekali menyebrang pada sisi kanan kuadran melainkan lebih memperburuk keadaaan pada sisi kiri kuadran.


Setelah memahami akan berada di kuadran mana kita seharusnya berada, buku ini mengarahkan pembaca bagaimana meraih kesuksesan pada sisi kanan kuadran Cashflow. Diiringi dengan kisah nyata seorang Robert T. Kiyosaki dengan Ayah kayanya, akan membantu kita sebagai pembaca dalam memilih jalan kita sendiri menuju kebebasan keuangan. Disepanjang buku ini, Robert T. Kiyosaki terus menekankan tentang pentingnya kecerdasan keuangan. Kalau ingin berada di sisi kanan kuadran kita harus lebih pandai dalam melihat uang yang kasat mata dibanding yang ada disisi kiri kuadran.

Di era informasi yang banyak menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan ganjaran keuangan dari pada sebelumnya, saya berharap bisa lebih jeli dan cerdas dalam mengelola keuangan. Banyak ilmu yang saya bisa dapatkan dan pelajari dari buku ini baik dari teori tentang Cashflow Quadrant ataupun dari kisah seorang Robert T. Kiyosaki bersama dengan istrinya. Semua isi buku ini memberikan kesan tersendiri bagi saya disetiap bab, halaman dan barisnya. Bagian satu yaitu berfokus pada perbedaan inti antara orang-orang di keempat kuadran yang berbeda, bagian dua berfokus pada perubahan pribadi dan bagian tiga berfokus pada cara mencapai kesuksesan di sisi kanan kuadran.


Resensi ini ditulis oleh Muhammad Azman. Mahasiswa Sekolah Bisnis IPB angkatan 54. IG : @muhammadazmann
Share:

Monday, 24 December 2018

Elon Musk : Si Tony Stark dari Abad 21

Elon Musk lahir di Kota Pretoria, Afrika Selatan pada tanggal 28 Juni 1971. Elon Musk adalah pria jenius di abad 21 karena memiliki ide gila namun dia berhasil mewujudkannya. Karena ide gilanya itu, maka saya sebut Elon Musk adalah Tony Stark di dunia nyata yang hidup di abad 21. Tony stark sangat ahli dan cinta terhadap teknologi, begitupun Elon Musk. Elon Musk memanfaatkan teknologi dengan baik untuk kebermanfaatan orang banyak.

http://wallpapersdsc.net

Masa kecil Elon Musk terbilang cukup menyedihkan dan penuh penderitaan. Elon Musk yang berusia 9 tahun harus menerima perceraian orang tuanya. Di sekolah, Elon Musk dikenal sebagai anak yang pemalu dan pendiam. Penampilannya juga kerap dianggap culun oleh teman-temannya. Karena hal tersebutlah Elon Musk di bully oleh teman-temannya. Elon Musk menjadi sering menyendiri dan banyak menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Karena kebiasaan membaca buku itu awal mula Elon Musk menjadi pria jenius dan berhasil melahirkan karya-karya besar.

Musk memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Ketertarikannya terhadap dunia teknologi  sudah ditunjukkannya sejak ia berumur 9 tahun. Ketika tinggal bersama ayahnya, ia mempunya komputer pertamanya, yaitu Commodore VIC-20. Kecintaan Musk terhadap komputer mendorongnya mempelajari banyak hal yang bisa ia ciptakan dengan komputer. Ia kemudian mempelajari bahasa pemrograman melalui buku-buku.

Hasil kerja kerasnya dalam mempelajari bahasa pemrograman membuat Musk kecil berhasil membuat game diusianya yang ke-12 tahun. Tepatnya pada tahun 1984, Elon Musk berhasil membuat game yang bernama Blastar. Blastar merupakan video game mengenai ruang angkasa. Game tersebut juga awal mula kesuksesan Musk remaja.

Musk remaja lulus dengan meraih 2 gelar, yakni Bachelor of Economy of Science dari University of Pennsylvania School of Arts and Science. Setelah itu, Musk sempat melanjutkan pendidikan tingkat doktoral di Stanford University. Namun, Musk memutuskan untuk menjalani masa studinya hanya beberapa hari di universitas tersebut. Musk fokus untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang.
Musk berpendapat bahwa setidaknya ada lima hal yang akan mempunyai pengaruh besar dan kehidupan manusia yang akan datang, yakni internet, energi terbarukan, eksplorasi ruang angkasa, kecerdasan buatan (artificial intellegence), dan program kode genetik manusia. Diantara kelima ide bisnis tersebut, internet merupakan bisnis pertama yang diterjuni Musk. Bisnis pertamanya yaitu Zip2. Bisnis ini dirintis dengan modal USD 28.000 dari ayahnya. Pada masa itu, internet memang sedang berkembang dengan pesat. Namun, pada awalnya Musk kesulitan untuk mendapatkan konsumen yang ingin memakai temuannya itu. Namun Musk tidak putus asa dan terus bekerja keras sampai mendapatkan pelanggan. Di tahun 1999, Zip2 di jual ke Compaq dengan harga USD 341 Juta. Dari penjualan itu, 
Musk mendapatkan bagian sebanyak USD 22 juta.

Di tahun 2001, Musk kemudian mendirikan PayPal dan menjadi CEO atas perusahaan tersebut. PayPal merupakan penyedia jasa pembayaran online terbesar di dunia. Tak sedikit yang meyakini jika PayPal suatu saat nanti akan menjadi perushaan yang mendunia, dengan jumlah pengguna yang sulit dihitung jumlahnya. Dan benar saja, tepat di bulan Maret tahun 2000, tercatat telah ada 1 juta pengguna layanan PayPal diseluruh dunia. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah, mengingat banyaknya pengguna yang memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran lewat PayPal.

Di bawah kepemimpinan Elon Musk yang kala itu dipercaya menjadi CEO, PayPal terus mengalami perkembangan dan menjelma sebagai perusahaan baru yang dierhitungkan. Pada tahun 2002, PayPal di akuisisi oleh Ebay karena melihat peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan melihat perkembangan PayPal yang begitu cepat.
Setelah PayPal, Elon Musk tidak berhenti berkarya. Dia memutuskan ingin membuat project menjelajah Antariksa dengan Space X.
“If one can figure out how to effectively reuse rockets just like airplanes, the cost of access to space will be reduced by as much as factor of a hundred.”-Elon Musk
Begitulah tanggapan Elon Musk ketika pertama kali ditanya mengenai alasan di balik pembuatan roket ciptaannya. Musk percaya bahwa roket juga dapat digunakan secara efektif seperti pesawat terbang, yang mampu mengudara dan mendarat secara berulang-ulang.

SpaceX berhasil menciptakan Falcon 1 dan Falcon 9. Di tahun 2008, Falcon 1 menjadi kendaraan luncur berbahan bakar cair pertama yang diluncurkan secara pribadi oleh SpaceX. Pada 23 Desember 2018 SpaceX secara resmi dikontak oleh NASA dengan nilai mencapai 1,6 miliar dolar Amerika. Kesepakatan tersebut tercapai setelah SpaceX berhasil menerbangkan 12 roket dan wahana antariksa Dragon yang merupakan kapsul berisi suplai rutin bagi awak ISS seperti sistem navigasi, perlengkapan medis, dan pengukur gas atmosfer.

Tesla merupakan sebuah perusahaan otomotif yang khusus mengembangkan mobil sport bertenaga baterai yang memiliki kecepatan tinggi. Tesla merupakan perusahaan keempat Elon Musk yang diberi nama yaitu Tesla Motors Inc, dengan biaya sebesar USD 7,5 juta pada April 2004. Produk perdana Tesla yaitu Tesla Roadster. Tesla Roadster merupakan mobil seri perdana yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 221 mil atau setara dengan 365 km dalam sekali pengisian baterai.

Selain memproduksi Tesla Roadster yang berjenis mobil sport, Tesla juga memproduksi mobil jenis lain seperti sedan. Sedan produksi Tesla yang awalnya diberi nama White Star ini kemudian dipasarkan dengan nama baru yang lebih sederhana yaitu ‘Tesla Model S’. Kabin mobil dilengkapi dengan dashboard sistem layar sentuh dan beberapa fitur lain yang tidak kalah canggih. Mobil ini mampu menempuh jarak 300 km untuk sekali pengisian baterai.

Tesla model X merupakan nama yang diberikan pada produk ketiga yang dikeluarkan oleh perusahaan Tesla. Mobil ketiga rancangan Tesla ini diprediksi akan menjadi produk yang lebih menguntungkan bagi perusahaan dibanding dengan dua produk pendahulunya. Tesla berencana akan membuat panel surya dengan sistem solar-photovoltaic untuk dipasang pada atap mobil yang diproduksinya.
‘’People work better when they know what the goal is and whay. It is important that people look forward to coming to work in the morning and enjoy working.’’-Elon Musk
Dan itu lah ide-ide dan impian hebat Elon Musk yang ia dapat wujudkan dan dapat bermanfaat untuk banyak orang. Semua berawal dari keinginan membaca buku. Buku merupakan hal terpenting untuk membuka wawasan dan melihat dunia.
Share:

Wednesday, 5 December 2018

Stop Body Shaming

"Kamu kog gendut sih?"

"Ihhh cuman tulang sama kentut doang!!"

Mungkin dua kalimat ini adalah dua dari sekian banyak kalimat miris yang cukup populer. Kebanyakan dari kita tidak punya kepekaan, dengan brutal menghakimi seseorang dengan kalimat yang seharusnya tidak terucap. Nggak bisa ngebayangin kalau kita bertanya “kog kurusan sih?”, disaat orang yang kita tanya tengah berjuang melawan penyakit. Atau bisa jadi terlontar kata “kog kucel bat sih?”, disaat orang yang kita tanya tengah berjuang melawan depresi. Atau mungkin “kog gendutan?” disaat dia sebenarnya sedang berjuang melawan gangguan hormonal. Dan ini hal yang paling miris yang aku rasakan, disaat orang bercanda dengan kalimat “ihhh cuman tulang sama kentut doang!” atau “ihh keg tengkorak berjalan kau kutengok”, nggak bisa ngebayangin kalimat-kalimat itu terlontar disaat yang kita hakimi sedang berjuang melawan semua situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya.

Kadang kita lupa bahwa ada obrolan yang lebih menarik dari itu. Mungkin kalimat “hai, apa kabar?” atau “you look so nice” itu sudah mulai menjadi hal yang membosankan dan cenderung kuno bagi kids zaman now. Bukan bermaksud menstereotip semuanya, namun sebagian besar hal seperti itu tampaknya memang telah luntur.

Body shaming saat ini bukan hanya sekadar pandangan saja, namun lebih dari itu telah menjadi hiburan bagi orang lain ; mereka senang karena memiliki hal yang lebih baik dari orang lain dan dengan seenak hati mengejek kekurangan orang lain.

Kebanyakan masyarakat kita membuat definisi “sempurna” mereka sendiri tanpa peduli apakah standar itu sebenarnya berlaku ke semua orang atau tidak. Bentuk tubuh bukanlah parameter kecantikan atau ketampanan seseorang guys. 
Hasil gambar untuk body shaming
(sumber: www.voa-islam.com)

Kebanyakan masalah body shaming yang terjadi adalah mengenai bentuk tubuh. Namun banyak orang mungkin tidak setuju dengan #stopbodyshaming, karena mereka beranggapan bahwa dengan body shaming orang yang mereka BERCANDAIN akan sadar untuk berubah menjadi lebih sehat dan proporsional atas berat badannya. But, STOP BODY SHAMING IS MUST. Karena kita tidak pernah tahu kondisi seseorang di balik tubuhnya. Body shaming bukanlah suatu cara seseorang untuk menyadarkan orang lain. Body shaming nggak bisa sama sekali dijadiin pembenaran buat orang lain tersadar. Kalau kalian orang yang baik dan peduli, seharusnya kalian memberi solusi “how to diet” atau kasih tau bahaya lessweight atau overweight dan beri semangat untuk sama-sama memperbaiki, BUKAN dengan cara body shaming. Semua orang pastinya juga ingin tubuh yang ideal guys. Kuy sama-sama memperbaiki dan mengingatkan dengan cara yang peduli, bukan menghakimi.

Let’s speak up. Ketika jadi korban body shaming, kita perlu kasih tahu bahwa tindakan mereka brutal,  nggak sama sekali lucu, dan malah melukai.

Come on guys!!!, dunia ini sudah terlalu sempit untuk mengurus kekurangan orang lain.  Stop body shaming guys. menjadi berbeda itu bukan masalah, justru menyenangkan. Dengan kamu tidak melakukan body shaming, kamu sudah menyelamatkan dirimu dan orang lain.


Salam, 
dari si “tengkorak berjalan” :-(
Share:

Wednesday, 21 November 2018

Waktu Tak Pernah Salah


Hasil gambar untuk aesthetic clock

Tiba saatnya nanti, engkau akan menjumpai masa di mana engkau merasa—

sepi dalam keramaian, sendiri dan letih meski telah berkali-kali berupaya mengejar ketertinggalan di antara orang-orang yang hebat, merasa tak memiliki kemampuan apa-apa di antara lingkungan yang jauh berada di atasmu.

Kehidupan di dunia perkuliahan memang seperti itu. Bahkan sejatinya, dalam realita yang sesungguhnya, segalanya akan lebih kejam daripada apa yang selama ini pernah kamu alami. Kamu barangkali akan merasa kecil; tidak berdaya; tidak berguna; dan tidak pernah bisa mencapai keberhasilan apa pun yang sebelumnya telah setengah mati berusaha kaudapatkan.

Tetapi, tidak apa-apa. Kesuksesan memang tidak diraih dengan cara yang instan. Semua peluh, usaha, lelah, penat, dan keluh-kesahmu suatu saat nanti akan berbuah sesuatu yang manis. Memang, semua itu tidak akan dibalas dalam sekerjap mata. Barangkali, kamu harus berkali-kali menjumpai kegagalan, beratus kali dilanda keputusasaan, dan bermilyar kali dihantui keterpurukan.

Tetapi, sekali lagi kukatakan, tidak apa-apa. Suatu saat nanti, badai hidupmu akan mengantarkanmu kepada pelangi dan cuaca cerah. Setiap orang memiliki timing mereka masing-masing. Tuhan pun tidak akan pernah menukar rezekimu jika memang semua itu telah ditakdirkan menjadi milikmu.

Yang perlu diingat dan ditekankan sebagai pondasi dari upaya-upaya “pengejaran” itu adalah bahwasanya, kamu tidak boleh sekali pun berhenti. Beristirahat sejenak dalam kepenatan perjalanan memang dimaklumkan, tetapi jangan sampai engkau menyerah pada kegagalan yang sebetulnya adalah jeda pariwara sebelum akhirnya menjumpai tayangan keberhasilanmu.

Jangan pernah meragui timing keberhasilan yang Tuhan atur untuk hidupmu. Jika usahamu tidak putus, doamu tak pupus, dan tawakalmu tak tergerus keputusasaan berkepanjangan, maka keberhasilan itu kelak pasti akan menjumpaimu.

Percayalah, Tuhan tidak pernah curang dalam membalas usaha-usaha yang dilakukan oleh hamba-Nya.


P.s. ditulis guna menegur diri sendiri yang telah dilanda keputusasaan dan kepenatan berkepanjangan. Dibagikan dengan harapan agar tidak ada lagi pihak yang terjebak dalam zona yang sama seperti apa yang saya alami kini :-)
Share:

Tuesday, 13 November 2018

Harga dari Sebuah Konsistensi


Hasil gambar untuk kutipan tentang konsistensi

Dalam sebuah usaha pencapaian mimpi, ada suatu formula kecil yang sering kali dilupakan oleh kebanyakan orang.

Banyak pihak sibuk mengampanyekan tentang mimpi besar yang sejalan dengan keberanian untuk mencapai mimpi itu sendiri, namun tak banyak yang menyadari betapa penting sebuah konsistensi. Di luar sana,  orang-orang yang memiliki pemikiran-pemikiran kreatif berlalu-lalang melintasi masa kini, akan tetapi, mereka yang mempunyai konsistensi tinggi dalam merealisasikannya, tidak banyak yang bertahan.

Padahal, kunci tertinggi dalam sebuah pencapaian yang besar tidak hanya terletak pada ide-ide kreatif yang ditawarkan, sebab jika hanya sebatas sebuah gagasan, tujuan yang diharapkan tidak akan mungkin bisa dirasakan.

Konsistensi seumpama larutan penyangga yang mempertahankan pH dari suatu larutan kimia, yang dalam hal ini larutan kimia itu sendiri adalah upaya dari realisasi gagasan yang ingin diwujudkan. Tanpa adanya konsistensi, upaya tersebut tidak akan memiliki kekuatan, sebab otak manusia didesain untuk mudah terdistraksi dengan banyak hal. Gagasan-gagasan kreatif tadi akan dengan mudah musnah secara alamiah, yang setiap waktunya akan kehilangan “harga” bagi si penggagasnya sebab ide-ide baru yang lebih segar akan terus berdatangan.

Sebelum mengganti fokus pada ide yang baru, akan lebih baik jika kita menyelesaikan dulu proses realisasi dari ide sebelumnya, sebab tumpukan ide-ide kreatif tidak memiliki harga jika tidak diwujudkan.

Untuk itu, harga tertinggi di balik sebuah pencapaian, sejatinya adalah konsistensi.  Maka, sebelum terlalu tenggelam dalam khayalan keberhasilan, belajarlah untuk mencapai konsistensi itu sendiri :)


P.s. tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui, melainkan untuk mengingatkan diri sendiri yang sedang krisis konsistensi.

Share:

Monday, 29 October 2018

Sebuah Perspektif Tentang Pergerakan

Perspektif. Kata yang sering kita dengar jika terjadi perbedaan dalam menanggapi suatu masalah. Jadi apa itu perspektif?
Perspektif adalah suatu cara pandang terhadap suatu masalah yang terjadi, atau sudut pandang tertentu yang digunakan dalam melihat suatu fenomena (Martono : 2010)
Tetapi, menurut saya pribadi, perspektif itu merupakan sudut pandang tentang bagaimana kita melihat suatu permasalahan dari berbagai sisi. Setiap orang pasti memiliki perspektifnya masing-masing. Paradigma setiap orang juga mempengaruhi bagaimana dia melihat suatu permasalahan yang terjadi.
Paradigma terbentuk seiring dengan berjalannya waktu dan seberapa seringnya kita menghadapi suatu masalah. Faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi terbentuknya paradigma ini. Jika lingkungan disekitar kita baik, mungkin paradigma yang akan terbentuk juga akan baik, karena setiap masalah, pasti mempunyai solusi, kan? Jika suatu solusi yang diciptakan dari lingkungan yang baik, hasilnya pun akan baik juga.
Semakin kita menemukan banyak masalah, Pola pikir atau paradigma itu pun akan semakin tertantang untuk terus menemukan solusi terbaiknya. Begitu juga dengan perspektif. Perspektif ada yang mengarah ke hal yang positif dan ada juga yang mengarah ke hal yang negatif. Di dalam permasalahan, kita dituntut untuk open minded. Untuk itu, sebuah perspektif sangat diperlukan untuk menemukan suatu solusi yang terbaik. Paradigma dan Perspektif merupakan kedua hal yang selaras dan tak bisa dipisahkan. Untuk itu, menemukan yang terbaik atas kedua hal tersebut sangat diperlukan.
Kali ini, saya ingin membahas sebuah permasalahan yang sering muncul di dunia perkuliahan. Sebuah perspektif mengenai Aksi atau yang sering disebut dengan Demo. Aksi ini merupakan suatu bentuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah atau bentuk dalam memperjuangkan suatu hal. Banyak perspektif-perspektif yang muncul mengenai Aksi ini. Ada yang beranggapan kalau Aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi itu tidak penting, Aksi itu hanya buat kegaduhan saja, bahkan sampai ada yang berkata "mending kuliah yang bener aja dari pada turun Aksi" dan masih banyak lagi perspektif lainnya. Namun, disini saya ingin membahas berdasarkan perspektif saya pribadi.
Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran penting yang dikelompokkan dalam 3 fungsi: Agent Of Change, Social Control, dan Iron Stock. Ketiga fungsi ini lah yang diharapkan akan mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.
  1. Peran Mahasiswa Sebagai Agent Of Change
Peran ini lah yang sangat krusial dan sudah terbukti dari jaman sebelum merdeka, sampai sekarang ini. Gerakan mahasiswa mampu membuat suatu perubahan terhadap bangsa. Dimulai dari Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, bahkan pada saat Indonesia ingin merdeka, para pemuda lah yang mendesak agar Sukarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, dan pada saat Reformasi tahun 1998, pemuda lah yang menjadi sorotan utama. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin bangsa gerah dan cemas. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan kearah yang positif dan tidak menghilangkan jati diri kita sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Namun untuk mengubah sebuah negara, hal utama yang harus dirubah terlebih dahulu adalah diri sendiri.
      2. Peran Mahasiswa Sebagai Social Control
Hari ini korupsi semakin memprihatinkan, hukum bisa dibeli, serta berbagai persoalan lainnya. Peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyrakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap suatu hal yang salah dalam birokrasi yang selama ini dianggap lazim. Lalu jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas disematkan pada pundak mahasiswa? Kita sebagai mahasiswa seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian sosial yang peduli terhadap masyrakat karena kita adalah bagian dari mereka. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dengan demo atau turun kejalan saja. Melainkan dari pemikiran-pemikiran cemerlang mahasiswa, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa kita. 
     3. Peran Mahasiswa Sebagai Iron Stock
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memiliki kemampuan, ketrampilan, dan akhlak mulia untuk menjadi calon pemimpin siap pakai. Intinya mahasiswa itu merupakan asset, cadangan, dan harapan bangsa untuk masa depan. Mahasiswa tidak cukup jika hanya sebagai akademisi intelektual yg hanya duduk mendengarkan dosen dalam ruangan perkuliahan. Kita harus memperkaya diri kita dengan pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan. Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seoarang calon pemimpin bangsa masa depan yang akan menggantikan generasi yang telah ada, sehingga tidak cukup hanya dengan memupuk ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill seperti leadership, kemampuan memposisikan diri, dan sensitivitas yang tinggi. Pertanyaannya, sebagai seorang mahasiswa, Apakah kita sudah memiliki itu semua??
Ketika ada yang beranggapan bahwa Aksi itu tidak penting, dan lebih baik belajar yang bener aja supaya dapat IPK bagus dan cepet lulus mendapatkan gelar cumlaude, maka perspektif ini salah besar. Jika semua mahasiswa di Indonesia memiliki pola pikir seperti ini, lantas siapa yang akan menjalankan 3 fungsi mahasiswa tersebut? Akan kah ada perubahan besar jika mahasiswanya hanya belajar di dalam kelas dan duduk mendengarkan dosen sementara banyak tuntutan rakyat yang belum terlaksana oleh pemerintah? Kepada siapa rakyat akan meminta tolong jika bukan kepada kita yang sebagai Mahasiswa?
Belajar untuk mendapatkan IPK yang tinggi juga diperlukan, namun jangan lupa kalau kita kuliah ini, sebagian terdapat uang rakyat didalamnya. Ada Hak rakyat didalamnya. Untuk itu kita jangan sampai melupakan 3 fungsi kita sebagai mahasiswa untuk membuat Negeri kita tercinta ini menjadi lebih baik lagi.
Pernah ada yang memberikan saya sebuah pertanyaan yang terbilang simple dan terdengar konyol. Pertanyaannya adalah “Kenapa IPK itu maksimal cuman sampai 4? kenapa engga 100 aja?”. Dan jawaban dari orang tersebut adalah “Karena yang 96 nya lagi, kita gk akan dapetin di bangku kuliah aja”.
Dari pertanyaan tersebut lah yang membuat saya sadar kalau kita sebagai mahasiswa memiliki peranan lebih yang tidak hanya belajar didalam ruang kelas saja, tetapi ada hal yang jauh lebih besar yang patut untuk diperjuangkan!
Namun, di Era Millenial ini, kita bisa melakukan Aksi secara kreatif. Tidak harus selalu turun ke jalan. Bahkan, Aksi yang terus turun ke jalan pun, terkadang tidak ditanggapi secara langsung oleh pemerintah. Jarang dari pemerintah yang menghampiri secara langsung ketika mahasiswa sedang berdemo. Aksi kreatif yang saya maksud bisa dengan tulisan, video, prestasi maupun karya. Hal ini jusrtru yang menjadi perhatian pemerintah karena peran dari teknologi yang sangat cepat menyebar hingga ke penjuru dunia. Jadi, buat kita sebagai mahasiswa, jangan mudah menyerah dalam memperjuangkan hak rakyat dengan berbagai cara yang kita bisa!
 

Momen : Ketika Aksi 3 Tahun Jokowi tanggal 21 Oktober 2017

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. – Anies Baswedan
Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka – Soe Hok Gie
Share:

Tuesday, 9 October 2018

Tentang Hati

Orasi, Diskusi.
Bicara, Berdialektika.

Ah, entah...
Rasanya terlalu bising di sini.

Huruf, Kata, Kalimat, Paragraf.
Terlalu banyak, menimbulkan sesak.
Berisik, sampai jeritan hati pun terasa berbisik.

Ah, mungkin ini akibatnya apabila abai mendengarkan. Namun penuh dengan nafsu untuk berbicara.
Sampai-sampai, firman-Nya pun tak bisa menyentuh hati. Patah oleh kata, musnah tanpa terasa.

Ah, mungkin ini waktunya mulai mendengarkan.

Rumah,
MNA


Share:

Monday, 8 October 2018

Tak Apa Menjadi Tidak Sempurna




sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/AVDqmmAFMnZrPUUQFjA02iW1hTbm4TTMEvXOiYvX8v5427n3bfAweLs/

Di dunia ini, tidak ada yang tercipta dalam keadaan sempurna.

Kamu tidak bisa memaksakan semua orang menyukaimu meski sekeras apa pun engkau berusaha untuk menjadi manusia paling baik sedunia. Akan selalu ada pihak yang tidak menyukai apa yang kamu lakukan, dan itu tidak sepenuhnya buruk, sebab terlampau heterogennya persepsi manusia seringkali membiaskan mana yang sejatinya baik dan mana yang memang menyalahi sisi kebenaran.

Tidak ada satu hal pun yang sempurna di muka bumi ini, pun begitu pula dirimu di hadapan orang-orang sekitarmu. Sebaik apa pun kamu berusaha menutupi kecacatan dalam dirimu, persepsi dari masing-masing orang yang begitu beragam, akan mampu mencium semua kecacatan-kecacatan itu. Barangkali, ada satu titik di mana seseorang tidak menyukai apa yang engkau lakukan, namun bagi beberapa pihak, mereka mampu memaklumi itu sesederhana karena mereka memahami niatan yang engkau maksudkan saat terpikirkan untuk melakukan hal tersebut.

Suatu saat, di suatu waktu yang entah kapan, meski sebaik apa pun engkau memperlakukan seseorang, akan selalu ada kecenderungan bagi dirimu untuk melakukan kesalahan—dan itu semata-mata bukanlah suatu hal yang sepenuhnya nista, sebab sejatinya, tidak akan pernah ada kesempurnaan di dunia yang sejak awal telah diciptakan tidak sempurna ini.

Belajarlah untuk sesekali memaafkan kesalahan yang telanjur kamu ciptakan, sebab terlalu berkeras hati kepada diri sendiri sekalipun tidak akan membantumu menjadi lebih baik. Jadikan kesalahan-kesalahan itu sebagai alarm yang senantiasa mengingatkanmu agar tidak kembali terjerumus dalam kecacatan yang sama.

Jadi, tidak mengapa untuk menjadi tidak sempurna.

Kesempurnaan itu tidaklah nyata.

Kamu telah melengkapi kesempurnaan itu sendiri bahkan dengan kekurangan-kekurangan yang kamu miliki.

P.s. tidak bermaksud menggurui. 
Didedikasikan untuk diri saya sendiri :)
Share:

Thursday, 27 September 2018

Manifestasi Mimpi Pertiwi?


Deru liar angin semilir, berdendang riang bagai si pandir
Bedaya berlenggok hulu ke hilir, panggung pentas bagai bersyair
Hingga malam habis gelapnya, hingga budaya hilang bayangnya
Panggung sandiwara bak pekat jelaga, rumah singgah bagai kelam tembaga

Aku masih dalam tapa memendam rasa
Aku geram terus memendam ribuan tanya
Kepada sebuah mulut kepada sepasang bibir
Kepada sepotong lidah yang kerap mencibir

Hempas rampas sekak retak sastra pertiwi
Jerit marit darah marah rindu berkarya
Rudal membrutal menggumpal mengepal pejuang budaya baca
Petatah petuah perlahan kehilangan esensi edukasi

Ajaran moral klasik krisis apresiasi!
Masihkah kau terhanyut dalam buai ilusi?
Masihkah kau termenung saat budaya literasi punah diatas menghamba?
Masihkah kau terdiam saat segala budaya literasi binasa diatas ditinda?

Sungguh, ini hanya persoalan praktis
Budaya bangsa berbasis materialistis tetap eksis
Budaya bangsa berbasis edukasi mulai meringis
Jiwa muda terhanyut jahanam picik yang telah nampak tertulis

https://steller.co


Kau menutup mata tak ingin buta
Kau bungkam tak ingin terbungkam
Kau menunduk tak ingin membusuk
Kau hanya berserah seolah pasrah

Wahai jiwa sadarlah...
Bagaimana jika samar adalah jelas yang menyamar?
Bagaimana jika salah adalah benar yang meyalah?
Bagaimana jika tanya adalah jawab yang menanya?
Sungguh, kau bukan tunas yang mudah goyah dan lemah
Kau bukan jiwa yang sekali tekak akan rebah
Kau sanggup berdiri sigap merentak, walau beban mencekung pundak

Wahai jiwa,
Kumohon jangan menanti penghabisan mencekik!
Karena penghuni ibu pertiwi tak henti bertempik
Berhentilah merangkaki dinding buta
Karena tak satu pun pintu terbuka
Kecuali dengan membaca...

Aku merindukanmu, melukismu dalam mimpiku
Aku mengharapkanmu, menulismu dalam citaku
Aku berjuang mewujudkanmu, wahai engkau bineka bangsaku
Aku selalu menghadirkanmu dalam doaku, wahai engkau gemilang bangsaku

Share:

Wednesday, 19 September 2018

Mencicip Sisi yang Tak Terjamah


Hasil gambar untuk you'll be okay quote

sumber gambar: https://i.pinimg.com/736x/bc/71/34/bc7134cf7c5d9c7c653e13fb606ac3a7--ok-quotes-youll-be-okay-quotes.jpg


Mendengar adalah salah satu cara untuk memahami rasa.

Saya sangat suka mendengarkan keluh kesah orang lain. Entah itu mengenai masalah seseorang dengan dirinya sendiri atau masalahnya dengan orang lain. Mendengarkan orang lain membuat saya merasa tidak sendiri, sebab keluh kesah mereka sewaktu-waktu menyadarkan saya bahwa masalah saya tidaklah sebesar yang saya bayangkan.

Mendengarkan orang lain membuat saya memahami sebuah life hacks baru bahwa ketika kita dihadapkan dengan suatu masalah, otak kita seumpama termanipulasi bahwa masalah itu betul-betul besar dan saya tidak akan mampu menghadapinya karena saya begitu kecil. Padahal sejatinya, hal tersebut tentu saja tidak benar, sebab bagaimana bisa sebuah masalah—momen tidak tampak yang menjumpai hidup seseorang—lebih besar dari orang yang menghadapinya, ketika jelas-jelas, masalah tersebut memang sengaja didatangkan untuk mengukuhkan jiwa seseorang dan menaikkan level kedewasaan dari orang itu sendiri?

Masalah PASTI lebih kecil dari orang yang menghadapi, sebab Tuhan sendiri telah berkali-kali menjanjikan bahwa Dia tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Jika Tuhan memberikan kita suatu masalah, maka kita PASTI bisa menghadapinya—semua hanya bergantung pada bagaimana kita menggiring pola pikir kita yang saat itu tengah mengerdil agar lebih berani dalam menghadapi ketakutan kita sendiri terhadap masalah-masalah yang menimpa kita.

Selanjutnya, selain memberikan saya life hacks baru, dengan mendengarkan pula, saya jadi mendapat satu solusi terkait masalah yang bahkan belum pernah saya cicipi. Malah terkadang, Tuhan hampir selalu menjumpai saya dengan orang-orang yang tengah mengalami masalah yang baru saja saya hadapi. Melalui kisahnya yang nyaris serupa dengan milik saya, saya menjadi lebih mampu memahami esensi dari masalah yang saya hadapi dengan memandangnya melalui perspektif yang berbeda.

Seperti apa yang sebelumnya saya paparkan bahwa masalah membuat pola pikir kita jadi mengerdil ketika baru menghadapi masalah itu sendiri, ketika mendengarkan masalah serupa melalui mulut orang lain yang juga mengalami hal yang sama, saya seumpama menjadi seorang penonton dari sebuah putaran film dan bisa melihat dari begitu banyak perspektif, entah itu dari sisi saya sebagai yang mendengarkan atau dari sisi orang terdekatnya yang terlibat dalam masalah tersebut.

Pelajaran yang saya petik ketika mendengarkan masalah yang sama dengan yang saya hadapi dari perspektif orang lain membuat saya lebih memahami nilai moral dan tujuan dari proses pendewasaan yang ingin Tuhan berikan kepada saya.

Cerita orang lain seumpama menghidupkan tombol power of logic di dalam kepala saya, yang sebelumnya mati karena terintimidasi oleh masalah yang saya hadapi.  Untuk itulah mengapa, saya sangat suka mendengarkan ketimbang berbicara dan barangkali, karena alasan itulah Tuhan memberikan kita lebih banyak indra untuk mendengar (dan melihat) ketimbang indra yang digunakan untuk berbicara.

Tuhan ingin membuat kita mampu memahami sesuatu tidak hanya melalui sesuatu yang Dia berikan kepada kita secara langsung (entah itu sebuah nikmat, musibah, atau masalah-masalah). Tuhan juga ingin membuat kita mandiri—mandiri untuk memahami sesuatu dengan mengamati dan memahami apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar kita.

Untuk itulah mengapa, mendengar dan memerhatikan menjadi jawabannya.

Share:
Copyright © Young Inspirer | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com